Kapolda Akui Terkendala Lengkapi Berkas Perkara OTT Disdik Sumsel

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-humas polda sumsel)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kemarin mengakui, jika penyidik mengalami kendala untuk melengkapi berkas perkara kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pungutan liar (Pungli) sertifikasi guru Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, yang diminta oleh jaksa Kejati Sumsel.

Menurut Kapolda, kendala tersabut yakni jaksa meminta agar penyidik mendapatkan saksi yang memberikan keterangan, jika uang dugaan Pungli yang diminta para tersangka diberikan oleh saksi dalam keadaan terpaksa.

“Dugaan Pungli di Diknas Sumsel berkasnya kan belum P21 (lengkap), inilah kendala kami. Dimana jaksa meminta keterangan saksi dari korban yang terpaksa memberikan uang, sehingga terjadi unsur pidana pemaksaan dan dugaan korupsinya. Saksi inilah yang belum didapatkan, walaupun demikian penyidik terus berikhtiar untuk mengumpulkan bukti dan mencari saksi yang diminta oleh jaksa tersebut,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, sejuah ini ada 91 dugaan kasus Pungli dengan 171 tersangka yang ditangani Polda Sumsel dan jajaran. Dari jumlah dugaan kasus tersebut, memang yang menjadi kendala Polda Sumsel hanya penanganan dugaan Pungli di Disdik Sumsel.

Baca Juga :   Prabowo Sodorkan Konsepsi "Dorongan Besar" ke Jokowi

“Jadi, hanya dugaan Pungli ini yang menjadi kendala kami dalam melengkapi berkas perkaranya,” tandas Kapolda.

Terpisah, Kasi Penuntutan Kejati Sumsel, Rosmaya mengungkapkan, petunjuk jaksa yang diberikan kepada penyidik Polda Sumsel untuk melengkapi berkas perkara para tersangka kasus OTT dugaan Pungli di Dinas Pendidikan Sumsel yakni, agar penyidik melengkapi berkas perkara dengan keterangan saksi yang memberikan uang kepada tersangka dalam keadaan terpaksa.

“Sebab, dugaan pidana Pungli bisa dibuktikan dalam persidangan, apabila ada unsur paksaan atau pemerasannya. Untuk itulah kami meminta penyidik Polda Sumsel memeriksa saksi yang keberatan dalam memberikan uang tersebut,” ujarnya.

Masih dikatakan Rosmaya, sejauh ini memang penyidik Polda Sumsel telah memeriksa sejumlah saksi. Akan tetapi keterangan para saksi yang diperiksa semuanya memberikan uang dengan ikhlas tanpa ada pemaksaan.

“Selain itu dalam perkara ini, rata-rata orang yang memberikan uang dilakukan sukarela dengan nominal Rp 50 ribu per orang. Dari itulah berkas perkara dugaan kasus ini masih kami minta agar dilengkapi oleh penyidik, dengan petunjuk; keterangan saksi yang keberatan saat memberikan uang kepada para tersangkan,” tutupnya.

Baca Juga :   Jambret Remas Dada Mahasiswi Nyaris Tewas Dimassa

Sekedar mengingatkan, OTT di Disdik Sumsel ini dilakukan saat Kapolda Sumsel masih dijabat oleh Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Dimana saat itu, Kamis 20 Juli 2017 Satgas Saber Pungli Polda Sumsel melakukan OTT di Dinas Pendidikan Sumsel.

Dari OTT tersebut penyidik menetapkan keempat tersangka mereka yakni; Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sumsel berinisial ‘SE’, Kasi PTK SMA, ‘K’ serta dua orang staf PTK SMA Disdik Sumsel berinisial, ‘A’ dan ‘W’. Bahkan dalam dugaan kasus tersebut, penyidik juga telah dua kali memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo sebagai saksi.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …