Home / Politik dan Pemerintahan / Jangan Gunakan Agama untuk Kepentingan Politik!

Jangan Gunakan Agama untuk Kepentingan Politik!

(foto-ist)

Muratara, KoranSN

Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Muratara mengingatkan semua pihak agar tidak menggunakan agama untuk kepentingan politik.

Ketua GPII Muratara M. Yopi Hediyansyah didampingi Sekretaris GPII Servin Putra mengatakan, kepentingan politik tidak boleh dicampurkan dengan kepentingan agama, apalagi menggunakan ulama sebagai corong informasi politiknya.

Hal ini diungkapkan Yopi untuk menanggapi rencana Bawaslu RI membantu menyusun bahan bacaan atau suplemen pengawasan kepemiluan yang dapat digunakan oleh ulama pada saat mengisi ceramah keagamaan.

“Kami membantu menyusun untuk menjadi suplemen atau bahan bacaan saja. Bawaslu sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk mengatur khutbah atau ceramah Islam. Tetapi memberikan suplemen terhadap materi ceramah dengan memasukkan subtansi pengawasan pemilu untuk menciptakan pemilu yang berintegritas. Diantara isi suplemen tersebut adalah larangan tentang politik uang, berita bohong dan melakukan ujaran kebencian,” kata anggota Bawaslu RI M. Afifuddin.

Dikatakan Yopi, pihaknya tidak sepakat dengan rencana Bawaslu tersebut. “Saran saya lebih baik dikaji ulang terhadap hal tersebut. Jika memang Bawaslu berkehendak mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut mencegah kecurangan dalam proses pilkada cukup lakukan sosialisasi saja ke masyarakat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Yopi merupakan putra asli kelahiran Muratara ini mengaku sangat tidak tepat jika dikatakan langkah Bawaslu bisa mencegah politisasi SARA. (snd)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Ishak-Yudha: Program TPP Bertujuan untuk Meningkatkan Good Governance Sumsel

Palembang, KoranSN Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut ...

error: Content is protected !!