Jangan Suka Tahan Buang Air Kecil, Bisa Picu Gagal Ginjal

Ilustrasi. (foto-net)

Jakarta, KoranSN

Buang air kecil merupakan hal alami bagi setiap orang. Para ahli menyebutkan bahwa buang air kecil atau berkemih harus dilakukan setiap 3 jam sekali.

Hal itu karena kapasitas kantung kemih hanya mampu menampung 300 cc saja, sedangkan saraf pada kantung kemih akan memberi ‘sinyal’ untuk dikosongkan ketika kantung terisi sekitar 200 cc. Selain itu, kantung kemih hanya kuat menampung urine paling lama 30-60 menit lamanya.

Namun sayang, karena padatnya aktivitas harian membuat kegiatan berkemih dinomorduakan. Padahal jika terlalu menahan berkemih akan meningkatkan potensi batu ginjal hingga gagal ginjal.

Baca Juga :   Menkes Ingatkan Forum Anak tentang Imunitas dan Protokol Kesehatan

Pakar urologi dr Rachmat Budi Santoso, Sp.U menyebutkan bahwa kencing mengandung banyak zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

“Zat urine yang tak kunjung dibuang akan mengendap dan mengeras menjadi seperti kerikil, itulah batu ginjal,” ujarnya, Senin (12/3).

Lebih lanjut, menahan kencing juga bisa menyebabkan rasa nyeri hebat, sehingga bisa menghambat aktivitas Anda. Selain itu dr Rachmat menyebut pada kondisi tertentu batu ginjal yang mengendap bisa memicu komplikasi hingga gagal ginjal.

Di sisi lain bahaya yang rentan mengintai adalah Infeksi Saluran Kemih. Rahmat menyebut, wanita paling rentan terkena ISK karena berkaitan dengan lubang vagina dan anus yang berdekatan.

Baca Juga :   Kenali Gejala Nyeri Saraf Terjepit

“Karena pendek, itu memungkinkan bakteri untuk mudah masuk. Biasanya kalau ISK harus ada pemeriksaan lebih lanjut, jika memang ISK pengobatannya dengan antibiotika.” pungkasnya. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasien yang Sembuh Dari COVID-19 Bertambah 3.207 Jadi 199.403 Orang

Jakarta, KoranSN Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 3.207 orang menjadi total 199.403 orang …