Jokowi: Bantuan Dari Pemerintah Harus Dimanfaatkan dan Tepat Sasaran

Kunker Presiden Jokowi di lapangan SMAN 1 Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Berbagai agenda yang dilakukan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan ke Palembang ibukota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (22/1/2018).

Seperti membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di halaman SMAN 1 Palembang, penyerahan 5.534 sertifikat tanah gratis kepada masyarakat di Gedung PSCC Jalan Pom IX Palembang, hingga membukaan kongres XXX dan sidang mahasiswa permusyawaratan anggota XXIX yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Diketahui dalam pembagian KIP, sebanyak 1700 siswa di Palembang yang mendapatkan KIP, terdiri dari; 115 siswa SD, 402 siswa SMP, 200 siswa SMA, 255 siswa SMK, 134 siswa kesetaraan paket A, 24 siswa kesetaraan paket B dan14 siswa kesetaraan paket C. Dimana dalam penyalurannyasiswa SD mendapat bantuan Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu dan SMA/SMK Rp 1 juta.

Sementara untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Presiden
menyerahkan bantuan bagi 994 keluarga prasejahtera melalui Kartu Program Keluarga Harapan. Dengan bantuan tersebut, setiap keluarga diberikan bantuan sebesar Rp1,89 juta setiap tahunnya.

Baca Juga :   Gubernur Apresiasi Pembangunan Pendidikan Islamic Center

Presiden Jokowi mengatakan, bagi masyarakat yang telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik KIP, PKH serta sertifikat tanah
harus dimanfaatkan dan tepat sasaran. Jangan disalah gunakan, seperti diperuntukan dengan hal yang bukan pada porosnya, misalnya membeli pulsa dan rokok.

“Uang KIP harus dipergunakan untuk kebutuhan anak bersekolah kalau dibelikan pulsa, maka KIP bakal ditarik kembali. KIP tujuannya agar siswa bisa sekolah, sedangkan PKH agar masyarakat hidup lebih sejahtera. Jadi kita bagaikan bersamaan,” ungkap Jokowi saat berada di SMAN 1 Palembang.

Sementara itu, pada saat membagikan sertifikat tanah kepada ribuan masyarakat Sumsel di gedung PSCC Palembang, mantan Walikota Solo ini berpesan kepada penerima sertifikat tanah gratis dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) agar sertiifikat dijaga sebaik mungkin, lantaran ini tranda bukti yang sah. Jadi, apabila suatu saat ada sengketa, pihak manapun tidak bisa mengklaim hak atas tanah tersebut.

Baca Juga :   Bandar Narkoba Tewas Tertembak Tim Gabungan

Jokowi menghimbau, bagi penerima sertifikat harus segera difotokopi dan kemudian sertifikat tersebut disimpan dalam plastik. Hal itu guna menghindari kerusakan dan hilangnya sertifikat tanah gratis.

“Bagi yang telah pegang sertifikat, setelah pulang segera difotokopi dan yang asli diberikan plastik agar terhindar dari basah dan difotocopi, karena kalau hilang gampang diurus ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kemudian janga digadaikan atau ‘disekolahkan’, manfaatkanlah untuk tepat sasaran, seperti dijadikan modal usaha dan jangan digadaikan untuk foya-foya,” jelas Jokowi.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemerintah Tetapkan 9 Desember 2020 Sebagai Libur Nasional

Jakarta, KoranSN Pemerintah menetapkan hari pemungutan suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 sebagai libur nasional …