Kasus OTT Suap Proyek Bupati Muara Enim, Aries Kecipratan Fee Rp 3 Miliar Ramlan Rp 1,6 Miliar

Suasana sidang dakwaan terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi di PN Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dalam kasus OTT suap 16 paket proyek Bupati Muara Enim tahun 2019 diketahui jika terdakwa Aries HB (Ketua DPRD Muara Enim nonaktif) kecipratan atau mendapat bagian fee Rp 3 miliar lebih, sedangkan terdakwa Ramlan Suryadi (Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim) mendapat bagian fee Rp 1,6 miliar.

Hal tersebut diungkapkan JPU KPK Januar Dwi Nugroho saat persidangan terdakwa Aries HB dan terdakwa Ramlan Suryadi dengan agenda dakwaan, yang digelar secara vitrual di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (14/9/2020).

“Semua fee tersebut diterima terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi dari Robi Okta Pahlevi (sudah divonis berkas terpisah) selaku pemilik PT Indo Paser Beton, terkait 16 paket proyek dari dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, yang didapatkan oleh Robi Okta Pahlevi,” ungkapnya.

Menurut JPU, kasus ini bermula saat Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim yang menjabat ketika dugaan kasus ini terjadi (sudah divonis berkas terpisah) memerintahkan A Elvin MZ Muchtar yang kala itu menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim (sudah divonis berkas terpisah) untuk mencarikan kontraktor, yang dapat memberikan fee 15 persen dari 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga :   Lagi, Ditetapkan Tersangka Korupsi Baju Linmas Pagaralam

“Kemudian A Elvin MZ Muchtar mencari kontraktor yang dapat membayar fee dimuka, hingga akhirnya kontraktor Robi Okta Pahlevi selaku pemilik PT Indo Paser Beton menyanggupi permintaan fee tersebut. Selanjutnya, Ahmad Yani memerintahkan A Elvin MZ Muchtar jika pemberian fee dari Robi hanya dilakukan satu pintu, yakni kepada A Elvin MZ Muchtar,” jelasnya.

Masih dikatakannya, bahkan untuk memenangkan perusahaan Robi Okta Pahlevi dalam lelang, A Elvin MZ Muchtar juga berkoordinasi dengan Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja Lelang.

“Lelang 16 paket proyek ini sudah direkayasa sejak awal, makanya perusahaan Robi Okta Pahlevi menang lelang dan mendapatkan proyek tersebut,” ujarnya.

Diungkapkannya, dari itulah Robi Okta Pahlevi memberikan fee 15 persen kepada sejumlah pihak.

“Adapun pihak yang menerima bagian fee ini, terdiri dari; Ahmad Yani menerima fee Rp 12,5 miliar, Juarsah Rp 3 miliar, serta 25 anggota DPRD Muara Enim menerima fee bervariasi, dengan rincian; Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, atau total keseluruhannya Rp 5 miliar lebih. Selanjutnya Aries HB menerima bagian fee Rp 3 miliar lebih, Ramlan Suryadi Rp 1,6 miliar, A Elvin MZ Muchtar Rp 2,6 miliar, dan Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja Lelang mendapat bagian fee Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :   Amankan Janji Politik Yan Anton, Pimpinan DPRD Diduga Dapat Jatah Uang

Dilanjutkan JPU KPK, kemudian sekitar awal September 2019 ternyata A Elvin MZ Muchtar kembali meminta uang fee kepada Robi Okta Pahlevi senilai 35 ribu dolar.

“Uang yang diminta ini merupakan bentuk kasbon untuk proyek yang dijanjikan akan didapatkan Robi Okta Pahlevi ditahun berikutnya. Akan tetapi saat uang tersebut diserahkan di salah satu rumah makan mie di kawasan Jalan Alang-alang Lebar, Elvin MZ Muchtar dan Robi Okta Pahlevi tertangkap OTT oleh petugas KPK hingga kasus inipun terungkap,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, dalam perkara ini Ahmad Yani beberapa waktu yang lalu telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang dengaan hukuman pidana 5 tahun penjara. Sedangkan A Elvin MZ Muchtar divonis 4 tahun penjara, dan Robi Okta Pahlevi divonis Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Rumah di DI Panjaitan Terbakar

Palembang, KoranSN Sebuah rumah di Jalan DI Panjaitan Gang Satria Plaju Palembang, Rabu (30/9/2020) sekitar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.