Kalah Pra Peradilan, ‘JA’ Segera Diperiksa Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Lahan Kuburan di OKU

Kombes Pol Antony Setyawan. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Gugatan ‘JA’ atas penetapan tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan TPU atau kuburan oleh Polda Sumsel, Senin (13/1/2020) kalah dalam sidang pra peradilan yang digelar di Pengadilan Negeri Baturaja. Oleh karena itu dalam waktu dekat ‘JA’ segera diperiksa Polda Sumsel dengan status tersangkanya.

Demikian ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Kusus Polda Sumsel, Kombes Pol Antony Setyawan.
Menurutnya, dalam sidang pra peradilan tersebut Majelis Hakim menolak semua gugatan yang diajukan ‘JA’ kepada Polda Sumsel.

“Jadi, dalam sidang pra peradilan gugatan ‘JA’ ditolak hakim. Sehingga Polda Sumsel menang dalam sidang pra peradilan tersebut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dengan menangnya Polda Sumsel dalam sidang pra peradilan maka dalam waktu dekat Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel segera menjadwalkan pemeriksaan ‘JA’ sebagai tersangka.

“Sebenarnya belum lama ini yang bersangkutan ini sudah kita panggil sebagai tersangka, namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sakit. Oleh karena itu dengan ditolaknya gugatan ‘JA’ dalam sidang pra peradilan tersebut maka kami segera memeriksanya sebagai tersangka,” terangnya.

Baca Juga :   Penyelundupan 334,97 Ton Minyak Ilegal Digagalkan Polda Sumsel

Dilanjutkannya, pihaknya menetapkan kembali ‘JA’ sebagai tersangka setelah menemukan bukti yang baru usai dugaan kasus tersebut di-SP3.

“Karena adanya bukti baru maka kami menetapkannya kembali sebagai tersangka. Selain itu dalam proses penetapan tersangka ini, dilakukan penyidik sesuai aturan yang berlaku, dimana ‘JA’ sebelumnya telah diperiksa lebih dulu sebagai saksi,” tandasnya.

Terpisah, Titis Rahmawati selaku kuasa hukum ‘JA’ saat dikoonfirmasi Suara Nusantara mengatakan, pihaknya menghormati keputusan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja yang telah menolak gugatan kliennya ‘JA’.

“Kita hormati putusan hakim tersebut, dan kami akan mendampingi ‘JA’ dalam proses hukum yang berjalan,” katanya.

Diungkapkannya, jika nanti ‘JA’ akan memenuhi panggilan Polda Sumsel untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Kondisi ‘JA’ saat ini masih sakit walaupun sudah pulang ke rumah usai dirawat di rumah sakit. Nanti jika ‘JA’ sudah sembuh, tentunya akan kami hadirkan untuk diperiksa penyidik Polda Sumsel,” tutupnya.

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini ‘JA’ ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 9 September 2016 saat Kapolda Sumsel masih dijabat oleh Irjen Pol Djoko Prastowo.

Kemudian seusai ditetapkan tersangka, dua kali ‘JA’ diperiksa penyidik Polda Sumsel dengan status tersangka, yakni pada Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016. Akan tetapi tak lama kemudian ‘JA’ menggugat Polda Sumsel atas status tersangkanya tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, hasilnya ‘JA’ kala itu memenangkan pra peradilan.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang, Kontraktor Proyek Hadapi Vonis Hakim

Diketahui dalam proyek pengadaan lahan TPU ini menggunakan anggaran APBD tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Dimana berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel dalam dugaan kasus tersebut diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Bahkan dalam perkara ini, empat tersangka lainnya yakni; Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU) dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan) pada tahun 2016 lalu telah divonis oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polisi Usut Kematian Nelayan Korban Tabrakan Kapal Tunda

Kendari, KoranSN Aparat Kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kematian nelayan La Idar (40), yang mengalami …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.