Home / Headline / Kapolda Sumsel Instruksikan Tembak Pelaku Kejahatan

Kapolda Sumsel Instruksikan Tembak Pelaku Kejahatan

SENPIRA-Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo meninjau senjata api rakitan yang akan dimusnahkan
SENPIRA-Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo meninjau senjata api rakitan yang akan dimusnahkan. FOTO-FERDINAND/KORANSN

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Rabu (6/4/2016) menegaskan, pihaknya tak segan-segan menembak pelaku kejahatan bersenjata api (bersenpi) yang beraksi di wilayah Sumsel.

Bahkan Kapolda mengaku, telah menginstruksian (memerintahkan) seluruh Kapolresta dan Kapolres di jajaran Polda Sumsel untuk menindak tegas para pelaku kejahatan bersenpi dengan tindakan keras dan terukur.

“Untuk pelakunya, jika telah diberikan tembakan peringatan¬† masih melawan, tembak dor dor dor jangan ada kompromi dan basa-basi. Pelaku melawan tembak ke samping, jika masih saja melawan tembak bagian kepalanya. Karena kalau tidak dibegitukan masyarakat susah, masyarakat kita resah,” kata Kapolda usai memusnahkan 1.467 senjata api rakitan (senpira) di halaman Mapolda Sumsel.

Diungkapkan Kapolda, ribuan senpira yang dimusnahkan terdiri dari; 1.182 senpira laras panjang dan 2.85 sepira laras pendek, yang diamankan dari razia, dari tersangka kejahatan bersenpi seperti begal dan rampok, serta dari penyerahan masyarakat selama kegiatan Operasi Senpi Musi 2015-2016 dilakukan.

“Berdasarkan hasil evaulasi, tahun 2015 kemarin Polda Sumsel memang menduduki peringkat pertama kejahatan bersenpi. Ini karena Sumsel dinilai paling rawan aksi kejahatan bersenpi. Dari itulah, program priotitas kita yakni penangulangan senpi, hingga hari ini sebanyak 1.467 senpira berhasil diamankan dan kita musnahkan,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, banyaknya senjata api rakitan di Sumsel merupakan peralihan budaya masyarakat Sumsel yang dulunya terkenal membawa badik dan parang namun sekarang membawa senjata api rakitan.

“Budaya ini yang kedepan harus dirubah. Dari 15 Polres di Sumsel, paling banyak yang mengamankan senpira yakni Polres Muara Enim. Dimana Muara Enim berhasil mengamankan 500 lebih sepira. Jadi kalau tahun 2015 lalu kita rangking satu untuk kejahatan bersenpi, dengan diamankan ribuan senpira ini kedepan diharapkan Polda Sumsel tidak lagi menduduki peringkat satu, kalau masih saja itu namanya kebangetan,” ujar Kapolda.

Baca Juga :   Suami di Musi Rawas Aniaya Istri Tengah Malam Hingga Babak Belur

Diungkapkan Kapolda, para pengrajin perakit senpira selain terdapat di kawasan Musi Rawas, Muara Enim dan Prabumulih. Kini juga terdapat di kawasan Sungai Menang Kabupaten OKI. Berdasarkan hasil penyelidikan, pembuatan senpira dilakukan pengrajinnya berdasarkan amnunisi (peluru) yang dimiliki oleh pemesannya.

“Untuk itu saya sudah ingatkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jangan sampai ada gudang peluru milik kita yang ‘bocor’ (kecurian), karena jika bocor dapat membahayakan kita semua.¬† Bahkan dalam pemberantasan senpira ini, kita ingatkan kepada warga yang memiliki senpira agar dapat segera menyerahkan senjatanya ke kita. Jika ikhlas diserahkan tidak akan kita proses hukum tapi untuk yang tertangkap tangan akan kita proses hukum. Untuk ancaman hukuman pidananya maksimal hukuman mati, karena memiliki senjata api melanggar UU No: 12 Tahun 1951,” ungkapnya.

Disinggung apakah peluru dari senpira yang diamankan
merupakan peluru organik? Dikatakan Kapolda, jika peluru senjata api yang beredar di luaran merupakan peluru pabrikan.

“Pelurunya asli bauatan pabrik, tapi pabriknya ga ada di sini. Saat kita selidiki, katanya pelurunya itu dari yang lain kemudian dari yang lainnya lagi, jadi gak jelas juga. Namun kedepan saya sudah perintahkan jajaran agar jangan sampai ada lagi peluru senjata kita yang kecurian. Bahkan jika ada anggota yang terlibat akan diperoses hukum dua kali, yakni kode etik dan pidana,” tandasnya.

Baca Juga :   Diduga Ada Motif Dendam, Dibalik Pembunuhan Pelda Aceng

Sementara Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Pol Unggung Cahyono yang hadir dalam acara pemusnahan senpira di Mapolda Sumsel mengutarakan, memang berdasarkan hasil evaulasi Kamtibmas tahun 2015, wilayah Sumsel menduduki rangking tertinggi bidang kejahatan kekerasan menggunakan senjata api.

“Dengan telah diamankan dan dimusnahkan ribuan senpira ini diharapkan kedepan dapat menekan angka kejahatan bersenpi di wilayah Sumsel. Hingga dapat menciptakkan rasa aman kepada seluruh masyarakat Sumsel,” harapnya.

Sedangkan Bupati OKI Iskandar yang juga hadir dalam acara tersebut membenarkan adanya pengrajin senjata api rakitan di Kabupaten OKI. Bahkan hingga kini pihaknya terus melakukan upaya sosilisasi serta razia guna mengantisipasi agar para pengrajin tersebut tidak kembali membuat senjata api rakitan.

“Tempat para pengrajin senjata api ini berpindah-pindah, mereka ini tidak pernah terlihat dan liar. Setiap kali kita lakukan razia kerap kucing-kucingan apalagi tempatnya di daerah perkebunan, saat kita datangi mereka tidak ada dan hilang. Namun untuk mengantiasapinya kita terus lakukan sosialisasi, memberikan himbauan serta terus berupaya melakukan pembinaan agar mereka tidak kembali membuat dan menjadi pernjual senpira,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan ribuan senjata api rakitan tersebut dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong. Selain Bupati OKI, dalam acara tersebut juga tampak hadir PLT Bupati Ogan Ilir, Ilyas Pandji Alam. (ded)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Pencuri Motor Babak Belur Dimassa

Musirawas, KoranSN Satu dari tiga spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Tamrin (38), warga Desa Babat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.