Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Jelang Pemilu, UNSRI Jaga Netralitas

Wakil Rektor III Unsri Dr dr M Zulkarnain M Med Sc didampingi ketua masjid Al Ghazali Nurhasan SAg MAg dan kepala UPT MPK Fahmi Yoesmar Ar SH MS saat menggelar jumpa pers di ruang rapat gedung KPA Unsri Palembang, Jumat (22/3/2019).- (foto Ferdinand Deffriyansyah)

Palembang, KoranSN

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada 17 April mendatang, Universitas Sriwijaya (Unsri) selalu menjaga netralitas di lingkungan kampus. Hal tersebut terkait dengan peristiwa di Masjid Al-Ghazali Kompleks Kampus Unsri Indralaya Palembang pada Jumat lalu (15/3) dimana jam digital yang berada di dalam masjid tiba-tiba di layar running text berubah tulisannya ajakan untuk memilih nomor urut pasangan calon (paslon) presiden. Hal tersebut dikatakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr dr M Zulkarnain M Med Sc didampinggi Kepala UPT MPK, Fahmi Yoesmar Ar SH MS, Jumat (22/3).

“Kami menyayangkan peristiwa itu, ada oknum-oknum yang tidak bertangungjawab meretas jam digital tersebut. Mengingat tulisan di jam digital bisa diretas dengan menggunakan jaringan dan wifi yang terkoneksi. Sehingga kami sulit melacak siapa oknum pelakunya meskipun kami sudah menurunkan tim IT Unsri untuk menyelidikinya,”ujarnya.

Dalam upaya menjaga netralitas dikatakannya, upaya yang dilakukan Unsri saat ini dengan menurunkan jam digital tersebut dan mencabut semua perlengkapan yang terkait dengan jam digital sehingga jam digital dan running text tersebut tidak terpasang kembali.

Baca Juga :   Pemerintah Tetapkan Idul Adha 24 September

“Bukan hanya di Masjid Al Ghazali Unsri Indralaya saja yang diturunkan, namun jam digital di Masjid Al Ghazali di Palembang juga diturunkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini kami lakukan untuk menghindari tudingan bahwa Unsri mendukung salah satu paslon presiden,” tuturnya.

Ditegaskannya, lingkungan kampus Unsri mesti netral dan tidak boleh membiarkan adanya kampanye dalam kampus. Unsri tidak pernah memberikan izin dan membiarkan kampanye kepada tim sukses.

“Unsri harus steril dari unsur politik, kita mesti netral, apabila ada yang melakukan kampanye di dalam lingkungan kampus akan dihentikan dan ditindaklanjuti. Apalagi masjid sebagai tempat ibadah tidak boleh dijadikan tempat kampanye,”tuturnya.

Sementara itu Ketua Masjid Al Ghazali Unsri Indralaya, Nurhasan S.Ag, M.Ag menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat detik-detik Azan dikumandangan running text terhenti dan mati sekitar 20 menit selanjutnya saat khutbah Jumat hidup kembali dengan tulisan yang berubah ajakan untuk memilih salah satu nomor paslon presiden.

Baca Juga :   Unsri Jaring Balon Rektor

“Tentu hal tersebut di luar jangkauan kami, karena biasanya informasi yang ditulis memang hal-hal biasa saja. Tidak ada muatan lainnya apalagi politik, ini baru pertama kali terjadi. Selama ini jam digital tersebut dipergunakan sebagai informasi waktu salat, sekaligus kegiatan yang akan berlangsung di masjid tersebut. Selain kedua informasi itu, biasanya jam digital itu berisikan tulisan surat dalam kitab Alquran beserta arti yang diharapkan menjadi pengetahuan bagi jamaah yang berkunjung,” pungkasnya. (ima)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ratusan Atlet Ikuti Palembang Triathlon

Palembang, KoranSN Ratusan atlet profesional maupun amatir dalam dan luar negeri mengikuti Palembang Triathlon yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.