Kapolda: Total 8 Pelaku Pembunuhan Brimob di OKUS Telah Diamankan

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (2/1/2019) mengatakan, jika saat ini pihak kepolisian telah mengamankan delapan pelaku penganiayaan dan pembunuhan anggota Brimob Detasemen C Belitang, Brigadir ‘US’ (30) yang terjadi di OKU Selatan (OKUS).

Dijelaskan Kapolda, delapan pelaku yang diamankan tersebut terdiri dari; tiga pelaku ditangkap dan kini diamankan di Polda Sumsel, sementara lima pelaku lainnya diamankan di Polres OKU Selatan (OKUS).

“Dari hasil penyelidikan ternyata jumlah pelaku yang menganiaya korban hingga tewas ada delapan orang, dan kini total kedelapan pelaku tersebut semuanya telah kami amankan, dimana tiga orang diamankan di Polda Sumsel dan lima orang di Polres OKUS,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakannya, dengan telah diamankan kedelapan pelaku tersebut maka tidak ada lagi pelaku yang buron.

“Jadi, tidak ada lagi pelaku yang buron, hanya delapan orang itu saja. Mereka ini menganiaya korban dengan membacok dan menusuk korban, termasuk ada juga yang berperan memegangi korban. Jadi pelaku yang memiliki peran yang paling ringan pun telah kami amankan,” tandas Kapolda.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo, menambahkan, lima pelaku yang kini diamankan di Polres OKUS, semuanya menyerahkan diri.

Adapun kelima pelaku yang menyerahkan diri tersebut yakni; Indo Saputra, Julius Hendra Yudi, Rudi Hartono, Fandi dan Hartawan. Dengan telah menyerahkan diri kelima pelaku tersebut maka saat ini sudah delapan pelaku penganiayaan dan pembunuhan Brigadir ‘US’ telah berhasil diamankan polisi.

“Sebab sebelumnya, tiga pelaku yakni; Yongki Adiaswara, Zen Oktono alias Nung dan Nizar sudah lebih dulu ditangkap dan diamankan Polda Sumsel,” ungkapnya.

Baca Juga :   Novel Tak Temukan Kaitan Sakit Hati dengan Kasus Korupsi di Kepolisian

Diberitakan sebelumnya, peristiwa naas dialami korban ‘US’, warga Kampung Sawah Kecamatan Muaradua OKU Selatan. Korban tewas bersimbah darah akibat luka tusukan dan bacokan senjata tajam.

Menurut aparat kepolisian, tempat kejadian peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Ranau Kelurahan Batu Belang Jaya Kecamatan Muaradua OKU Selatan, Minggu (30/12/2018) pukul 17.20 WIB. Korban ditemukan kritis dan langsung dibawa ke RSUD Muaradua OKU Selatan, lalu korban sempat dirawat akan tetapi nyawa korban tidak terselamatkan.

Atas kejadian ini, korban menderita luka tusuk pada bagian rusuk sebelah kiri, luka bacok pada pergelangan tangan sebelah kiri serta luka bacok pada pipi sebelah kiri hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya mengungkapkan, jika korban ‘US’ yang tewas dianiayai dengan luka tusukan dan bacokan senjata tajam tersebut merupakan anggota Brimob Detasemen C Belitang berpangkat Brigadir.

“Benar ada satu anggota Brimob Detasemen C Belitang yang meninggal dunia karena jadi korban pengeroyokan. Bahkan saat ini sudah ada tiga pelaku yang telah ditangkap, mereka yakni; Yongki Adiaswara, Zen Oktono alias Nung dan Nizar dan kini ketiganya telah kami amankan di Polda Sumsel,” ungkap Kapolda.

Menurut Kapolda, adapun motif pembunuhan Brigadir ‘US’ yang dilakukan para pelaku, berawal karena korban salah paham dengan tersingung kepada pelaku Yongki Adiaswara yang kini telah tertangkap.

Dijelaskan Kapolda, dimana kejadian tersebut bermula saat korban dan pelaku Yongki sama-sama mengendarai sepeda motor dangan arah yang sama. Tiba-tiba sepeda motor korban dan pelaku saling bersenggolan, namun saat itu kendaraan mereka tidak ada yang jatuh.

Baca Juga :   Jadi Otak Pengrusakan Gereja di Ogan Ilir, Oknum Kades & Kepsek Resmi Ditetapkan Tersangka

“Lalu, pelaku Yongki mengegas-ngegas sepeda motornya hingga membuat korban tersingung dan mengejar kendaraan pelaku. Dalam kejar-kejaran tersebut, sepeda motor pelaku dipotong lalu dihadang oleh korban di lokasi kejadian, dan ternyata lokasi tersebut merupakan dusun dari pelaku Yongki,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, ketika di lokasi itulah korban yang tersingung dan salah paham dengan ulah pelaku langsung mendekati pelaku Yongki. Kemudian korban mengeluarkan senjata api dinasnya dan memukulkan ke kepala korban.

“Pada saat itu memang korban tidak mengenakan seragam dinas, sebab korban ‘US’ ini sedang libur. Sedangkan untuk senjata api dinas yang dibawa korban itu tidak apa-apa, karena ada izinnya dan itu melekat. Hanya saja, korban yang tersinggung langsung menutus kepala korban dengan gagang senjata api. Nah, dikarenakan di lokasi kejadian merupakan dusun dari pelaku, sehingga kawan-kawan pelaku berdatangan, bahkan ada yang membawa senjata tajam,” terangnya.

Dilanjutkan Kapolda, jika penganiayaan korban tersebut terjadi tak lama dari teman-teman pelaku datang, dimana korban dikeroyok, ditusuk dan dibacok pakai senjata tajam jenis barang hingga korban bersimbah darah dan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

“Dalam kasus ini tersangka  Zen Oktono alias Nung  yang membacok korban dengan parang, sementara pelaku Yongki dan Nizar berperan memegangi tangan korban dan memukuli korban dengan tangan,” pungkasnya. (ded/dan)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tim Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris di Solo Jateng

Jakarta, KoranSN Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri telah menangkap enam terduga teroris di wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.