Kapolres Pagaralam: Perketat Pengawasan Rumah Kos dan Kontrakan

AKBP Pambudi SIK.
AKBP Pambudi SIK.

Pagaralam, KoranSN

Kepolisian Resor (Polres) Kota Pagaralam, akan memperketat pengawasan rumah kos dan kontrakan, yang diduga sering digunakan untuk aksi kejahatan, seperti tempat prostitusi, pencurian sepeda motor, perampokan, termasuk persembunyian pelaku radikalisasi.

Hal ini diungkapkan Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Pambudi SIK, Minggu (30/10/2016).

Ia mengatakan, sudah banyak laporan jika aksi kejahatan mulai mencari cara untuk mengelabui petugas dengan melibatkan masyarakat umum khususnya pemilik tempat rumah atau kamar sewaan.

“Cukup banyak cara dilakukan untuk menghindari kecurigaan petugas, seperti rumah kos dikontrak kemudian dijadikan tempat persembunyian usai beraksi, jadi dibuat seolah-olah penyewa kamar yang memiliki pekerjaan tetap atau pegawai pemerintahan,” kata dia.

Mereka ini, menurut Pambudi, mencari tempat kos yang padat penduduk, dan akses juga bisa tembus kemana-mana sehingga bila ada petugas datang mudah melarikan diri.

Pambudi menduga, aksi kejahaan yang dilakukan, berupa pencurian, perampokan, termasuk melakukan pesta seks yang sudah menggejala dengan melibatkan remaja atau anak baru gede (ABG).

“Saya lagi dalami informasi dari masyarakat ini, temasuk mengawasi semua tempat kos, rumah sewa, termasuk penyewaan kamar,” ungkap dia.

Baca Juga :   Tugas Orang Tua Menjaga Kesehatan & Kecerdasan Anak

Ditambahkan Kepala Bagian (Kabag) Bimbingan Masyarakat (Binmas) AKP Wantoro SH, sudah banyak laporan jika  rumah kos atau tempat sewa kamar digunakan untuk aksi kejahatan, mulai perampokan, pencurian termasuk pesta seks.

“Kalau prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur sudah mulai marak di Kota Pagaralam, bahkan melakukan aksinya dengan melibatkan rumah kost. Modus operandinya bekerjasama dengan pemilik kosan untuk menghindari petugas dan warga setempat,” ujar dia.

Ia mengatakan, pemilik kos berpura-pura melakukan aktifitas di depan rumah sementara kamar disewakan dengan yang ingin melakukan pesta seks.

“Sekali menggunakan kamar mereka memasang tarif sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, dan terus bergantian tamu yang datang,” kata Wantoro.

Wantoro menguraikan, cukup banyak faktor munculnya gejala ini termasuk ekonomi dan hilangnya moralitas agama bagi anak-anak muda sekarang ini.

“Kita sudah banyak mendapat laporan, baik SMS tentang aktivitas prostitusi yang mulai menggejala di kalangan anak muda di Pagaralam, dan sudan melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya termasuk menangkap pelakunya,” ujar Wantoro.

Baca Juga :   Jelang Arus Mudik, Masih Banyak Jalan Rusak & Berlobang

Sementara itu Ketua MUI Kota Pagaralam, Masrur Aminullah mengatakan, memang harus melibakan semua komponen masyarakat untuk mengatasi kejahatan seks yang melibatkan remaja  atau anak sekolah, karena banyak faktor penyebabnya.

Contohnya, kata dia, faktor kurangnya pengetahuan agama, pembinaan moralitas, termasuk pengatuh informasi tehnologi termasuk tontonan.

“Kondisi ini terjadi akibat moraslitas agama sudah berkurang dikalangan remaja, bahkan jarang sekali ditemukan kegiatan aktifitas keagamaan yang melibatkan anak muda,” kata dia.

Persoalan ini, kata dia, perlu perhatian semua elemen masyarakat baik orang tua, guru, tokoh agama, masyarakat termasuk pemerintah, tentunya dalam meningkatkan pembinaan akhlak dan moralitas agama bagi siswa dan pelajar khususnya anak-anak usia dini. (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

MA Kabulkan Gugatan Paslon Ilyas-Endang, Ini Komentar Pengamat Bagindo Togar

Palembang, KoranSN Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan pasangan calon bupati dan calon wakil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.