Sabtu , Januari 19 2019
Home / Headline / Kapolri: Pembakar Lahan di Sumsel Pengkhianat Bangsa, Tindak dan Proses Hukum

Kapolri: Pembakar Lahan di Sumsel Pengkhianat Bangsa, Tindak dan Proses Hukum

Persatuan Jaksa Indonesia
Panglima TNI didampingi Kapolri saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Griya Agung Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Jumat (3/8/2018) menegaskan, pelaku pembakar lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Sumsel merupakan pengkhianat bangsa. Untuk itu pelakunya harus ditindak dan diproses hukum.

Hal itu ditegaskan Kapolri usai Apel Komando Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan dalam Rangka Pengamanan Asian Games XVIII 2018, di halaman Griya Agung.

Diungkapkan Kapolri, menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang, harusnya semua pihak bersatu menjaga nama baik bangsa, salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan agar tidak ada asap yang dapat memalukan Bangsa Indonesia dimata 45 negara peserta Asian Games.

“Asian Games ini bukan untuk Pemda, tapi Bangsa Indonesia dan citra bangsa ini kita pertaruhkan. Jadi semua komponen bersatu bekerjasama mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutlah, kalau ada yang membakar lahan maka orang itu tidak mendukung Asian Games, artinya pelaku pembakar lahan adalah pengkhianat bangsa,” tegas Kapolri.

Baca Juga :   Gotong Royong Bakal Diikuti Pejabat Seluruh Indonesia

Masih dikatakannya, dalam penegakan hukum kasus Karhutlah di Sumsel saat ini dirinya telah menurunkan penyidik dari Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan.

Panglima TNI didampingi Kapolri meninjau peralatan antisipasi Karhutlah.

“Selain itu, saya juga memerintahkan Kapolda Sumsel dan seluruh Kapolres untuk menangkap pelaku pembakar lahan. Sejauh ini baru dua pelaku yang ditangkap dan diproses yakni di Polres Muba,” ungkapnya.

Lanjut Kapolri, penegakan hukum dilakukan kepada para pelaku pembakar lahan bertujuan untuk efek jerah agar Karhutlah tidak lagi terjadi di Sumsel.

“Jadi, dalam pengungkapan kasus Karhutlah ini saya telah memerintahkan agar anggota menangkap para pelaku pembakar lahan, dan saya juga terus menggenjot penyidik untuk mengungkap kasus Karhutlah yang kini sedang diselidiki oleh Bareskrim Mabes Polri,” tandas Kapolri.

Sementara itu Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Palembang, pihaknya bersama Polri terus melakukan antisipasi Karhutlah agar pelaksanakan Asian Games berjalan lancar.

Baca Juga :   Orang Tua Chatarina Minta Asworo Dijatuhkan Hukuman Berat

“Saya dan Kapolri turun langsung ke Sumsel untuk memastikan pelaksanakan Asian Games aman dari asap Karhutlah. Mari bersama-sama kita sukseskan Asian Games dan menjauhkan ancaman asap Karhutlah. Sebab, jika ada asap maka bangsa kita akan dicemooh para tamu dari negara lain, apalagi dalam event internasional ini akan ada sekitar 45 negara yang mengikuti event ini,” ungkapnya.

Masih dikatakan Panglima, dalam antisipasi Karhutlah di Sumsel pihaknya dari TNI bersama Polri dan instansi yang terlibat dalam Satgas juga telah melakukan pencegahan terjadinya Karhutlah dengan metode membasahi lahan gambut serta menerapkan hujan buatan.

“Selain itu, anggota TNI Polri kami kerahkan di 55 desa yang memiliki potensi terjadinya Karhutlah. Di setiap desa tersebut anggota kami tempatkan, mereka tidur di sana untuk memantau Karhutlah. Dari itu, Insya Allah saya yakin pelaksanaan Asian Games di Palembang tidak akan ada asap dari Karhutlah,” tutup Panglima TNI. (ded)

Panglima TNI didampingi Kapolri meninjau Satgas Penanggulangan Karhutlah.
Hotel Grand Inna Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Jakabaring Akan Dijadikan Pusat Pengembangan Kota Palembang

Palembang, KoranSN Kawasan Jakabaring kedepan akan menjadi wilayah yang paling memungkinkan sebagai pusat pengembangan Kota ...