Kapolda Perketat Pengamanan, Gubernur Pastikan Jalan Rusak Dapat Dilalui Pemudik

OPERASI RAMADNIYA – Gubernur Alex Noerdin didampingi Kapolda Sumsel memeriksa pasukan dan kesiapan peralatan serta perlengkapan Operasi Ramadniya 2017 di halaman Mapolda Sumsel. Operasi ini dilaksanakan selama 16 hari dengan melibatkan personil Polda Sumsel dibantu stakeholder terkait, TNI dan jajaran pemerintah daerah. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Pengamanan di Kota Palembang saat Hari Raya Idul Fitri 1438 H akan diperketat oleh Polda Sumsel dan jajaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kejahatan ataupun aksi begal yang dapat terjadi. Demikian dikatakan Kapolda Sumel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto usai Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Musi 2017 di halaman Mapolda Sumsel, Selasa (19/8/2017).

Menurut Kapolda, dalam pengamanan tersebut dirinya akan menerjunkan personil Brimob dan Shabara untuk memperketat pengamanan di sejumlah titik yang berada di Kota Palembang.

“Adapun lokasi yang dijaga yakni; tempat-tempat wisata, lokasi pembelanjaan, perbankan, semuanya kita jaga. Selain itu tempat ibadah, kegiatan takbir juga menjadi sasaran pengamanan Operasi Ramadniya ini,” tegas Kapolda.

Bukan hanya itu, lanjut Kapolda, dalam Operasi Ramadniya Musi 2017 ini, Polda Sumsel dan jajaran menurunkan kekuatan dengan jumlah personil 2460 anggota kepolisian. Selain itu juga ada penambahan 2000 lebih personil gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, Damkar dan BPBD.

Baca Juga :   Polda Segera Periksa Saksi dari BPKAD Sumsel

“Jadi jika ditotalkan ada sekitar 4800 personil yang melakukan pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Sedangkan untuk masyarakat yang mudik, saya menghimbau agar mengecek listrik, kompor sebelum meninggalkan rumah dan jika ada kendaraan yang ditinggalkan pasang kunci ganda. Masayarakat juga bisa menitipkan rumah yang ditinggalkan kepada Polsek setempat. Hal ini dilakukan agar patroli pihak kepolisian bisa terarah,” tandas Kapolda.

Sementara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin memastikan jika jalan rusak yang berada di sejumlah titik di Sumsel dapat dilalui para pemudik. Hal tersebut dikarenakan pemerintah saat ini sedang melakukan perbaikan di titik-titik jalan yang rusak tersebut.

“Untuk jalan rusak kini sedang kita perbaiki, baik itu jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota. Insya Allah untuk arus mudik dan arus balik lebaran nanti bisa lancar,” ujar Gubernur.

Masih dikatakan Gubernur, sedangkan untuk ruas Jalan Tol Palindra yang sebelumnya amblas saat ini juga telah diperbaiki dan sudah bisa digunakan untuk jalur mudik, meskipun di lokasi akan dilakukan penjagaan.

Baca Juga :   Palembang Siap Gelar Pemilu Damai

“Di lokasi yang amblas memang rawan. Sebab pembangunan Jalan Tol Palindra ini kan menggunakan teknologi sistem vakum yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan di lokasi pembangunan Jalan Tol merupakan rawa. Sedangkan untuk ruas jalan yang amblas memang rawan. Sebab di bawah jalan amblas tersebut banyak terdapat pipa gas dan pipa minyak, sehingga saat pembangunannya tidak menggunakan sistem vacum. Meskipun demikian, saat ini mereka lagi mencari teknologi yang tepat untuk memperbaikinya,” ungkap Gubernur.

Sedangkan untuk Operasi Ramadniya Musi 2017, lanjut Gubernur, merupakan pengamanan arus mudik dan balik lebaran yang personilnya dari Polri, TNI serta instansi terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan.

“Kemudian untuk masyarakat yang mudik lebaran, saya himbau agar jangan melakukan mudik dengan serentak, begitu juga saat balik mudik. Selain itu untuk pelayanan publik di pemerintahan, kita akan siagakan posko di Kantor Provinsi Sumsel. Posko ini akan dijaga terus dan petugasnya akan kita gilirkan,” pungkasnya.

Diketahui dalam Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Musi 2017 yang dilakukan di halaman Mapolda Sumsel tersebut, inspektur upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Anggota DPRD Muara Enim Bantah Terima Fee Proyek, JPU KPK Ingatkan 3 Tahun Penjara Untuk Pidana Keterangan Palsu

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ricky BM, Selasa (24/11/2020) mengingatkan ancaman tiga tahun …