Kamis , November 15 2018
Home / Headline / Jaringan Perdagangan Harimau Sumatera Ditangkap Polisi

Jaringan Perdagangan Harimau Sumatera Ditangkap Polisi

GELAR KASUS- Kombes Pol R Djarod Padakova ketika memperlihatkan
GELAR KASUS- Kombes Pol R Djarod Padakova ketika memperlihatkan kulit Harimau Sumatera yang diamankan dari tangan tersangka Suwarno. FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang KoranSN

Aparat kepolisian dari Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kamis (25/2/2016) meringkus Suwarno (42), penjual kulit dan tulang Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Lubukngin Kabupaten Lubuk Linggau ini tertangkap tangan oleh polisi, yang melakukan under cover (penyamaran) di kawasan Lubuk Linggau.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti satu ekor kulit harimau dengan ukuran 1,2 meter, beserta tulang-bulang harimau.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova dalam gelar tersangka dan barang bukti, Jumat (26/2/2016) mengatakan, tersangka berhasil diringkus berdasarkan informasi dari warga yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Dari penyelidikan inilah kita akhirnya melakukan penangkapan terhadap tersangka. Dari tangan tersangka kita amankan kulit satu ekor harimau utuh serta tulang-tulangnya. Hasil pemeriksaan, diketahui tersangka akan menjual kulit beserta tulang harimau tersebut seharga Rp 50 juta,” katanya.

Ditegaskan Djarod, dalam perkara ini tersangka dijerat Pasal 40 UU No 5 Tahun 1995 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Dari pengakuan tersangka jika harimau itu didapatkannya dari rekannya. Namun ini masih terus kita kembangkan,” tegas Djarod.

Ditambahkan Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga, jika Harimau Sumatera itu di dapatkan tersangka dari warga suku pedalaman di kawasan hutan lindung tepatnya di perbatasan antara Musi Rawas dan Jambi.

“Lalu kita memancing tersangka agar keluar. Hingga dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kawasan Lubuk Linggau. Kita menduga perdagangan satwa lindung ini sudah jaringan dan tersangka bukan pertama kali ini melancarkan aksinya. Dari itulah kita terus melakukan pengembangan,” tandasnya.

Sementara tersangka Suwarno mengungkapkan, kulit harimau beserta tulangnya tersebut di belinya seharga Rp 5 juta yang kemudian akan dijualkannya seharga Rp 50 juta.

“Saya membelinya dari suku anak dalam. Namun saat hendak saya menjualkannya seharga Rp 50 juta ternyata yang membelinya polisi hingga sayapun tertangkap. Kalau menjadi penjual kulit Harimau Sumatera, ini baru yang pertama kalinnya,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala BKSDA Sumsel, Nunu Nugraha mengapresiasi Polda Sumsel terkait telah menangkapnya tersangka penjual kulit dan tulang Harimau Sumatera tersebut.

“Untuk Harimau Sumatera saat ini di Sumsel hanya ada sekitar 20 ekoran. Harimau ini berada di hutan lindung seperti di kawasan Muba, Musi Rawas, Sembilang, Hutan Harapan, dan kawasan hutan lindung Suaka Margasatwa (SM) Dangku. Jadi Harimau Sumatera ini hampir punah dari itulah tergolong satwa yang dilindungi,” ungkapnya.

Masih dikatakan Nunu, dengan terungkapnya kasus penjualan satwa lindung ini, kedepan pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan satwa lindung yang ada di Sumsel.

“Bahkan kita terus berkoordinasi dengan Polda Sumsel serta pencita alam untuk bersama-sama melakukan pengawasnya,” tandasnya. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Fitriyanti

Fitriyanti

Lihat Juga

Kembalikan Kerugian Negara Tidak Hapus Pidana Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Palembang, KoranSN Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Rabu (14/11/2018) mengungkapkan, salah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!