Kakak Beradik Kedapatan Miliki Senjata Api Ilegal

Dua tersangka (tengah menggunakan baju tahanan) saat diamankan di Mako Dit Polair Polda Sumsel. (Foto-Dit Polair Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Kadarisman (44), warga Jalan Pusekesmas Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin dan Koriansyah (30), warga Jalan Mandiri Mas Lampung Selatan yang keduanya merupakan kakak beradik, ditangkap aparat kepolisian dari Subdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel lantaran masing-masing memiliki senjata api ilegal.

Keduanya ditangkap saat berada di kawasan Desa Prajen Kelurahan Mariana Banyuasin. Dari penangkapan kedua tersangka diamankan barang bukti; dua pucuk senjata api rakitan ilegal dan delapan amunisi.

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson DP Siregar melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Zahrul Bawadi mengatakan, kedua tersangka ditangkap setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan.

Menurutnya, awalnya polisi menangkap tersangka Koriansyah, dengan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan dengan empat amunisi. Kemudian polisi melakukan pengembangan hingga diketahui jika tersangka Koriansyah mendapatkan senjata api tersebut dari kakak kandungnya yakni, Kadarisman hingga akhirnya petugas juga membekuk tersangka Kadarisman.

Baca Juga :   PNS Rumah Sakit Jadi Korban Hipnotis

“Dari tangan tersangka Kadarisman ini polisi juga mengamankan satu pucuk senjata api rakitan dan empat butir amunisi. Jadi dari kedua tersangka kita mengamankan barang bukti dua pucuk senjata api,” jelasnya.

Masih dikatakannya, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Kadarisman diketahui jika dua senjata api ilegal tersebut didapatkan dengan cara membelinya di kawasan Sungai Ceper Kabupaten OKI.

“Tersangka mengaku membelinya dengan ‘ML’ (DPO) seharga Rp 1.500.000 untuk satu pucuk senjata api tersebut. Dengan tertangkapnya kedua tersangka saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku ‘ML’,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mako Polair Polda Sumsel untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga :   Gara-gara Memberi Nasehat, Warga Sanga Desa Nyaris Tewas Usai Ditikam Pisau

“Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Plt Kajati Sumsel Tegaskan Tidak Ada Intervensi Dalam Proses Penyidikan Dugaan Korupsi PT PDPDE

Palembang, KoranSN Plt Kajati Sumsel, Oktovianus, Senin (30/11/2020) menegaskan, jika tidak ada intervensi yang dialami …