Jokowi Kaji Lagi Rencana Jenderal Polisi Jadi Pj Gubernur

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri). (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Presiden Joko Widodo tengah mempertimbangkan lagi rencana menugaskan sejumlah jenderal polisi untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur di daerah yang tahun ini menyelenggarakan Pilkada. Ini setelah mendapat reaksi publik, yang banyak menentang rencana itu karena dikhawatirkan bisa tidak netral.

Demikian ungkap Juru bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo. Dia mengingatkan bahwa tahun 2016 memang pernah diangkat anggota Polri aktif untuk menjadi kepala daerah saat Pilkada. Tetapi, tidak ada reaksi seperti yang sekarang ini.

“Namun, ada kritikan, masukan dari publik. Tentu ini akan jadi bahan pertimbangan Pak Presiden untuk memutuskan, apakah usulan Pak Mendagri ini disetujui atau tidak,” kata Johan, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Baca Juga :   Dukung Budaya Anti Korupsi, OJK Raih Penghargaan dari KPK

Johan mengatakan, sudah berbicara dengan Mendagri Tjahjo Kumolo. Salah satu alasan mengkaryakan polisi jadi adalah pejabat eselon 1 di Kemendagri tidak mencukupi untuk menjadi pejabat gubernur.

Johan menjelaskan, sebenarnya tidak ada aturan perundang-undangan yang dilanggar dengan mengangkat polisi aktif.

“Ini bukan hal baru dan tidak ada juga bertentangan atau pelanggaran secara aturan perundang-undangan. Namun demikian, ada kritikan masukan dari publik tentu ini akan jadi bahan pertimbangan Pak Presiden untuk memutuskan apakah usulan Pak Mendagri ini disetujui atau tidak,” lanjut mantan juru bicara KPK itu. (viva.co.id)

Baca Juga :   Kemendagri: 69 Petahana Langgar Protokol COVID-19, Hanya Empat Patuh
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bom Bunuh Diri di Pasar Baghdad Tewaskan Sejumlah Orang

Baghdad, KoranSN Pelaku bom bunuh diri yang memasang alat peledak di rompi menewaskan sedikitnya tujuh …