Jalur Perairan Dinilai Rawan Tempat Masuknya Narkoba ke Sumsel

Iswandi bnn
Iswandi Hari.foto-doc/ferdinand/koransn.

Palembang,KoranSN
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Drs M Iswandi Hari,    Minggu (20/11/2016) mengatakan, jalur perairan di Sumsel dinilai jalur rawan yang dapat dilalui jaringan pengedar narkoba untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah Sumsel.

Diungkapkanya, dari itulah saat ini BNNP Sumsel telah membentuk Tim Interdiksi terdiri dari 15 lembaga yang diantaranya yakni; BNNP Sumsel, pihak kepolisian, petugas pelabuhan serta petugas KPLP untuk melakukan antisipasi serta penindakkan terhadap penyelundupan pengedar narkoba di kawasan perairan.

“Rawannya jalur perairan di Sumsel karena para pengedar sabu ini selalu mencermati saat mereka menyelundupkan narkoba. Jika mereka gagal dari jalur darat dan udara, maka para jaringan pengedar narkoba ini masuk ke Sumsel melalui pintu masuk di kawasan perairan yang ada di sungai-sungai di Sumsel. Untuk itulah, kita telah membentuk Tim Interdiksi untuk melakukan antisipasi dan penindakan,” ungkapnya saat ditanya terkait tertangkapnya tersangka Edy Wisnu alias Wisnu (45), pengedar sabu di kawasan perairan Sungai Baung OKI yang telah dibekuk aparat kepolisian Direktorat Polair Polda Sumsel.

Lebih jauh Iswandi mengutarakan, tertangkapnya bandar maupun pengedar narkoba tentunya tidak terlepas dari peran masyarakat yang memberikan informasi kepada penegak hukum. Untuk itu dirinya meminta agar kedepan masyarakat di Sumsel dapat terus ikut berperan dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumsel.

Baca Juga :   Petani di Musirawas Tewas Ditembak Setelah Bergelut dengan Pencuri

“Bahkan belum lama ini kita juga telah melakukan sosialisasi narkoba kepada masyarakat maritim yang berdomisili di pesisir sungai. Tujuannya, agar masyarakat dapat mengerti dengan bahayanya narkoba,” tutupnya.

Terpisah, Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Silegar mengungkapkan, jajarannya akan terus melakukan patroli-patroli di kawasan perairan di Sumsel untuk mengantisipasi peredaran narkoba, khusunya di pemukiman warga yang berdomisili di pesisir sungai.

“Selain melakukan patroli, tiga bulan satu kali kita juga melakukan Program Quick Wins yakni, kegiatan sosialisasi dan himbauan kepada masayarakat yang berdomisili di pesisir sungai, di dekat pangkalan sandar serta para nelayan. Dalam sosialisasi tersebut kita menyampaikan pesan-pesan bahayanya narkoba,” terangnya.

Disinggung terkait penangkapan tersangka Edy Wisnu alias Wisnu, pengedar sabu di kawasan Sungai Baung yang telah ditangkap pihaknya. Apakah narkoba yang diedarkan tersangka berasal dari penyelundupan jaringan pengedar narkoba yang masuk ke Sumsel melalui kawasan perairan? Dikatakan Robinson, jika sejauh ini belum terdapat jaringan pengedar sabu yang masuk ke Sumsel melalui perairan.

“Kalau untuk tersangka pengedar sabu di kawasan Sungai Baung yang telah kita tangkap, tersangka mendapatkan narkoba dari bandar yang ada di darat,” tutupnya.Diketahui, sebelumnya aparat kepolisian Direktorat Polair Polda Sumsel telah meringkus Edy Wisnu alias Wisnu yang merupakan pengedar narkoba jenis sabu yang kerap mengedarkan sabu di kawasan perairan Sungai Baung OKI.

Baca Juga :   Remaja SMP Tenggelam Ditemukan Tewas Mengapung di Bawah Kapal Tongkang

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Tulung Selapan Kecamatan Tulung Selapan RT 04 RW 02 Kabupaten OKI ini, diringkus polisi di rumah yang dikontrak tersangka yang lokasinya berada di pinggiran Sungai Baung, Desa 31 Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 20,2 gram, uang tunai hasil penjualan sabu senilai Rp 8.500.000 serta puluhan plastik klip.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mako Direktorat Polair Polda Sumsel, tersangka Edy Wisnu alias Wisnu mengungkapkan, jika dirinya sudah 10 kali mengambil narkoba jenis sabu kepada bandarnya berinisial ‘I’ (DPO). “Sabu itu saya beli dari ‘I’, kemudian saya jual kembali kepada para pembelinya,” tutup tersangka singkat. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

PK Kembali Panggil Dua Pegawai WIKA Kasus Jembatan Waterfront City

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kembali memanggil dua pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) …