Kasus OTT Bupati Muara Enim, Ahmad Yani Diduga Juga Terima Suap Berupa Tanah

Terdakwa Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dan terdakwa Elvin Mukhtar saat jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Riduan, Minggu (9/2/2020) mengatakan, dalam sidang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim dengan terdakwa Ahmad Yani dan A Elfin MZ Muchtar yang akan digelar, Selasa mendatang (11/2/2020) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Pihaknya mengagendakan saksi terkait pemberian suap berupa sebidang tanah yang diduga diterima oleh terdakwa Ahmad Yani.

Menurutnya, tanah tersebut diduga dibeli oleh A Elfin MZ Muchtar menggunakan uang dari pemberian Robi Okta Fahlefi yang tanahnya untuk Bupati Ahmad Yani.

JPU KPK M Riduan menjelaskan, saksi di persidangan minggu lalu sempat membuka jika A Elfin MZ Muchtar ini membeli tanah untuk Bupati Ahmad Yani. “Adapun lokasi tanah tersebut, yakni berada di kawasan Muara Enim. Untuk itulah dalam persidangan nanti kami akan menghadirkan saksi terkait dugaan pemberian tanah kepada Ahmad Yani tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ofi Belum Berfikir Jabatan Bupati

Masih dikatakannya, selain itu dalam persidangan tersebut pihaknya selaku JPU KPK juga mengagendakan saksi terkait dugaan pemberian mobil jenis minibus dan mobil pick-up dari Robi Okta Fahlefi kepada terdakwa Ahmad Yani.

“Jadi, dalam persidangan nanti total saksi yang diagendakan rencananya ada delapan saksi. Semua saksi ini dari pihak swasta bukan dari pihak Pemkab Muara Enim,” tutupnya.

Sementara Roy Riadi yang juga JPU KPK mengatakan, pada persidangan tersebut para saksi yang diagendakan dalam sidang terdakwa Ahmad Yani dan A Elfin MZ Muchtar, yakni saksi-saksi yang akan memberikan keterangan terkait aset yang diterima oleh Bupati Ahmad Yani.

“Aset tersebut berupa mobil minibus, mobil pik up dan tanah. Dimana semua aset yang diduga diterima oleh terdakwa Ahmad Yani dari Robi Okta Fahlefi. Sedangkan untuk siapa saja saksi-saksi tersebut, nanti kita lihat saja dalam persidangan yang digelar, Selasa (11/2/2020) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang,” jelasnya.

Baca Juga :   Polresta Palembang Gagalkan Penyelundupan Sabu Asal Aceh

Lebih jauh diungkapkannya, sedangkan untuk Robi Okta Fahlefi yang merupakan penyuap Bupati Ahmad Yani terkait 16 paket proyek jalan aspirasi DPRD Muara Enim di Dinas PUPR Muara Enim beberapa waktu yang lalu telah dijatuhkan vonis oleh Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara.

“Sampai saat ini tidak ada berkas banding yang diajukan oleh Robi Okta Fahlefi. Sehingga terdakwa Robi menyatakan pikir-pikir, dimana untuk batas waktu pikir-pikir ini hingga, Selasa nanti (11/2/2020). Dengan demikan pada selasa nanti vonis terdakwa Robi menjadi inkrah (kekuatan hukum tetap) sehingga Robi statusnya bukan lagi terdakwa, melainkan terpidana,” tutupnya. (ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

1 Warga Palembang Positif Corona Kembali Meninggal Dunia

Palembang, KoranSN Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Sumsel, Yusri, Sabtu (30/5/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.