Kapolda Sumsel Ancam Tembak Mati Akbar Alfaris, Buronan Otak Pembunuhan Driver Taksi Online Sofyan



Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-humas polda sumsel)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjend Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (25/4/2019) menegaskan, jika pihaknya akan menembak mati Akbar Alfaris yang merupakan buronan otak perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (43).

Menurut Kapolda, dari empat pelaku kasus perampokan dan pembunuhan Sofyan sejauh ini baru tiga pelaku yang sudah ditangkap Polda Sumsel, bahkan ketiganya kini telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palambang, sementara untuk pelaku Akbar Alfaris hingga kini belum tertangkap dan masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

“Untuk pelaku Akbar Alfaris hingga kini yang bersangkutan belum menyerahkan diri, untuk itu jika tertangkap dan melakukan perlawanan maka pelaku Akbar Alfaris akan kami berikan tindakan tegas, yakni tembak mati,” tegas Jenderal Bintang Dua ini.

Diungkapkan Kapolda, sedangkan untuk tiga pelaku yang telah ditangkap, yakni tersangka anak laki-laki di bawah umur berusia 17 tahun, tersangka Acuandra alias Acun (22) dan Ridwan alias Rido (44) ketiganya divonis Majelis Hakim dengan hukuman pidana yang berat. Dimana untuk tersangka anak di bawah umur dijatuhkan pidana 10 tahun penjara, kemudian untuk pelaku Acun dan Ridwan divonis Hakim dengan hukuman pidana mati.

“Untuk pelaku Acun dan Ridwan baru kemarin keduanya divonis pidana mati, dan tentunya kami mengapresiasi Hakim PN Palembang yang telah menjatuhkan pidana mati tersebut,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, ia menilai jika pelaku Akbar Alfaris yang masih buron masih berada di Sumsel dengan bersembunyi di kawasan hutan yang jauh dari pemukiman warga.

“Jadi, Akbar Alfaris ini masih di Sumsel belum kabur ke luar Sumsel, untuk itu pelaku masih terus kami kejar, doa kan saja pelaku tersebut segera kami tangkap,” ujar Kapolda.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, terungkapnya kasus pembunuhan korban Sofyan merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

“Dalam penyelidikan ini kami melakukan penelusuran hingga akhirnya ditemukan titik terang identitas para pelaku, yang akhirnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku Ridwan, Acun dan tersangka anak di bawah umur,” tutup Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan NegeriPalembang, Rabu (14/4/2019) menjatuhkan vonis pidana mati kepada terdakwa Acuandra alias Acun (22) dan Ridwan alias Rido (44), yang keduanya merupakan eksekutor perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (43).

Dalam vonisnya, Majelis Hakim yang diketuai Bagus Irawan SH MH dengan Hakim Anggota Abu Hanafiah SH MH dan Amizon SH MH mengatakan, berdasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi terungkap jika perampokan dan pembunuhan yang dilakukan terdakwa Acun dan Ridwan dilakukan bersama terpidana anak laki-laki di bawah umur berusia 17 tahun, yang belum lama telah divonis serta bersama pelaku Akbar Alfaris yang belum tertangkap pihak kepolisian atau DPO.

Baca Juga :   Lahat 'Heboh' Video Penangkapan 'Antu Banyu'

“Perampokan dan pembunuhan korban telah direncanakan, dari itulah kedua terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP. Maka dengan itu, kami Majelis Hakim mengadili terdakwa Acuandra alias Acun dan terdakwa Ridwan alias Rido dengan vonis hukuman pidana mati,” tegas Ketua Majelis Hakim, Bagus Irawan SH MH.

Dijelaskan Hakim, vonis pidana mati kedua terdakwa dijatuhkan pihaknya selaku Majelis Hakim setelah sebelumnya mendengarkan keterangan dari para saksi yang juga dikuatkan dengan barang bukti yang dihadirkan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam sidang. Dimana awalnya empat pelaku, yakni kedua terdakwa bersama terpidana anak di bawah umur dan pelaku Akbar Alfaris (DPO) berangkat dari Muratara menuju Palembang dengan menumpangi truk, yang kemudian para pelaku melanjutkan perjalanan menggunakan bus.

