JMSI Apresiasi Polri Kedepankan Preemptive dan Preventive Penanganan Kasus UU ITE

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto-Istimewa)

Jakarta, KoranSN

Langkah Polri mengedepankan upaya preemptive (pendahuluan) dan preventive (pencegahan) dalam menangani kasus yang berkaitan dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), diapresiasi organisasi perusahaan media massa berbasis internet, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Dalam keterangannya, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengatakan, pihaknya berharap Virtual Police yang akan dikerahkan Polri untuk memantau perbincangan di dunia maya dapat sungguh-sungguh bekerja untuk membantu pertukaran gagasan di dunia maya lebih produktif dan konstuktif, yang artinya menjaga iklim demokrasi.

Baca Juga :   Peneror Novel Baswedan Kian Buram, Polisi Belum Menyerah

Virtual Police yang dikerahkan itu juga diharapkan benar-benar dapat membedakan karya jurnalistik yang dihasilkan perusahaan pers dengan pernyataan-pernyataan personal yang disampaikan para pemilik akun media sosial baik yang jelas identitasnya maupun yang anonimus.

Mantan anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu mengutip data monitoring Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers yang mengatakan, bahwa sepanjang 2020 lalu setidaknya sepuluh pekerja pers yang sedang melaksanakan tugas profesi dijerat dengan UU ITE, terutama pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik, dan pasal 28 ayat (2) tentang ujaran kebencian. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Kapolda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Oknum yang Anarkis

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pengamat: Kebijakan Strategis Bisa Diambil Alih Wagub Sulsel

Makassar, KoranSN Pengamat Administrasi Publik Unhas Andi Ahmad Yani mengatakan, kebijakan strategis bisa diambil alih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.