Home / Kota Musi / Karhutlah Masih Jadi Ancaman di Sumsel

Karhutlah Masih Jadi Ancaman di Sumsel

Satgas Penanggulangan Karhutlah memadamkan api yang membakar lahan di Desa Sungai Tepuk Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. (foto-ist/BPBD Sumsel/humas kodam)

Palembang, KoranSN

Menjelang pelaksanaan Asian Gemes 2018 Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutlah) masih mengancam Sumsel. Bahkan setelah api membakar lahan di kawasan Kabupaten OKI berhasil dipadamkan, Senin (30/7/2018) api Karhutlah kembali muncul di lokasi berbeda yakni, di Desa Muara Medak Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengakui hal tersebut. Dikatakannya, memang sebelum titik api Karhutlah muncul di Muba, Karhutlah juga terjadi di kawasan OKI. Namun untuk di OKI, api yang membakar lahan sudah berhasil dipadamkan oleh Satgas Pemadaman Karhutlah.

“Setelah api yang membakar lahan di OKI padam, hari ini (kemarin) api mencul membakar lahan di Muba, tepatnya di Desa Muara Medak. Bahkan hingga kini Satgas darat dan Satgas udara masih berada di lokasi untuk memadamkan api yang membakar lahan di desa tersebut, mudah-mudahan api dapat segera di padamkan,” katanya.

Diungkapkan Iriansyah, sejauh ini dirinya belum mengetahui pasti luas lahan yang terbakar di Muba tersebut. Sebab pihaknya masih fokus memadamkan api.

“Kalau jumlah luasnya kita tidak tahu persis, namun lahannya cukup luas. Selain itu, kami juga belum mengetahui apakah lahan tersebut milik warga atau milik perusahaan perkebunan. Karena kami masih konsentrasi memadamkan api,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, Karhutlah yang terjadi di Muba tersebut diketahui pihaknya saat api sudah membesar. Sehingga pihaknya langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api. Bahkan dalam pemadaman di lokasi lahan yang terbakar, pihaknya dari BPBD Sumsel mengerahkan helikopter water bombing.

Baca Juga :   Sertifikasi TTK di Muba Dinobatkan Teraktif dan Terbanyak Peringkat I Wilayah Sumsel

“Munculnya api di Muba ini tidak mungkin dengan sendirinya, makanya kami menduga lahan itu sengaja dibakar. Namun untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran lahan tersebut, nanti setelah api padam akan ada Satgas Penegakan Hukum yang melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan masih terjadinya Karhutlah di sejumlah daerah di Sumsel maka dirinya mengajak masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan untuk bersama-sama melakukan antisipasi agar kedepan tidak ada lagi kebakaran lahan dan hutan.

“Apalagi dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan Asian Gemes. Untuk itu marilah sama-sama kita menjaga lingkungan agar tidak terjadi Karhutlah. Kalaupun ada masyarakat dan pihak perusahaan yang melihat ada api yang membakar lahan, diharapkan langsung dipadamkan agar api tidak meluas,” tandasnya.

Terpisah, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Bimo Anggoro Seno mengungkapkan, dalam waktu dekat 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 200 personil Brimob Polda Jambi dan Polda Bengkulu dikirimkan ke Sumsel untuk membantu memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Sumsel.

“Dalam penanganan Karhutlah di Sumsel, Polri dalam hal ini Polda Sumsel bersama TNI menurunkan Satgas untuk memadamkan api. Dari itulah, 2 SSK Brimob Polda Jambi dan Polda Bengkulu diperbantukan ke Sumsel. Semua personil Brimob tersebut khusus untuk memadamkan api jika ada lahan dan hutan yang terbakar, jadi berbeda dengan personel pengamanan pelaksanaan Asian Games yang dalam waktu dekat akan berlangsung di Kota Palembang,” ungkap Wakapolda.

Baca Juga :   Fitri Hidupkan Kembali Gerakan Pramuka Palembang

Sementara dalam rilis resmi Pendam II/Swj yang diterima oleh Suara Nusantara, sepekan terakhir ini Satgas Karhutlah terus melakukan patroli untuk mencegah bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kodim 0402/OKI, Sumsel. Sebanyak 28 personel yang tergabung dalam Satgas Karhutlah berhasil menanggulangi api yang membakar lahan di Desa Sungai Tepuk Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (29/7/2018).

Para personel Satgas yang terdiri dari; RPK PT HKM IV, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA) ini, berhasil mencegah api yang membakar lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 1 hektare yang berlokasi di Desa Sungai Tepuk.

Dengan menggunakan mobil pemadam dan lima mesin pompa serta memanfaatkan sumber air dari kanal-kanal yang tersedia Satgas berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar. Sementara itu, helikopter perkuatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah juga terus melakukan water bombing. Sekitar pukul 13.30 WIB, api yang membakar lahan di OKI tersebut berhasil ditanggulangi dan dapat dipadamkan. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Safari Jumat di Sekip, Herman Deru Targetkan Rumah Tahfidz Tumbuh Merata di Masjid-Masjid

Palembang, KoranSN Di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru, berbagai pembinaan di bidang keagamaan …