Home / Wawancara / Kalau Masih Ugal-ugalan, Stop Truk Batubara

Kalau Masih Ugal-ugalan, Stop Truk Batubara

ilustrasi/netKETUA DPRD Sumsel H M Giri Ramanda N Kiemas mengakui, saat ini banyak oknum penambang batubara dan truk-truknya yang tidak bisa menertibkan diri, hingga membuat kekacauan dan ugal-ugalan saat melintas di jalan raya.

Dari itulah ia berpendapat agar menyetop para penambang batubara dan para sopir truk apabila, dalam waktu dekat mereka tidak dapat dengan segera membenahi diri. “Saya lihat yang terjadi memang seperti itu. Jadi, jika memang harus distop, ya di-stop,” tegas Giri.

Untuk membenahi kondisi truk batubara ini Giri mengusulkan, kedepan perusahaan batubara harus berada dibawa satu organisasi yang dapat mempertangungjawabkan setiap armada pengangkut barubara melintasi di jalan raya.

“Kalau sekarang ini siapa yang bertangung jawab. Mereka melintasi jalan raya tidak tertib, bahkan kendaraan truk menumpuk dan berbaris saat melintasi jalan. Kalau mereka ini berada di dalam satu organisasi atau satu kesatuan, maka ada yang bertangungjawab, jika ada warga yang protes atau kendaraan pengangkut batubara tersebut rusak di tengah jalan, hingga menimbulkan kemacetan yang panjang,” ujarnya.

Baca Juga :   Marwan Mansyur Tinjau Korban Kebakaran

Selain itu menurut Giri, perlu penampungan sementara atau parkir sementara kendaran truk batu bara saat melintasi jalan raya. Ini untuk mengatur waktu saat kendaraan truk ini hendak melintas di jalan raya.

“Jadi harus ada jedahnya agar kendaraan tidak menumpuk. Dan ini merupakan tanggungjawab dari organisasi batubara yang harus dibentuk oleh para pengusaha dan penambangnya.”

Masih dikatakan Giri, guna mengatasi permasalahan truk batubara, kedepan juga perlu adanya penambahan jalan khusus selain Servo. Untuk itu harus ada perusahaan besar yang dapat investasi melakukan pembanunan jalan khusus tepatnya di kawasan Indralaya-Palembang.

Baca Juga :   AKP Ginanjar Menumpas Kejahatan Layaknya Superman

“Di lokasi ini sangat parah kemacetan kendaraannya. Ini dikarenakan, banyak kendaraan yang masuk dari Pulau Jawa, Jalan Lintas Timur dan Lahat. Sebaliknya, kendaraan juga banyak yang melintasi lokasi ini dari arah Palembang. Untuk itu perlu ada penambahan jalan khusus truk batubara di lokasi ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk program jangkan menengah, kata Giri, ia mengusulkan untuk membuat pembangunan jalan khusus truk batubara di kawasan Gandus Musi II menuju ke kawasan TAA. “Jadi kendaraan truk yang melintasi lokasi ini tidak perlu lagi harus melintasi jalan raya. Dari jembatan Musi II mereka nanti dapat langsung menuju ke TAA,” tandasnya. (dedi)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Muddai Madang : “Bukan Saya Tak Cinta Lagi SFC”

JANGAN sangsikan kecintaannya terdahap dunia olahraga, khususnya sepakbola. Untuk hal yang satu ini, dia bahkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.