“Setiba di Palembang keempat pelaku menginap di salah satu kosan yang berada di kawasan Balayuda Palembang. Saat berada di kosan tersebutlah pelaku Akbar Alfaris mengajak melakukan perampokan dan pembunuhan, bahkan Akbar juga merencanakan dan membagi peran kepada masing-masing pelaku untuk membunuh korban,” katanya.

Diungkapkan Hakim, kesokan harinya barulah para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan mencari target di pinggir jalan di kawasan KM 5 Palembang.

“Saat mencari target inilah pelaku Akbar Alfaris bertemu dengan saksi Fitri dan saksi Laila yang sedang menunggung Angkot di pinggir jalan. Kemudian pelaku Akbar pura-pura meminta tolong kepada saksi Fitri agar dipesankan taksi online menggunakan aplikasi di handphone milik saksi dengan alasan, hendak mengejar travel untuk pulang ke Lubuklinggau. Kedua saksi yang tidak kenal dengan pelaku Akbar lalu memesankan taksi online hingga orderan diterima oleh korban Sofyan,” jelasnya.

Masih diungkapkan Hakim, pada orderan pengantaran tersebut pelaku meminta diantarkan dari kawasan Km 5 menuju kawasan simpang bandara. Usai saksi Fitri memesankan taksi online, kemudian korban menelphone lalu dijelaskan oleh saksi Fitri jika yang memesan taksi online bukan dirinya namun orang lain, yakni Akbar Alfaris.

“Setelah itu saksi Fitri mengirimkan nomor handphone pelaku Akbar ke whatsapp korban Sofyan, selanjutnya saksi Fitri dan temannya saksi Laila naik Angkot meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumah. Tak lama kemudian, datanglah korban Sofyan menjamput pelaku Akbar, yang ternyata ketika itu di lokasi penjemputan juga ada terdakwa Acuandra alias Acun dan terdakwa Ridwan serta terpidana anak di bawah umur. Kemudian keempat pelaku naik ke dalam mobil korban untuk diantarkan korban ke kawasan simpang bandara,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPK Dalami Ajuan Izin Ekspor Benih Lobster oleh PT ACK

Lebih jauh diungkapkan Hakim, ketika di dalam mobil pelaku Akbar mengirimkan SMS ke handphone terdakwa Ridwan yang pesannya memberitahu jika korban Sofyan adalah target yang akan dirampok dan dibunuh.

“Bukan hanya itu, untuk mematangkan perencanaan tersebut, Akbar lalu meminta korban menghentikan mobil di pinggir jalan dengan alasan sebentar mau menemui temannya. Disaat korban menghentikan mobil, para pelaku turun dan ketika itulah Akbar menyampaikan jika korban adalah target yang hendak dirampok. Selain itu, Akbar juga kembali membagi peran kepada Acun, Akbar dan terpidana anak di bawah saat akan membunuh korban,” paparnya.

Lanjut Hakim, setelah itu para pelaku kembali naik ke dalam mobil korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju simpang bandara. Setiba di lokasi tujuan, korban menghentikan mobil di pinggir jalan, dan saat itulah terdakwa Acun mencekik leher korban menggunakan lengannya dari belakang lalu menarik korban ke jok tengah mobil.

“Saat menarik tubuh korban, Acun juga dibantu oleh terdakwa Ridwan dan terpidana anak di bawah umur. Usai ditarik ke jok kemudian korban dijatuhkan ke lantai mobil, dan saat itulah Acun dan terpidana anak mencekik leher belakang korban, lalu pelaku akbar memegang dan menahan tubuh korban. Sedangkan terdakwa Ridwan, berperan menginjak kepala korban hingga korban meninggal dunia. Usai korban tewas, selanjutnya para pelaku membuang jenazah korban ke kawasan Muratara,” terang Hakim.

Sekedar mengingatkan, terungkapnya kasus ini, setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa 30 Oktober 2018 melapor ke Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu 11 November 2018 sekitar pukul 20.30 WIB pelaku Ridwan ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Rawas Ulu Muratara. Dari hasil pemeriksaan pelaku Ridwan,akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah menjadi tengkorak di kawasan Muratara.

Kemudian Kamis 15 November 2018, pelaku Acuandra alias Acun dan seorang pelaku yang masih di bawah umur menyerahkan diri. Bukan hanya itu, dalam kasus ini Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis mini bus milik korban di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Suami Bunuh Istri Diduga Karena Cemburu Buta

Mataram, KoranSN Seorang suami di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berinisial MA (30), dengan tega …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.