Home / Foto / Kantor Dinas Pendidikan Sumsel Digeledah Satgas Saber Pungli, 5 Pegawai Diamankan

Kantor Dinas Pendidikan Sumsel Digeledah Satgas Saber Pungli, 5 Pegawai Diamankan

Staf PTK Disdik Sumsel, Asni saat dibawa petugas Saber Pungli Polda Sumsel ke Mapolda Sumsel,Kamis (20/7/2017).-Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang, SN

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel di Jalan Kapten A Rivai Palembang, Kamis (20/7) digeledah Satgas Saber (Sapu Bersih) Pungli (Pungutan Liar) Polda Sumsel. Penggeledahan dilakukan terkait tertangkapnya oknum Staf Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMA Dinas Pendidikan Sumsel berinisial ‘A’ dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), karena diduga memungut uang kepada para guru yang mengurus sertifikasi.

Usai penggeledahan, lima pegawai termasuk ‘A’ diamankan ke Mapolda Sumsel. Untuk empat orang lainnya yang turut dibawa Tim Satgas Saber Pungli yakni; Kabid PTK Disdik Sumsel, ‘SE’ , Kasi PTK SMA Disdik Sumsel ‘KN’, Kasi PTK SMK Disdik Sumsel ‘FN’ serta staf PTK SMA Disdik Sumsel, ‘ED’.

Kabid PTK Disdik Sumsel, Syahrial Effendi saat dibawa petugas Saber Pungli Polda Sumsel ke Mapolda Sumsel.- Foto Ferdinand Deffryansyah

Pantauan di lapangan, penggeledahan di sejumlah ruangan yang berada di lantai satu Kantor Dinas Pendidikan Sumsel tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB atau setelah ‘A’ tertangkap dalam OTT, ketika sedang berada di ruangan sertifikasi guru. Usai tertangkap, petugas pun langsung memasang garis police line di depan pintu masuk ruangan tersebut.

Tak lama kemudian, ‘A’ bersama Kabid PTK Disdik Sumsel, ‘SE’ serta beberapa staf lainnya dibawa petugas ke salah satu ruangan untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah itu petugas melakukan penggeledahan di semua ruangan. Pemeriksaan serta penggeledahan tersebut selesai sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian ‘A’ bersama Kabid PTK Disdik Sumsel, ‘SE’ dan tiga pegawai lainnya dibawa ke Mapolda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :   Pulang Kampung, Gubernur Sumsel Herman Deru Setir Mobil Sendiri

Ketika ke luar dari ruangan yang dijadikan petugas untuk melakukan pemeriksaan, ‘A’ yang tertangkap dalam OTT enggan berkomentar kepada sejumlah wartawan. Bahkan ‘A’ terus menutupi wajahnya menggunakan sebuah map dan tangannya. “Jangan foto-foto, bukannya aku artis,” ujarnya singkat sembari berjalan cepat dengan dikawal petugas kepolisian.

Sementara Kabid PTK Disdik Sumsel, ‘SE’ juga enggan berkomentar saat ditanya terkait OTT yang dialami oleh bawahannya ‘A’ serta dibawanya ia oleh petugas ke Mapolda Sumsel.

Petugas Polda Sumsel saat menyegel salah satu ruangan di Disdik Sumsel.- Foto Ferdinand D

“Aku dak biso komentar, ke Kadis be yo,” tutupnya singkat.

Terpisah, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, OTT yang dilakukan Tim Satgas Saber Pungli Polda Sumsel di
Kantor Dinas Pendidikan Sumsel menindaklanjuti laporan dari guru yang diterima pihaknya. Kemudian petugas melakukan penyelidikan hingga dilakukan OTT terhadap oknum pegawai berinisial ‘A’.

“Awalnya, kita mendapat laporan dari guru terkait adanya pungutan di luar ketentuan untuk mendapatkan sertifikasi. Dikarenakan sertifikasi ini tujuannya sangat bagus untuk daftar riwayat para guru kedepannya, maka oleh ‘A’ dimanfaatkan dengan memunggut uang kepada para guru yang mau melakukan sertifikasi. Adapun uang yang dipungut oleh ‘A’ yakni, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per guru,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Urus Kehilangan Paspor di Polresta, Korban Abu Tour Meninggal Dunia Usai Buang Air Kecil

Masih dikatakan Kapolda, dalam OTT tersebut pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa berkas dan uang tunai
senilai, Rp16.550.000.

“Barang bukti uang ini diakui oleh ‘A’ jika semuanya berasal dari guru-guru yang mengurus sertifikasi. Bayangkan, penghasilan guru ini kan pas-pasan. Jika hal ini didiamkan bagaiman nantinya, malahan bisa ada urun-urunan ke murid-murid. Untuk itulah ini merupakan pembelajaran agar kedepan jangan sampai terjadi lagi,” jelas Kapolda.

Kapolda menambahkan, jika dugaan kasus tersebut tetap diproses oleh Polda Sumsel. Bagkan selain ‘A’ juga ada beberapa pegawai termasuk Kabid yang dibawa ke Mapolda Sumsel untuk diperiksa sebagai saksi.

“Sedangkan untuk status ‘A’ yang tertangkap dalam OTT, belum ditetapkan sebagai tersangka, walaupun alat buktinya kita nilai sudah cukup. Sebab, penetapan tersangka dilakukan setelah 1X24 jam. Untuk itulah saat ini ‘A’ dan beberapa pegawai Disdik Sumsel dibawa untuk diperiksa dulu,” ungkapnya.

Lebih jauh Kapolda menjelaskan, apabila pemeriksaan telah dilakukan maka akan terungkap kemana saja aliran-aliran uang dari hasil Pungli yang diduga dikumpulkan ‘A’ dari para guru yang melakukan sertifikasi.

“Apabila hasil pemeriksaan ada aliran dana yang mengalir ke atasan si ‘A’ maka atasannya akan kita periksa. Termasuk kepala dinasnya jika ada aliran ke sana, ya juga diperiksa,” tandas Kapolda.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prastejo Utomo menambahkan, lima orang yang dibawa ke Mapolda Sumsel terkait OTT di Dinas Pendidikan Sumsel saat ini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik.

“Selain ‘A’ ada empat orang lainnya yang kita amankan. Saat ini mereka masih kita periksa untuk pendalaman,” tandas Prastejo. (ded)

 

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ibu Negara Iriana Bagi-bagi Hadiah Sepeda

Palembang, KoranSN Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Negara Republik Indonesia Hj …