Jembatan Penyeberangan Bantuan Yan Anton Ferdian Nyaris Ambruk

Sejumlah warga menunjukkan jembatan penyeberangan yang rusak parah. (foto/Siryanto)

Banyuasin, KoranSN

Jembatan penyeberangan sepanjang 7 Meter yang menjadi akses bagi ratusan petani yang hendak ke sawah di Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa, kondisinya sudah rusak parah bahkan nyaris ambruk.

Pantauan, Kamis (9/3/2017), jembatan ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, sebab lantai jembatan banyak yang patah dan tiang jembatan miring.

Diketahui, jembatan kayu ini dibangun sekitar tahun 2013 silam saat menjelang kampanye calon Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Ketika itu Yan Anton berkunjung menemui para petani di Gapoktan kemudian memberikan bantuan dana sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan jembatan penyebrangan tersebut.

Pembangunan jembatan dilakukan petani dengan cara swadaya dan gotong royong serta dibantu dana oleh calon Bupati Yan Anton kala itu. Kini kondisi jembatan sudah mulai rusak dan butuh perbaikan.

Ketua Gapoktan Rangga Sentosa Ismail saat diwawancarai mengatakan, jembatan tersebut sudah harus di perbaiki mengingat jembatan itu urat nadi petani.

Baca Juga :   Mabes TNI Tinjau Penyelesaian Kegiatan TMMD Lahat

Dikatakan Ismail, kalau tidak ada halangan sebentar lagi para petani di Gapoktan Rangga Sentosa mulai akan memanen padi dan mau tidak mau petani harus gotong royong lagi.

Dana untuk rehab jembatan diperkirakan habis Rp 1 juta lebih, sekedar untuk tampal sulam saja sebab kalau mau di buat secara permanen kasihan petani kalau dipunguti uang.

“Memang cita-citanya inginnya kami pengurus gapoktan disini jembatan tersebut direhab permanen saja, agar tahan puluhan tahun dan bisa dilalui R 4,” ujar Ismail.

Ismail mengatakan, kalau dibuat jembatan permanen rasanya tidak mungkin, sebab petani sedang mengalami kerugian akibat sebagian gagal panen.

“Saya belum tahu persis berapa yang panen dan yang tidak panen akibat serangan hama tikus, yang penting kita butuh rehab jalan karena masih banyak juga yang memarkir kendaraan akibat takut jembatan patah,” terang Ismail.

Baca Juga :   Wako Alpian Segera Resmikan Bumi Perkemahan Besemah

Terpisah, Ketua BPD Desa Santan Sari Eko saat dikonfirmasi mengatakan, untuk bantuan jembatan tidak bisa direalisasikan, karena sudah melewati batas waktu penganggaran, apalagi memang anggaran desa banyak yang dipangkas dari pemerintah.

“Kalau desa sendiri belum bisa membantu, karena pembahasan RPJMDesa sudah lewat, saya sarankan minta bantu ke PT perkebunan, nanti desa yang minta ke perusahaan,” jelas Eko.

“Ya nanti kami yang panggil perusahaan di sana, minta di bantu alat berat supaya bisa ditimbun, dan petani tidak terganggu saat panen,” pungkas Eko. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Kapolres OKU Timur dan 35 Anggota Dianugerahi Penghargaan Oleh Kapolda

OKUT, KoranSN Di tengah kesibukannya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri …