Home / Nasional / Kakek Tajir Nikahi Gadis 30 Tahun Bermahar Rp 1 M

Kakek Tajir Nikahi Gadis 30 Tahun Bermahar Rp 1 M

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia



Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak suasana Kakek saat nikahi gadis 30 tahun. (foto-net/detiknews.com)

Bone, KoranSN

Kakek tajir di Bone, Sulsel, M Alwi Daeng Makkelo (70), resmi menikahi pujaan hatinya, Andi Nurfhaidah sang gadis yang masih berusia 30 tahun. Pernikahan mereka dilaksanakan dengan resepsi yang meriah.

Resepsi pernikahan kakek tajir dengan gadis itu digelar di rumah mempelai wanita, di Dusun Teko, Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Minggu (19/8/2018). Resepsinya bahkan membuat lalin di lokasi macet.

Lalu, siapakah Alwi? Ia merupakan pengusaha di bidang pengembang properti. Ia merupakan warga Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Macanang, Tanate Riattang Barat, Bone. Alwi kini menjabat dirut di perusahaan itu.

Duda ditinggal mati ini telah memiliki 3 anak yang sudah dewasa. Salah seorang anak merupakan pengusaha sukses dan punya nama dalam skala nasional untuk sejumlah bisnis properti.

Baca Juga :   Kesehatan Ani Yudhoyono Terus Membaik

Untuk mempersunting pujaan hati, sang kakek tajir tak main-main. Mahar senilai Rp 1 miliar disiapkan. Mahar nya mulai dari uang tunai ratusan juta, perhiasan hingga mobil jenis compact SUV.

Minggu 19 Agustus pun jadi momen bahagia sang kakek dan istrinya. Mahar senilai Rp 1 miliar itu tetap dipajang bahkan mobilnya diparkir di halaman pesta.

Rombongan mobil pengantar mempelai lelaki bahkan berjejeran sekitar 100 meter di sisi jalan dan sempat memacetkan jalan Poros Bone-Sinjai. Prosesi juga mempersembahkan beragam tradisi adat budaya. Di antaranya, sejumlah gadis dayang-dayang cantik berpakaian baju adat baju bodi dengan membawa payung bertelekan pernik hiasan nampak mengiringi kedua mempelai memasuki ruang tenda pelaminan.

Baca Juga :   Jenderal Moeldoko Rancang Mobil Berperisai untuk TNI

Andi Mappamadeng selaku keluarga dekat mempelai wanita mengungkapkan beberapa persepsi publik yang perlu diluruskan. Dia menegaskan, pihaknya tidak mau membesar-besarkan masalah ini.

“Ini sebenarnya kami tidak membesar-besarkan perkawinan ini. Dalam adat budaya Bugis itu memang ada yang namanya budaya pemberian mahar. kami selaku pihak mempelai wanita tidak pernah meminta mahar sebanyak itu, tapi memang pihak pria yang menawarkan sekian,” terang Andi Mappamadeng, di lokasi pesta.

“Kami di sini, apalagi warga Bone tidak pernah mendewakan yang namanya uang, jadi mohon jangan disalahartikan. Budaya mahar seperti ini biasa di Bone,” lanjut Mappamadeng. (detikcom)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

BPN Minta Pendukung Ikuti Imbauan Prabowo Agar Tak Hadir ke MK

Jakarta, KoranSN Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi meminta pendukung Prabowo-Sandi mengikuti imbauan Prabowo agar tidak hadir …