Kapolda Sumsel Bentuk Tim Ungkap Hilangnya Driver Taksi Online

Suasana di kediaman orang tua Sofian dan korban Sofian. (foto-dedy/koransn.com/ist)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel kini telah membentuk tim untuk mengungkap menghilangnya driver taksi online, Sofian (47), warga Jalan Sukawinatan Lorong Asoka Palembang yang hilang saat mengantarkan penumpang dari KM 5 menuju kawasan Bandara. Demikian dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (31/10/2018).

Menurut Kapolda, sejauh ini pihaknya belum mengetahui motif hilangnya korban. Dari itulah ia telah menerjukan tim dari Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yang langsung dibentuk olehnya.

“Kita serius mengungkap hilangnya korban, bahkan tim sudah saya bentuk untuk mengungkap hilangnya korban dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Sedangkan untuk motif korban menghilang belum diketahui, sebab keberadaannya belum diketahui,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolda, memang berdasarkan pemeriksaan saksi dari pihak keluarga korban dan juga teman-teman korban sesama driver taksi online diketahui jika sebelum hilang, korban mendapat orderan dari akun seorang perempuan.

“Tujuan orderan itu yakni minta diantarkan dari KM 5 ke kawasan bandara. Namun saat korban mengambil orderan taksi online tersebut, ternyata tiga orang laki-laki yang ada di lokasi penjemputan, sehingga ketiga orang tersebut naik ke mobil korban. Tak lama kemudian handphone (HP) korban tidak aktif dan korban beserta mobilnya menghilang,” jelas Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, atas kejadian tersebut pihak keluarga korban telah membuat laporan ke Polda Sumsel dan kini kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

“Kita terus selidiki kasus ini dan kita terus berikhtiar untuk mengungkapnya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, walaupun saat ini belum dipastikan apakah hilangnya korban Sofian tersebut terkait kasus perampokan dan pembunuhan, seperti kasus perampokan driver taksi online yang sebelumnya telah berhasil diungkap Polda Sumsel. Namun dirinya selalu mengingatkan, agar para driver online lebih selektif dalam mengangkut penumpang.

“Kepada para driver online kami himbau, kalau menerima orderan yang mencurigakan dan jarak tempuhnya jauh serta gelap, sebaiknya orderan itu jangan diambil. Seperti orderan yang diterima oleh Sofian ini, yang order perempuan namun yang naik mobil tiga orang laki-laki. Ya, harusnya orderan itu jangan diambil. Jadi, kami harapkan kedepannya driver taksi online lebih selektif mencari penumpang,” terangnya.

Baca Juga :   Jatanras Polda Sumsel Ringkus Tersangka Pembunuhan

Selain itu lanjut Kapolda, apabila driver taksi online sedang di perjalanan mengantarkan penumpang, lalu tiba-tiba penumpangnya meminta laju kendaraan diberhentikan di suatu tempat yang bukan tujuan sebenarnya, maka dihimbau agar driver taksi online menolak permintaan tersebut dan segera mencari tempat yang ramai penduduk.

“Jadi kami dari kepolisian menghimbau agar driver taksi online lebih berhati-hati supaya terhindar dari korban kejahatan,” tutup Kapolda.

Terpisah, Novan (37), adik korban Sofian saat ditemui di kediaman orang tua korban di Jalan Pelita Nomor 484 Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang mengungkapkan, hingga kini korban belum juga pulang ke rumah, bahkan pihak keluarga dan teman-teman korban masih melakukan pencarian keberadaan korban.

“Kalau rumah kakak (Sofian) berada di Jalan Sukawinatan Lorong Asoka Palembang. Namun semenjak satu tahun belakangan ini atau sejak kakak jadi driver taksi online, kakak bersama istri dan empat anaknya sering tidur di rumah ini, karena ini merupakan rumah orang tua kami,” ujarnya.

Masih dikatakannya, sebelum menghilang korban ke luar dari rumah sejak pagi hari untuk bekerja mencari penumpang sebagai driver taksi online.

“Saat mencari penumpang, awalnya kakak saya dapat orderan mengantar penumpang ke kawasan Jalan Sosial Kecamatan Sukarami Palembang. Usai mengantar penumpang tersebut, kemudian kakak makan di rumah makan di KM 5. Setelah makan siang inilah kakak dapat orderan dari akun perempuan yang minta diantarkan dari KM 5 menuju kasawan bandara. Namun saat orderan itu diambil dan kakak tiba dilokasi penjemputan, ternyata yang ada di lokasi merupakan tiga orang laki-laki hingga mereka langsung naik ke dalam mobil,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, saat di perjalanan mengantar ketiga orang laki-laki inilah handphone kakak saya langsung tidak aktif.

“Sempat ayuk (istri korban) nelphone HP kakak, awalnya aktif dan saat itu kakak mengatakan kepada ayuk jika dia sedang mengantar tiga laki-laki ke kawasan bandara. Namun tak lama kemudian, HP kakak tidak aktif lagi,” tutupnya.

Baca Juga :   Jefri Dikeroyok Lalu Ditikam 5 Tusukan Senjata Tajam

Diberitakan sebelumnya, dari kejadian hilangnya korban membuat istri korban yakni Fitriani (32) didampingi keluarga, Selasa (30/10/2018) mendatangi Polda Sumsel dan membuat laporan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).

Usai membuat laporan Fitriani mengatakan, jika handphone korban terakhir aktif, Senin siang (30/10) usai korban menyampaikan kepadanya jika sedang mengantarkan tiga pria dari kawasan KM 5 ke arah bandara.

“Terkahir saya komunikasi dengan suami saya siang kemarin melalui handphone. Katanya saat itu dia (korban) sedang narik tiga penumpang laki-laki ke arah bandara. Setelah itu handphonenya tidak aktif lagi dan hingga kini suami saya tidak pulang-pulang,” katanya berlinangan air mata.

Suherli (50), kakak kandung Sofian menambahkan, saat di perjalanan mengantarkan ketiga laki-laki tersebut, adiknya sempat mengirimkan pesan ke grup whatsapp taksi online.

“Kata teman-teman adik saya yang ada di grup whatsapp taksi online tersebut, saat itu korban menulis minta dipantau karena dia sedang mengantarkan tiga orang pria ke kawasan bandara. Tak lama kemudian, teman-teman korban yang berada di grup whatsapp dikagetkan dengan GPS korban menghilang di kawasan arah bandara. Dari itulah kami melapor ke Polda dan berharap agar pihak kepolisian menemukan adik saya,” harapnya.

Kepala SPKT Polda Sumsel, AKBP Munaspin mengatakan, laporan korban dengan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel telah diterima pihaknya dan segera ditindaklanjuti.

“Laporan korban telah kami terima dan segera ditindaklanjuti oleh penyidik Reskrim Polda Sumsel,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Joko Tjandra Akan Jalani Sidang Perdana 2 November 2020

Jakarta, KoranSN Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra akan segera menjalani sidang perdana …