Home / Foto / Jarak Pandang di Palembang Mulai Terganggu Kabut Asap

Jarak Pandang di Palembang Mulai Terganggu Kabut Asap

Kabut asap tebal tampak menghalangi jarak pandang dari atas flyover simpang jakabaring menuju jembatan Ampera kota Palembang kamis lalu.- foto Ferdinand/koransn

Palembang, KoranSN

Jarak pandang di Kota Palembang mulai terggangu kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan, terutama saat pagi hari dan menjelang siang. Untuk itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel menghimbau masyarakat untuk berhati-hati mengendarai kendaraan di pagi hari, yakni pukul 04.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, Minggu (8/9/2019) mengatakan, potensi menurunnya jarak pandang di Palembang dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belakangan ini terjadi di kawasan Kabupaten OKI.

“Meskipun demikian untuk kondisi jarak pandang saat ini masih dalam katagori bagus, dan kualitas udara masih dalam kondisi sehat yakni PM 10. Tentunya ini berkat kerja keras Tim Karhutla yang terus memadamkan titik api,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, intensitas kabut asap yakni campuran kabut dan asap pada umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari. Hal ini dikarenakan labilitas udara stabil pada saat tersebut. Fenomena ini juga diindikasikan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, sehingga kondisi langit di malam hari yang saat ini tanpa awan menyebabkan radiasi di permukaan bumi lalu melepas keluar ke atmosfer. Akibatnya, suhu di permukaan menjadi relatif dingin.

Baca Juga :   Pengesahan Perda Terhambat Kelengkapan

“Namun setelah terbit matahari, keadaan udara akan relatif labil hingga partikel kabut asap akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik. Tentunya kondisi ini akan terus berpotensi terjadi karena berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hingga tanggal 11 September 2019 mendatang wilayah Sumsel tidak ada potensi hujan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi Minggu (8/9/2019) didominasi di kawasan OKI.

“Adapun lokasi kebakaran lahan yang terjadi di OKI, yakni di Tulung Selapan, Pengkalan Lampam, Pedamaran, Cengal, Penyandingan dan Tulung Selapan. Sedangkan untuk lokasi lainnya, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Indralaya Utara Ogan Ilir,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pengembang Wajib Serahkan Fasum dan Fasos

Masih dikatakannya, sejauh ini pihaknya belum mengetahui seberapa luas lahan yang terbakar, sebab Satgas Karhulta Sumsel masih fokus memadamkan api dan melakukan pembasahan di lahan yang terbakar.

“Dalam memadamkan api di lahan yang terbakar tersebut, kami juga mengerahkan helikopter water bombing yang merupakan Satgas Udara,” tegasnya.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk kondisi kualitas udara di Kota Palembang yang tampak terlihat kabut asap, sejauh ini kondisnya masih dalam katagori sehat.

“Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, untuk kualitas udara saat ini masih kategori baik. Penjelasan baik, yakni kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemarau Kian Eksrim, Herman Deru Kembali Serukan Sholat Istisqo Berjemaah

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru kembali melanjutkan agenda safari jumatnya. Kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.