Home / Go Sport / Junaidi Cetak Hattrick, Ketum BASRI Sumbang Satu Gol

Junaidi Cetak Hattrick, Ketum BASRI Sumbang Satu Gol

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia



Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak pertandingan Timnas All Star melawan tim Selection All Star Lahat A di Stadion Gelora Serame, Lahat, Rabu (9/1/2019). (Foto-Istimewa)

Lahat, KoranSN

Timnas All Star pesta gol melawan tim Selection All Star Lahat A di Stadion Gelora Serame, Lahat, Rabu (9/1/2019). Tim besutan Nasir Salassa ini menang telak 6-0.

Di laga ini, mantan striker Arema Achmad Junaidi mencetak hattrick menit ke-29, 55 dan 74. Masing-masing satu gol disumbang Eddy Sofyan (Ketum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia) menit ke-32, lalu Amirul Mukminin menit ke-41 dan Mahyadi Panggabean di menit ke-71.

Usai pertandingan, Pelatih Kepala Timnas All Star, Nasir Salassa mengatakan, cukup puas dengan kerja anak asuhnya. Tapi lawan tiga level dari anak asuhnya membuat permainan memang timpang. Anak asuhnya menguasai sepanjang pertandingan.

Baca Juga :   Huddersfield Promosi ke Premier League

Timnas All Star terlalu kuat bagi tim Lahat Selection. Tapi, pertandingan cukup menghibur bagi masyarakat Lahat.

“Penyelesaian akhir baik, tapi sulit juga lihat itu karena lawan memang jauh dibawah pemain Timnas,” katanya.

Nasir juga memberikan pujian pada kualitas lapangan di Lahat. Di laga ini, anak asuhnya bermain cukup enjoy karena memang tanah cukup rata dan rumput juga lumayan tebal.

Menurutnya, pemain sama sekali tidak kesulitan menerapkan taktik dan strategi yang disiapkan sebelum pertandingan.

“Sekarang kita istirahat, karena Jumat nanti menyisakan satu laga lagi melawan tim lokal Lahat,” ucapnya.

Baca Juga :   Indonesia Resmi Didiskualifikasi dari Pra Piala Dunia 2018

Sementara Tim Selection All Star Lahat, Iwan tak bisa berkata banyak. Dia mengatakan, jika anak asuhnya kalah kelas dari pemain legenda Timnas All Star.

Dikatakannya, jika pemain Timnas All Star mempunyai skill dan pengalaman. Sentuhan pemain dan koordinasi sangat baik, meski Wijay dan kawan-kawan baru tergabung dalam tim dan anak asuhnya lebih lama, Timnas All Star lebih kompak.

“Tapi meski kalah, pemain sudah berikan yang terbaik. Apa yang mereka lakukan sekarang sudah sangat maksimal. Persiapan kita juga sangat minim,” jelasnya.

Diungkapkannya, dalam satu pekan anak asuhnya memang rutin lakukan dua sampai tiga kali. Tapi itu hanya latihan buat senang-senang saja, bukan untuk level seperti melawan legenda Timnas.

“Itu jadi pengalaman bagi kita, ini laga persahabatan yang sangat menghibur,” ujarnya. (rob)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ukraina Juara Piala Dunia U-20 2019

Polandia, KoranSN Ukraina keluar sebagai juara di Piala Dunia U-20 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.