Home / Lacak / Kasi Haji dan Umroh Kemenag Palembang Diperiksa Terkait Dugaan Penipuan Abu Tours

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Palembang Diperiksa Terkait Dugaan Penipuan Abu Tours

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang Periode 2018-2023
Kantor abu tour tampak disegel dengan garis polisi beberapa waktu lalu. (Foto-Ferdinand/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Kamis (22/2/2018) mengatakan, pihaknya telah memeriksa saksi dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Palembang terkait dugaan kasus penipuan keberangkatan jamaah umroh, yang diduga dilakukan oleh pihak Travel Abu Tours.

Diungkapkannya, pemeriksaan saksi dari Kemenag Kota Palembang, sama seperti pemeriksaan saksi dari Kemenag Provinsi Sumsel yang sebelumya telah dilakukan. Dimana dalam pemeriksaan, penyidik mengajukan pertanyaan tentang regulasi dan izin oprasional Kantor Abu Tours Palembang.

“Adapun saksi yang diperiksa tersebut yakni, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kota Palembang. Kedepannya, kami juga akan memeriksa saksi lainnya termasuk pegawai dan pimpinan Kantor Abu Tours Cabang Palembang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Suwandi, dalam penyelidikan dugaan kasus tersebut pihaknya juga akan melakukan penggeledahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

“Dalam penggeledahan tersebut tentunya akan kami lakukan sesuai prosedur. Untuk itulah saat ini kami masih menunggu izin dari pengadilan,” jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan, memang ada saksi dari Kemenag Kota Palembang yang diperiksa penyidik.

“Kalau belum lama ini penyidik memeriksa saksi dari Kemenag Sumsel, dan hari ini penyidik memeriksa saksi dari Kemenag Kota Palembang. Tujuannya, untuk mengambil keterangan terkait regulasi dan izin Kantor Abu Tours di Palembang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (20/2/2018) penyidik Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah memeriksa Kasubag Humas Kemenag Provinsi Sumsel, Saefudin dan Kasi Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Sumsel, Kuwat Sumarno.

Usai menjalani pemeriksaan Kasubag Humas Kemenag Provinsi Sumsel, Saefudin menegaskan, jika Kantor Abu Tours Cabang Palembang yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang tidak memiliki izin oprasional untuk memberangkatkan para calon jamaah umroh.

“Beberapa waktu lalu, sebelum mencuatnya dugaan kasus ini, memang ada pihak Abu Tours datang ke Kantor Kemenag Sumsel guna menanyakan persayaratan pembuatan izin oprasional. Kemudian diberikan syarat-syaratnya, lalu mereka pergi. Namun sejak saat itu sampai sekarang, mereka (Abu Tours) tidak datang lagi untuk menyarahkan kelengkapan syarat-syarat untuk membuat izin tersebut. Jadi Abu Tours Palembang ini tidak memiliki izin oprasional,” tegasnya.

Masih dikatakan Saefudin, berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Pasal 8 jika travel umroh yang akan membuat kantor cabang di daerah lebih dulu harus memiliki izin oprasional sebelum melakukan kegiatan.

“Seperti Abu Tour yang berpusat di Makasar, kemudian membuka Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Sebelum membuka kantor di sini (di Palembang) harusnya mereka memiliki izin dari Kemenag Provinsi Sumsel dulu sebelum oprasional,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan adanya dugaan kasus ini maka dirinya menghimbau kepada masyarakat Sumsel agar kedepan berhati-hati dalam memilih travel keberakatan umroh.

“Jika akan berangkan umroh, sebaiknya masyarakat ke Kantor Kemenag Provinsi Sumsel dulu untuk memilih travel umroh yang benar. Sebab hanya 25 travel di Sumsel yang memiliki izin oprasional, kalau yang lainnya tidak ada izin,” tandasnya.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan guna kepentingan penyelidikan terkait laporan sejumlah calon jamaah umroh ke SPKT Polda Sumsel yang diterima petugas dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Adapun terlapornya yakni, Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Selain itu, belum lama ini calon jamaah umroh, Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57) warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT. (ded)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Bos Travel Umroh Raup Rp 20 Miliar dari Menipu 1000 Calon Jamaah Umroh & Haji di Sumsel

Palembang, KoranSN Tersangka Faorita alias Rita (47), yang merupakan Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya meraup ...

error: Content is protected !!