Sabtu , November 17 2018
Home / Gema Sriwijaya / Jalanan di Lahat Lengang Truk Batubara

Jalanan di Lahat Lengang Truk Batubara

Tampak Jalanan di Kabupaten Lahat sepi bahkan tidak tampak kemacetan yang disebabkan truk batubara, Kamis (8/11/2018). (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Jalanan di Kabupaten Lahat yang biasanya ramai dilewati truk angkutan batubara, Kamis (8/11/2018) terlihat lengang dan sepi bahkan tidak tampak kemacetan yang disebabkan truk batubara seperti yang terjadi selama ini.

Hal ini dikarenakan Gubernur Sumsel telah mencabut Pergub 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara di jalan umum dan diberlakukan Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang pengangkutan batubara hanya dilakukan melalui jalur khusus batubara. Dari itulah terhitung 8 November 2018 tidak ada lagi truk batubara melintasi jalan umum.

Pantauan Suara Nusantara di lapangan, di Kabupaten Lahat truk batubara jenis Colt Diesel (angkutan 10 ton) banyak parkir panjang tanpa aktivitas hingga jalanan terlihat steril. Bahkan sebagian truk angkutan batubara terlihat terparkir di rumah warga, dan sebagian lagi terparkir di pangkalan. Selain itu nampak juga beberapa sopir duduk santai karena tidak ada aktivitas angkutan.

Sementara pantauan di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di area Kecamatan Merapi Area, lalulintas juga terlihat lengang dari angkutan batubara. Bahkan hal serupa juga terlihat di Jalan Servo milik PT Titan yang merupakan jalan khusus truk batubara.

“Saat ini belum ada angkutan truk batubara lewat Jalan Servo, kecuali perusahaan yang sudah bekerjasama,” kata satpam tambang PT Titan Jasiman Sahri ketika ditemui awak media.

Terpisah, Pengusaha Transportir CV Kartamuda di Lahat, Igus mengatakan, dengan diberlakukannya larangan angkutan batubara melintas jalan umum membuat 50 unit truk miliknya harus mati mesin dan akan tidur panjang.

“Kemarin kami sudah stop operasi. Kita harus ikut aturan,” katanya.

Dirinya menerangkan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat memberatkan dirinya yang mempunyai usaha angkutan batubara lokal. Bahkan larangan angkutan batubara melintas jalan umum akan menimbulkan efek domino pada lingkaran usaha hingga mengakibatkan bukan hanya satu pihak saja yang merugi, namun akan banyak pengusaha yang juga merugi. Hal ini dikarenakan, Jalan Servo yang diwacanakan pemerintah sebagai jalan khusus truk batubara juga belum jelas.

“Saya berharap ada jalan keluar dari pemerintah. Kalau begini nasib kami akan bagaimana,” katanya sambil bingung dan geleng kepala.

Hal senada juga disampaikan Humas PT Salam Sriwijaya Sukses, Popi Sulaiman. Diakui Popi jika angkutan milik perusahaan stop total, tidak ada aktivitas angkutan sama sekali. Hanya saja dengan adanya peraturan ini maka batubara yang biasanya diangkut oleh truk kini sebagian menggunakan angkutan kereta api.

Tampak truk batubara jenis Colt Diesel banyak parkir panjang tanpa aktivitas.

Sedangkan Eko salah satu sopir truk angkutan batubara di Lahat mengaku kebingungan mencari pekerjaan, karena dengan adanya larangan truk barubara melintasi jalan umum membuatnya saat ini tidak beraktivitas seperti hari-hari biasanya.

“Sekali angkut kita bisanya dapat Rp 200 ribu. Kalau distop, gak tahu mau kerja apa. Bagaimana kita cukupi kebutuhan keluarga dan untuk anak sekolah,” ujar Eko.

Doni selaku Ketua Harian Persatuan Angkutan Batubara Sumsel dari empat Kabupaten yakni PALI, Prabumulih, Muara Enim dan Lahat yang menaungi sekitar 1500 unit armada angkutan truk batubara menegaskan, terpaksa pihaknya menghentikan angkutan batubara.

“Saat ini kita tidak operasi dan semuanya dikandangkan,” ujar Doni.

Diungkapkan Doni, bahwa bila tidak ada perhatian maka demi keadilan pihaknya akan menyetop seluruh angkutan dari tambang ke jalur khusus dan stasiun. Hal ini lantaran angkutan tersebut masih tetap melalui jalur umum.

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Go Green Muba, Gotong Royong Hijaukan Lingkungan

Sekayu, KoranSN Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikenal sebagai daerah yang sangat komitmen dengan mengedepankan konsep ...

error: Content is protected !!