Kamis , November 15 2018
Home / Nasional / Jokowi-Ma’ruf Prabowo-Sandiaga

Jokowi-Ma’ruf Prabowo-Sandiaga

Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. (Sumber Foto:IG Jokowi/IG Sandiuno/IST)

Jakarta, KoranSN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Cawapresnya pada Pilpres 2019. Ketum MUI KH Ma’ruf Amin resmi diumumkan jadi Cawapres. Sementara Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno jadi Cawapresnya. Bagi Prabowo, Sandiaga adalah pilihan terbaik.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

“Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari Parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma’ruf Amin,” ujarnya lagi.

Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh Ketum Parpol Koalisi Indonesia Kerja. Para pendukung Jokowi juga sudah berada di lokasi.

Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Sinyal Ma’ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, Rabu (8/8/2018). Jokowi dan Ma’ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Sementara itu Capres Prabowo Subianto mengatakan, keputusan ini tidak mudah dan melelahkan, karena prosesnya sudah berlangsung berhari-hari, dan berunding dengan semua partai termasuk Partai Demokrat dan bertemu tokoh-tokoh bangsa lainnya.

“Sandiaga merupakan pilihan terbaik dari yang ada,” kata Prabowo Subianto di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2108).

Prabowo meminta Sandiaga mundur dari Gerindra. Sandiaga juga akan mundur dari posisi Wagub DKI.

“Beliau bersedia mundur dari jabatan-jabatan itu untuk bisa diterima,” ujar eks Danjen Kopassus itu.
Duet Prabowo-Sandiaga disokong Gerindra, PAN, dan PKS. Prabowo mengapresiasi PAN dan PKS yang rela mengikhlaskan posisi cawapres untuk Sandiaga.

Terpisah, Partai Demokrat menolak duet Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Sikap Partai Demokrat sampai pukul 22.30 WIB malam ini adalah menolak pencawapresan Sandi Uno,” kata Wasekjen PD Andi Arief, Kamis (9/8/2018).

Andi membeberkan alasan mereka menolak duet Prabowo-Sandi. Menurutnya, pasangan itu melanggar kode etik koalisi.

“Karena melanggar etik koalisi (Sandiaga) berasal dari Partai Gerindra, sama dengan Capres Prabowo,” jelas Andi.

Bagi Andi, alasan Prabowo tak menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres tak masuk akal. Mereka belum menerima keputusan itu.

“Belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY karena PAN dan PKS menolak,” ujar Andi.
Menurutnya, penolakan terhadap Sandi bukan berarti melanggar hak Prabowo sebagai Capres yang bebas menentukan Cawapres. Kaitan dengan PAN dan PKS-lah yang membuat Demokrat masih tak terima.

“Sikap Partai Demokrat menolak Sandi Uno bukan melanggar etika. Capreslah yang punya hak menentukan Cawapres. Sikap Demokrat adalah sesuai dengan asas keadilan di mana Prabowo meng-entertaint penolakan PAN dan PKS terhadap kader Demokrat AHY,” sebutnya.

Sedangkan Mahfud MD, Cawapres yang sempat menguat untuk mendampingi Jokowi menyatakan menerima keputusan Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin.

“Menurut saya, biasa dalam politik. Itu tidak apa-apa, kita harus lebih utamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud atau Ma’ruf Amin,” kata Mahfud Md kepada wartawan.

Mahfud menegaskan keputusan Jokowi ini tidak melawan aturan. Dia mendukung keputusan Jokowi ini.

“Kita terima ini sebagai keputusan. Proses sudah konstitusional. Kita dukung, negara ini harus terus berjalan,” pungkasnya. (detikcom)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

PTUN Jakarta Perintahkan KPU Masukkan OSO Jadi Caleg DPD

Jakarta, KoranSN PTUN Jakarta memerintahkan KPU memasukkan nama Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai calon DPD ...

error: Content is protected !!