Home / Seputar Polresta / JPU Tolak Eksepsi Terdakwa Dugan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel

JPU Tolak Eksepsi Terdakwa Dugan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel

Terdakwa Augustinus Judianto saat menjalani sidang di PN Tipikor Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Kamis (7/11/2019) menolak eksepsi (keberataan dakwaan) Komisaris PT Gatramas Internusa, Ir Augustinus Judianto selaku terdakwa dugaan korupsi kredit modal Bank Sumsel Babel (BSB) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Ketua Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Adi Purnama saat membacakan jawaban terkait eksepsi terdakwa di persidangan mengatakan, pada sidang sebelumnya terdakwa melalui kuasa hukumnya telah mengajukan eksepsi yang diantaranya menilai jika perkara ini bukanlah tindak pidana melainkan perdata.

“Menjawab dan menanggapi eksepsi tersebut maka kami selaku JPU menyatakan menolak eksepsi terdakwa yang disampaikan oleh kuasa hukumnya. Sebab, perkara ini merupakan perkara dugaan pidana korupsi bukanlah perdata. Selain itu, hal tersebut sudah masuk dalam materi persidangan,” tegasnya.

Masih dikatakannya, jika pihaknya juga menolak point eksepsi terdakwa yang menilai dakwaan JPU tidak cermat dalam pembuktian peran dan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa.

“Kepada Yang Mulia Majelis Hakim, dalam persidangan ini kami sampaikan jika untuk eksepsi terdakwa terkait peran dan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa, itu sudah masuk materi persidangan. Oleh karena itu kami juga menolak eksepsi tersebut karena hal itu nantinya ada dalam pembuktian di persidangan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Adi Purnama, begitu juga tentang audit kerugian negara yang berada dalam dakwaan yang dinilai kuasa hukum terdakwa kerugian negara tidak diuraikan.
“Kami jelas menolak hal tersebut, karena untuk kerugian negara yang terjadi dalam dugaan kasus ini nantinya akan

kami buktikan dalam persidangan,” katanya.
Dilanjutkan, oleh karena itu dalam persidangan ini pihaknya menolak semua dalil yang diajukan kuasa hukum

terdakwa pada ekspesi yang telah dibacakan dalam sidang sebelumnya.“Penolakan kami tersebut karena semua eksepsi terdakwa sudah diluar Pasal 156 ayat (1) KUHP. Untuk itu kami

menolak semua eksepsi terdakwa melalui kuasa hukumnya, dan kami tetap pada dakwaan kami,” tandas JPU.

Usai mendengarkan jawaban dan tanggapan Tim JPU Kejati Sumsel atas eksepsi kuasa hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH didampingi Hakim Anggota Adi Prasetyo SH MH dan Dr Saepudin SH MH menutup serta menunda persidangan hingga Kamis mendatang dengan agenda putusan sela.

Baca Juga :   Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Segera Disidang

“Sidang kami tutup dan kembali dibuka pada Kamis 14 November 2019 dengan agenda putusan sela, yang akan kami bacakan dalam persidangan,” ujar hakim.

Sedangkan Noviriyanti selaku Kuasa Hukum terdakwa Augustinus Judianto enggan berkomentar terkait ditolaknya eksepsi pihaknya oleh Jaksa Penutut Umum.

“Nanti saja kita lihat dalam sidang Kamis depan dengan agenda putusan sela dari Majelis Hakim,” singkatnya usai persidangan.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda dakwaan yang digelar, Kamis (17/10/2019) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, terdakwa Ir Augustinus Judianto selaku Komisaris dan juga pemilik saham PT Gatramas Internusa didakwa JPU Kejati Sumsel dengan Pasal 2 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 tersebut, adapun ancaman terdakwa dalam dugaan kasus ini yakni minimal 1 tahun dan 4 tahun penjara,” tegas Ketua Tim JPU Kejati Sumsel, Adi Purnama kala itu.

Diungkapkannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat terdakwa Augustinus Judianto bertemu Direktur Utama Bank Sumsel Babel yang saat itu dijabat oleh Muhammad Adil dalam suatu acara yang digelar di kawasan Jenderal Sudirman Palembang.

“Pada acara tersebut terdakwa Augustinus Judianto berkenalan dengan Muhammad Adil. Kemudian terdakwa menanyakan terkait pinjaman kredit modal usaha, sehingga saat itu Muhammad Adil menawarkan terdakwa fasilitas kredit modal usaha Bank Sumsel Babel,” ujarnya.

Menurutnya, tak lama dari pertemuan tersebut terdakwa mengajukan pinjaman kredit modal usaha ke Bank Sumsel Babel sesuai tawaran fasilitas kredit yang disampaikan oleh Muhammad Adil kepada terdakwa saat pertama kali mereka berkenalan.

“Dalam pengajuan pinjaman kredit ini, terdakwa Augustinus Judianto dan Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan menjaminkan agunan berupa mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem dan dua bidang tanah kepada pegawai Bank Sumsel Babel. Setelah menyerahkan agunan tersebut kemudian sekitar tanggal 28 Mei 2014 terdakwa melakukan tandatangan perjanjian kontrak (PK) dengan pihak Bank Sumsel Babel, yang ketika itu dilakukan di lantai 8 Kantor Pusat Bank Sumsel Babel di Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kesal Jadi Motif Pembina MOS SMA Taruna Palembang Pukul Siswa dengan Bambu Hingga Tewas

Masih dikatakannya, setelah dilakukan PK tersebut akhirnya PT Gatramas Internusa mendapat bantuan kredit modal usaha dari Bank Sumsel Babel senilai Rp 15 miliar, yang penyaluran kredit tersebut dilakukan dua tahap.

“Namun setelah menerima bantuan kredit modal usaha, ternyata terdakwa tidak melakukan pembayaran cicilan kredit. Bahkan saat PT Gatramas mendapatkan pekerjaan sebagai sub kontraktor dalam pembangunan Pabrik PT Pusri 2 B di Palembang, Muhammad Adil yang saat itu menjabat Direktur Utama Bank Sumsel Babel melakukan komunikasi dengan terdakwa melaui telepon guna mempertanyakan pembayaran cicilan pokok hutang kredit yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, usai komunikasi tersebut lalu di tahun 2015 terdakwa Augustinus Judianto bersama Direktur PT Gatramas Internusa, Hery Gunawan (telah meninggal dunia) melakukan pertemuan dengan pihak Bank Sumsel Babel guna membahas tunggakan hutang kredit yang belum dibayarkan.

“Dalam pertemuan tersebut terdakwa menyampaikan meminta waktu hingga tahun 2016 untuk membayarkan semua tunggakan hutang kredit. Adapun alasan terdakwa belum dapat membayarkan hutang kredit tersebut lantaran masih menunggu pembayaran dari sejumlah proyek yang dikerjakan oleh PT Gatramas Internusa,” terangnya.

Menurutnya, lalu di tahun 2017 ternyata PT Gatramas Internusa dinyatakan pailit hingga terdakwa tidak dapat membayarkan semua hutang pokok dan bunga dari kredit modal usaha yang diberikan oleh Bank Sumsel Babel.

“Nah, berdasarkan penyelidikan Kejati Sumsel dari kejadian tersebut, ternyata sejak awal agunan yang diajukan terdakwa, yakni berupa mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem dan dua bidang tanah yang diserahkan kepada Bank Sumsel Babel tidak sesuai dengan nilai kontrak kredit sehingga dalam dugaan kasus ini negara mengalami kerugian senilai Rp 13 miliar lebih,” terang JPU saat itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelaku Bobol Rumah Angkut Hasil Curian dengan Angkot Lemabang

Palembang, KoranSN Andre Rahmat Kurnia (26), warga Jalan Sersan Zaini Lorong Kebumen Kecamatan IT 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.