Rabu , Oktober 24 2018
Home / Lacak / Jambret di Simpang Dr Cipto Ditembak Mati

Jambret di Simpang Dr Cipto Ditembak Mati

Wahyu (kaos putih) dan Rahmad terkapar usai mendapat tindakan tegas dari aparat kepolisian. (foto-istimewa)

Palembang, KoranSN

Wahyu (21), warga Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Serengam I RT 10 RW 04 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Minggu (5/8/2018) pukul 12.50 WIB ditembak mati pihak kepolisian berseragam preman usai melancarkan aksi jembret di Jalan Kirenggo Wirosantiko, tepatnya di Simpang Dr Cipto Kelurahan 30 Ilir Palembang.

Saat beraksi, Wahyu melakukan jambret bersama rekannya tersangka Rahmad Hadi alias Rahmad (32), warga Jalan Ki Gede Ing Suro Gang Rela Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang dengan mengendarai sepeda motor. Adapun korbannya yakni seorang mahasiswi salah satu universitas di Palembang berinisial ‘MT’ (20), yang saat kejaidan korban sedang dibonceng sepeda motor oleh temannya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kapolsek IB II, Kompol Dwi Utomo saat menggelar ungkap kasus jambret yang dilakukan kedua tersangka di Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, dalam kasus ini awalnya sepeda motor yang dikendarai tersangka Rahmad dengan membonceng tersangka Wahyu membuntuti sepeda motor yang ditumpangi oleh korban. Kemudian saat berada di Simpang Jalan Dr Cipto 30 Ilir Palembang, sepeda motor yang ditumpangi oleh korban berhenti karena adanya lampu merah.

“Ketika itulah tersangka Wahyu turun dari sepeda motor membuka tas ransel yang dikenakan korban dari arah belakang. Setelah itu, Wahyu merampas Ipad yang ada di dalam tas tersebut. Namun aksi tersangka ini diketahui oleh korbannya hingga membuat tersangka mendorong korban dan korbanpun terjatuh dari motor. Ketika itulah korban berteriak jambret hingga teriakan korban terdengar oleh anggota kepolisian berbaju preman yang sedang berada di sekitaran lokasi, sehingga petugas langsung mendekati lokasi kejadian,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mahasiswa Dibegal di Jakabaring

Masih dikatakan Kapolresta, saat petugas tiba di lokasi ternyata kedua tersangka berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Melihat hal tersebut anggota langsung memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali. Namun kedua tersangka tidak mengindahkan tembakan peringatan tersebut sehingga anggota memberikan tindakan tegas dan terukur.

“Karena tersangka tidak menggubris tembakan peringatan makanya anggota mengarahkan tembakan ke tersangka. Akibatnya, tembakan polisi mengenai tubuh belakang tersangka Wahyu yang saat itu sedang dibonceng tersangka Rahmad. Bahkan usai ditembak sepeda motor tersangka terjatuh hingga keduanya langsung diamankan petugas,” ungkapnya.

Lanjut Kapolresta, saat diamankan tersangka Wahyu yang tertembak sempat dilarikan ke rumah sakit namun di perjalanan tersangka tewas. Kini jenazah tersangka sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebihlanjut.

“Sementara untuk tersangka Rahmad tidak terkena tembakan polisi. Hanya saja tersangka yang berperan mengendarai sepeda motor ini menderita luka di bagian wajah dan kepalanya akibat jatuh dari motornya saat petugas menembakan senjata api. Kini tersangka Rahmad masih dirawat di UGD Rumah Sakit Bhayangkara yang selanjutnya akan dibawa ke Polsek IB II guna dilakukan proses hukum,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolresta, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika tersangka Wahyu yang tewas ditembak mati merupakan buronan kasus Curas Polsek IB I Palembang, sementara untuk tersangka Rahmad merupakan pelaku copet yang sering melancarkan aksinya di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Baca Juga :   Tembak Mati 3 Tersangka Narkoba, Kapolda: Ada Bukti Saya Sikat Habis Bandar, Pengedar dan Kurirnya

“Meskipun dalam kasus ini satu tersangka tewas ditembak polisi namun kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus dan tersangka lainnya, yang pernah melancarkan aksi kejahatan di Kota Palembang ini,” tandas Kapolresta.

Sementara terangka Rahmad mengatakan, ia melakukan penjambretan setelah diajak oleh rekannya Wahyu yang tewas ditembak polisi. Dalam aksi jambret tersebut dirinya berperan mengendarai sepeda motor sementara Wahyu yang diboncengnya berperan menjambret korban.

“Sebelum menjabret korban, awalnya kami membuntuti kendaraan korban. Kemudian saat sedang mengantri di lampu merah, Wahyu turun membuka tas korban dan langsung mengambil Ipad di tas tersebut. Namun saat hendak kabur, korban berteriak hingga ada polisi datang dan langsung meletuskan senjata api,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, mendengar suara tembakan dari polisi membuat dirinya yang mengendarai sepeda motor panik dan langsung menarik gas motor.

“Saat saya menarik gas motor untuk kabur, tiba-tiba kembali terdengar suara tembakan yang ternyata mengenai Wahyu. Bahkan saat ditembak polisi membuat sepeda motor oleng dan kamipun terjatuh. Baru kali inilah saya menjambret, itupun setelah diajak oleh Wahyu. Sebelumnya memang sudah dua kali saya mencopet di BKB Palembang,” tutup tersangka. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Tim Khusus Antibandit Bekuk Komplotan Pencuri Batubara

Palembang, KoranSN Tim Khusus Antibandit (Tekab) 134 yang dibentuk Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono ...

error: Content is protected !!