Jambret Ancam Tembak Warga

Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Randi alias Acong (32), tersangka jambret yang melancarkan aksinya di Jalan Musi Raya Simpang Likipali Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang, Selasa (23/10/2018) menjadi amukan warga. Tersangka tertangkap usai korbannya yang merupakan seorang siswi SMP berteriak usai handphone (HP) miliknya dijambret oleh tersangka.

Akibat teriakan korban membuat warga dan pengendara yang melintasi lokasi kejadian mengejar lalu mengepung tersangka. Karena terdesak akan ditangkap hingga membuat tersangka mengeluarkan pistol lalu mengancam menembak warga dengan senjata api.

Namun aksi tersangka Acong ini gagal, setelah ada warga yang mengetahui jika pistol tersebut hanyalah korek api. Akibatnya tersangka diamuk warga hingga kepalanya mengeluarkan darah segar. Beruntung saat kejadian ada pihak kepolisian yang melintas sehingga tersangka langsung dibawa ke Mapolsek Sako guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Tersangka Randi alias Acong mengatakan, korek api yang menyerupai pistol tersebut sengaja dibawanya dari rumah untuk menakuti warga jika aksi jambretnya gagal.

“Karena mirip senjata api makanya saat menjambret saya membawa korek api itu. Jadi dari awal membawa korek api tersebut, niatnya memang untuk menakuti warga jika tertangkap, namun saat menjambret ternyata saya benar-benar tertangkap warga hingga saya mengeluarkannya untuk menakuti warga yang hendak menangkap,” ungkapnya saat diamankan di Mapolsek Sako.

Baca Juga :   Kontraktor Tewas Ditembak di Belakang Dealer Motor

Masih dikatakan tersangka, dirinya nekat mengancam menembak warga karena tidak ada jalan lain untuk kabur dikarenakan terkepung oleh massa yang saat kejadian jumlahnya sangat banyak.

“Saat dikepung warga korek api mirip pistol itu saya pegang, kemudian saya teriak mendekat aku tembak. Awalnya warga ketakutan, namun ternyata ada warga yang tahu jika pistol itu adalah korek api sehingga saya langsung ditangkap dan dipukuli warga,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan tersangka, jika dirinya nekat menjambret HP karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan keluraga.

“Saya ini baru dikeluarkan dari pekerjaan sebagai pegawai gudang. Sebab di perusahaan tempat saya bekerja sedang ada pengurangan karyawan. Karena saat ini saya tidak ada pekerjaan dan butuh uang makanya saya menjambret,” tandasnya.

Baca Juga :   Diduga Korupsi DAK, 3 Pejabat Disdikbud Dijebloskan ke Penjara Rutan Pagaralam

Sementara Kapolsek Sako Palembang, Kompol Ahmad Firdaus mengatakan, dalam aksinya tersangka mengikuti sepeda motor yang dikendarai korban dari belakang. Disaat korban lengah, saat itulah tersangka merampas handphone korban.

“Jadi saat kejadian korban meletakan handphone di bagasi depan sepeda motor matic yang dikendarainya. Kemudian disaat korban melintasi lokasi kejadian, ketika itulah tersangka yang juga mengendarai sepeda motor memepet kendaraan korban lalu merampas handphone tersebut. Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan dan dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 363 KUHP,” tegas Kapolsek. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

PK Kembali Panggil Dua Pegawai WIKA Kasus Jembatan Waterfront City

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kembali memanggil dua pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) …