Kapolda: Empat Lawang Pemecah Rekor Kasus Narkoba

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo

Empat Lawang, KoranSN

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Djoko Prastowo dalam
kunjungannya ke Empat Lawang, Rabu (21/4/2016) menyebutkan, Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini sebagai Kabupaten pemecah rekor di Sumsel dalam kasus narkoba.

“Empat Lawang pemecah rekor masalah narkoba,” tukas Djoko.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan, pasalnya kata Kapolda, di Empat Lawang ditemukan 4 ladang ganja, dengan luasan bervariasi, ada yang 5 hektar, dan 4 hektar. Di daerah lain seperti Ogan Komering Ilir (OKI) ada juga ladang ganja, tapi sedikit hanya 1 hektar.

“Nah ini alasan saya katakan Empat Lawang pemegang rekor. Parahnya, ladang sebesar itu masyarakat kok tidak tahu,” tuturnya.

Harusnya, masyarakat peduli dengan sekitarnya, agar memahami apa yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Sebab polisi tidak bisa bekerja sendiri, butuh informasi dari masyarakat.

“Personil kita ini cuma 50 persen. Tidak mungkin terjangkau semuanya. Sangat dibutuhkan dukungan semua pihak. Terpenting jadilah polisi untuk diri sendiri,” imbuhnya.

Menurut Djoko, Empat Lawang merupakan salahsatu daerah yang dikenal baik untuk menanam ganja. Karena Empat Lawang merupakan daerah dataran tinggi yang memang dicari para ‘pemain’ narkoba untuk menanam ganja.

Baca Juga :   BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Tunggakan JKN-KIS

“Makanya bisa sampai 4 sampai 5 ladang ganja ada di Empat Lawang ini. Tentunya ini akan terus kami
pantau, agar dapat dituntaskan,” tuturnya.

Terkadang, orang yang menanam ganja sekarang sudah mulai pintar. Mereka tahu polisi lebih konsen membidik atau patroli didaerah dataran tinggi. Seperti kejadian di OKI menanam ganja di dataran rendah untuk mengelabui petugas.

“Namun hal itu tetap terpantau oleh kami. Itu juga berkat bantuan informasi dari masyarakat dan kalangan lainnya. Makanya saya harapakan bantuan masyarakat dan semua pihak untuk ikut berperang aktif memerangi kejahatan dan peredaran gelap narkoba,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kapolda juga menyindir tentang pembangunan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Empat Lawang yang sampai saat ini belum juga dibangun. Ia berharap, di tahun 2016 ini, pembangunan Mapolres sudah dilakukan.

“Ini markas Polres atau Polsek. Sudah 4 Kapolda kesini, tapi belum dibangun. Makanya saya minta tahun ini segera dilaksanakan,” tegasnya.

Djoko mengaku kesulitan untuk menambah personil, jika Mapolres belum dibangun. Tidak mungkin dalam satu ruangan dipaksakan lebih dari 10 orang.

Baca Juga :   PT HBAP Perbaiki Jalan Rusak Parah di Desa Darmo

“Makanya saya minta tahun ini disegerakan, minimal awal tahun depanlah. Aman itu mahal, mau aman jangan gratisan,” tukasnya.

Menanggapi ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan Mapolres Empat Lawang segera dibangun. Menurutnya, tahun 2016 ini juga pagar beserta pondasi Mapolres sudah dibangun.

“Masyarakat jangan khawatir, putra asli Empat Lawang akan menepati janjinya dalam membangun Mapolres, tapi bertahap saja dulu, insyaallah tahun ini baru pondasi sama pagar,” katanya.

Ditahun berikutnya kata Alex, ditargetkan pembangunan kantor Mapolres, bahkan tidak hanya itu, asrama untuk personil kepolisian juga bakal dibangun.

“Tidak ada lagi alasan bagi polisi malas-malasan bertugas, jika semua fasilitas sudah kita lengkapin nanti,” pungkas Alex. (foy)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Sinergi Polri dan TNI Semarakkan HUT TNI ke-75 Tahun 2020

Musirawas, KoranSN Dalam rangka HUT TNI Ke-75 Polres Musirawas bersama Kodim 0406 MLM menggelar olahraga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.