Kasus Kekerasan Anak Banyak Terjadi di Palembang

Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak BP3A Sumsel, Milda, Selasa (23/1/2018) mengatakan, sepanjang tahun 2017 Kota Palembang menjadi kasus tindak kekerasan pada anak dan perempuan yang paling tinggi di Provinsi Sumsel dengan jumlah 126 kasus.

Milda menjelaskan, bukan hanya di Kota Palembang kasus kekerasan yang terjadi pun bermacam yang dilakukan, namun kasus kekerasan terbesar yakni pada fisik dan seksual. Sedangkan untuk jumlah keseluruhan kasus kekerasan di Sumsel sebanyak 702 kasus yang terdiri dari; korban laki-laki sebanyak 188 dan perempuan 556 jiwa.

Ia menambahkan, secara rinci jenis kekerasan yang dialami korban seperti kekerasan fisik berjumlah 343, psikis 100, seksual 226, trafficking 1, penelantaran 32, eksploitasi 2 dan lainnya 79 kasus.

Baca Juga :   Lemhannas RI Lakukan Pengukuran Hasil Pendidikan 2019 di Kodam II/Swj

“Sepanjang tahun 2017 kita mencatat kasus kekerasan secara keseluruhan di Sumsel berjumlah 343 dengan Kota Palembang sebagai angka tingkat kekerasan paling tinggi,” ungkapnya.

Milda melanjutkan, berdasarkan data yang didapat sepanjang tahun 2017 kemarin, untuk daerah yang paling rendah dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terdapat di Kabupaten Musi Rawas Utara dengan jumlah 8 kasus.

“Faktor ekonomi dan psikologis biasanya yang paling mempengaruhi terhadap terjadinya kekerasan, kita akan selalu mendampingi korban dan pelaku, lalu kita akan cari alasan yang paling dasar kenapa bisa terjadi kekerasan,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, pihaknya pun menyediakan tenaga psikolog untuk membuat kenyamanan dan membangkitkan kembali mental para korban.

Baca Juga :   Terapkan Parkir Berbasis Android

Ketika diminta keterangan mengenai kasus ibu yang menjual bayi beberapa waktu lalu? ia menjelaskan, jika pihaknya akan mendampingi tersangka dan menanyakan apa penyebabnya sampai akar permasalahan tersebut bisa terjadi.

“Kita harus menanyai dulu kenapa sebabnya ia menjual anaknya, kita dampingi dan diberi arahan agar ketika pelaku keluar dari penjara tidak mengulangi lagi,” katanya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dodi Reza Bakar Semangat Peserta LK II HMI Sumbagsel

Palembang, KoranSN Puluhan peserta Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan …