Home / Headline / Kapolda Minta Jaksa dan Hakim Hukum Mati Pembunuh Calon Pendeta di OKI

Kapolda Minta Jaksa dan Hakim Hukum Mati Pembunuh Calon Pendeta di OKI


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-humas polda sumsel)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Minggu (31/3/2019) meminta kepada jaksa dan hakim yang nantinya akan menyidangkan dua pelaku pembunuhan sadis calon pendeta perempuan di Kabupaten OKI mejatuhkan hukuman pidana mati kepada kedua pelakunya.

Menurut Kapolda, saat ini kedua pelaku tersebut telah berhasil ditangkap oleh Tim Gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI. Bahkan polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk dihadirkan dalam persidangan nantinya.

“Dalam kasus pembunuhan disertai pencabulan terhadap korban yang merupakan calon Pendeta ini, kedua pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Untuk itu kami meminta agar jaksa dan hakim dalam persidangan dapat menjatuhkan pidana mati terhadap kedua pelaku tersebut,” ungkap Kapolda.

Dijelasakan Kapolda, kedua pelaku dijerat pihaknya dengan Pasal pembunuhan berencana, karena dalam kasus ini kedua pelaku sudah merencanakan aksi kejahatan tersebut.

“Perencanaan ini tampak dari persiapan yang dilakukan kedua pelaku mulai dari mengenakan penutup wajah dengan kain, mempersiapkan karet ban bekas untuk mengingkat korban hingga memasang balok kayu menghadang sepeda motor korban,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dari keterangan kedua tersangka juga terungkap jika usai mencabuli dan membunuh korban, kedua pelaku yang merupakan warga setempat ini, sempat berpura-pura ikut mencari korban bersama warga lainnya.

“Jadi kedua pelaku usai membunuh korban pulang ke rumah, selanjutnya keduanya berpura-pura ikut mencari korban bersama warga lainnya hingga akhirnya korban ditemukan warga di lokasi kejadian sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Baca Juga :   Bandar Ganja di Pagaralam Dibekuk

Lanjut Kapolda, seperti yang diketahui bersama kalau kejadian yang menewaskan korban ini sangat mendetakkan jantung semua pihak, termasuk kepolisian. Sebab suasana Sumsel yang aman, tentram dan damai tiba-tiba ada calon Pendeta dibunuh di OKI.

“Untuk itulah saat itu kita langsung membuat tim gabungan, dan Alhamdulillah kini kedua pelaku sudah tertangkap,” tandas Kapolda.

Diketahui adapun kedua tersangka tersebut yakni; Nang (20) dan satu pelaku lagi merupakan anak laki-laki di bawah umur berusia 18 tahun. Keduanya ditangkap pihak kepolisian hanya sekitar 48 jam usai kejadian.

Diberitakan sebelumnya Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, saat menggelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019) mengatakan, kedua pelaku ditangkap merupakan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi dan penyelidikan yang dilakukan Polda Sumsel dan Polres OKI.

“Dalam kasus ini tersangka hanya melakukan pencabulan saja terhadap korban, jadi korban tidak diperkosa. Memang awalnya diduga korban diperkosa sebelum dibunuh pelaku, hal itu karena dari visum luar ditemukan bekas cairan yang diduga sperma. Namun setelah kami cek di Labfor di Jakarta, ternyata cairan itu bukanlah sperma,” ungkapnya.

Lanjut Kapolda, sementara untuk motif pembunuhan korban karena dendam.

“Kalau motifnya dendam, karena pelaku ini dihina dengan kata-kata yang menyinggung hingga membuat pelaku dendam dan melakukan kejahatan tersebut,” pungkasnya.

Sementara tersangka Nang (20) mengatakan, jika dirinya memang kenal dengan korban bahkan ia mengaku senang dan suka terhadap korban sejak pertama melihat korban.

Baca Juga :   Hendak Ngajar, Guru Dijambret

“Tapi saya belum menyampaikan kepadanya kalau saya menyukai dia (korban). Sebab ketika saya mencoba mendekati korban, saat itu kami cekcok mulut dan korban bilang, kalau saya ini jelek. Sejak saat itulah saya sakit hati kepada korban,” katanya.

Masih dikatakan tersangka, karena sakit hati dan dendam tersebutlah membuat dirinya berencana untuk memperkosa korban.

“Satu minggu saya merencanakan untuk memperkosa korban, hingga akhirnya saya mengajak satu teman saya (pelaku anak di bawah umur) menghadang untuk memperkosa korban di lokasi kejadian. Saat kejadian kami menggunakan sarung menutupi wajah agar korban tidak mengenali. Lalu korban tangan dan kakinya saya ikat menggunaan ban dalam bekas. Kemudian korban saya seret ke dalam kebun sawit. Akan tetapi, saat akan diperkosa ternyata korban lagi datang bulan sehingga kami hanya mencabuli korban saja,” jelasnya

Diungkapkan pelaku, disaat korban dicabuli olehnya ternyata ikatan tangan korban lepas hingga korban menarik penutup wajah satu pelaku lainnya.

“Karena penutup wajah teman saya lepas maka korban melihat wajah teman saya. Dari itu korban kami cekik hingga korban pun tewas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah korban ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat ban bekas, Selasa (26/3/2019) pukul 04.30 WIB. Bahkan saat ditemukan, jenzah korban tanpa mengenakan busana sehingga saat itu diduga korban diperkosa lalu dibunuh oleh pelaku. Usai ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Ibu Bunuh Anak Lalu Bunuh Diri di IB I Diduga Alami Gangguan Psikologis

Palembang, KoranSN Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (18/4/2019) mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.