Kasus OTT Yan Anton Ferdian, Rumah Sekda Banyuasin Digeledah KPK

DIPERIKSA- Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah (kemeja putih) saat di Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan penyidik KPK beberapa waktu yang lalu. (Foto-Dedy/Koransn.com)
DIPERIKSA- Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah (kemeja putih) saat di Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan penyidik KPK beberapa waktu yang lalu. (Foto-Dedy/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/11/2016) menggeledah rumah Sekda Pemkab Banyuasin, Firmansyah di Perumahan Bukit Sejahtera Palembang.

Penggeledahan dilakukan KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di Pemkab Banyuasin.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, selain menggeledah rumah Sekda yang berada di Kota Palembang. Hari ini, penyidik KPK juga menggeledah rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abihasan di Jalan Bambang Utoyo No 12 Palembang dan Rumah Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah di Jalan Sepakat seduduk Putih, Palembang.

“Jadi, hari ini ada tiga rumah yang digeledah KPK yakni, rumah Sekda Banyuasin, Firmansyah, rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abihasan dan rumah Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah. Pengeledahan ketiga rumah tersebut dilakukan untuk penyidikan tersangka Yan Anton Ferdian,” kata Yuyuk.

Menurut Yuyuk, dikarenakan penggeledahan tersebut dilakukan ditiga lokasi secara bersamaan maka KPK menurunkan tiga tim penyidik ke Palembang.

“Penggeledahan ketiga lokasi itu dilakukan bersamaan oleh tiga tim penyidik sejak pukul 09.00 WIB hingga sore ini. Hasil dari penggeledahan, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen di kediaman Sekda Banyuasin, Firmansyah, Kepal Dinas PU Banyuasin, Abihasan dan Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah,” tutup Yuyuk.

Diketahui, dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta ‘K’ (pihak swasta).

Baca Juga :   Pasang Lampu Saur di Speedboat, Warga Sungsang Ditangkap

Setelah OTT dilakukan, Senin 5 September 2016 penyidik KPK melakukan penyegelan di ruang kerja Bupati Yan Anton, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program, serta Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah di Banyuasin.

Kemudian, Rabu 7 September 2016 KPK menggeledah dua rumah mewah dan Kantor CV Putra Pratama milik tersangka ‘ZM’ di Jalan Tanjung Sari II RT 33 RW 7 Kelurahan Bukti Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang.

Selain itu, di hari yang sama, KPK juga menggeledah Kantor Bupati Banyuasin termasuk ruang kerja bupati, ruang kerja Sekda, ruang kerja Asisten II, ruang kerja Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum serta ruang kerja Bendahara Umum Pemkab Banyuasin.

Sedangkan pada Kamis 8 September 2016 KPK pun menggeledah kediaman Amiruddin Inoed ayah dari Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian di Perumahan Bukit Sejahtera Poligon  Blok BW No 4 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus. Diwaktu bersamaan, KPK pun menggeledah kediaman keluarga tersangka ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Banyuasin) di Perumahan Bukit Persada Indah di kawasan KM 11 Palembang.

Dari penggeledahan tersebut, selain menyita sejumlah dokumen. Penyidik KPK juga menyita dua unit motor gede (Moge) jenis Harley Davidson dan sepeda motor Ducati milik tersangka Yan Anto Ferdian serta satu unit mobil Mitsubishi Mirage warna merah milik tersangka ‘RUS’.

Bukan hanya itu, untuk mengusut dugaan kasus ini sudah lebih dari 30 saksi dari pejabat dan kepala dinas di Pemkab Banyuasin telah diperiksa penyidik KPK.

Mereka yakni; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin, Yos Karimudin dan Kadis Dinas Perhutanan dan Perkebunan Banyuasin yang diperiksa KPK, Kamis 10 November 2016. Kemudian keesokan harinya, Jumat 11 November 2016 penyidik KPK pun memeriksa Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin, Syahril Arif Rahman.

Baca Juga :   Polisi Reka Adegan Penganiayaan Kelompok John Kei di Duri Kosambi

Selain itu sebelumnya penyidik KPK juga telah memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT, Kepala DPPKAD Banyuasin, Bambang Wirawan, Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim.

Bahkan Wakil Bupati Pemkab Banyuasin, SA Supriono, Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin, Rislani A Gafar, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Roby Sandes bahkan Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam pun juga telah diperiksa KPK menjadi saksi dalam dugaan kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, Yuyuk Andriati telah mengatakan, dalam perkara ini para tersangka dijerat pasal berbeda. Dimana untuk tersangka Yan Anton Ferdian, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ yang diduga sebagai pihak penerima uang suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) yang diduga sebagai pihak pemberi uang suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ungkap Yuyuk saat itu. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polisi Pindahkan Tersangka Pembakar Mobil Via Vallen

Sidoarjo, KoranSN Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur, memindahkan tersangka pembakaran mobil penyanyi Maulidyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.