Home / Editorial / Jalan Rusak, Macet, Mana Banyak Galian!

Jalan Rusak, Macet, Mana Banyak Galian!

Ilustrasi. (foto-net)

MENYUSURI jalan-jalan di Kota Palembang, bukan hal yang susah untuk menemukan jalan rusak, berlobang atau tak rapi. Kadang juga ditemukan, jalan yang diperbaiki sebagian atau hanya ditimbun bagian berlobangnya, kemudian langsung ditinggalkan.

Tak hanya itu, saat ini kiri dan kanan jalan begitu banyak penggalian, yang tentu saja membuat sempit jalan. Belum lagi banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan atau memutar kendaraannya sembarang tempat.

Bisa dibayangkan begitu sesak dan sumpeknya lalulintas di jalanan. Belum lagi begitu banyaknya trotoar yang rusak dan pecah, yang seolah terluput dari perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Seringkali kita dengar pembangunan LRT yang dijadikan alasan menyebabkan kemacetan dan keruwetan lalulintas di Kota Palembang. Nah, saat ini pembangunan LRT sudah hampir selesai, harusnya Pemkot mengambil inisiatif cepat untuk perbaikan di sana-sini. Tetapi anehnya ada jalur yang tak terkena pembangunan LRT, tetapi kondisinya juga sama yakni rusak.

Kondisi dimana jalan banyak rusak, bergelombang, trotoar pecah, dan banyaknya galian, harus diantisipasi secepatnya. Okelah untuk jalur jalan yang dilalui pembangunan LRT bisa ditunda, tetapi banyak jalur yang tak dilalui LRT harusnya segera dan cepat diperbaiki.

Begitu banyak permasalahan di pusat Kota Palembang yang harus diperbaiki saat ini. Misalnya mulai muncul pedagang kaki lima di lokasi yang selama ini memang tak boleh berdagang. Bila dibiarkan terlalu lama, akan susah untuk menertibkannya.

Belum lagi kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, makin banyak kita temui. Begitu juga banyak tempat pembuangan sampah di pinggir jalan utama yang terlambat diangkut. Ini semua adalah persoalan kota yang harus segera diselesaikan.

Melibatkan rakyat dari struktur paling bawah bisa dilakukan untuk menyelesaikan peliknya persoalan kota. Untuk kebersihan misalnya, dapat dilakukan lomba kebersihan tingkat sekolah, tingkat RW, tingkat RT dan kecamatan.

Karena perkembangan kota yang makin padat dan cepat, pelaku usaha di pinggir jalan utama atau jalan protokol harus dilibatkan lebih banyak. Paling tidak mereka membersihkan dan memperindah lingkungan sekitar mereka.

Banyaknya keluhan dan masukan untuk masalah perkotaan, menandakan warga Kota Palembang masih peduli dan sayang dengan Kota Palembang. Warga Kota Palembang ingin kebersihan dan keindahan Kota Palembang segera seperti sedia kala dan terwujud. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kapan Lagi Bangsa Ini Akan Maju Tanpa Korupsi?

SAAT ini rakyat harus berteriak dengan ketidakadilan karena korupsi. Korupsi tidak hanya merampok hak asasi ...

error: Content is protected !!