Kasus OTT Yan Anton, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Diperiksa KPK

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ( kemeja kotak-kotak menyandang tas) saat di dalam bus di Mapolda Sumsel usai tertangkap OTT KPK, hendak dibawa ke KPK Jakarta, beberapa waktu yang lalu. (Foto-Doc-Ferdinand/Koransn.com)
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ( kemeja kotak-kotak menyandang tas) saat di dalam bus di Mapolda Sumsel usai tertangkap OTT KPK, hendak dibawa ke KPK Jakarta, beberapa waktu yang lalu. (Foto-Doc-Ferdinand/Koransn.com)

Palembang KoranSN

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, ‘UU’ yang merupakan tersangka dalam dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin, Selasa (8/11/2016) diperiksa KPK.

Demikian diungkapkan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati.

Dikatakan Yuyuk, ‘UU’ yang merupakan salah satu tersangka dari total enam tersangka dalam dugaan kasus tersebut diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi tersangka ‘K’ (pihak swasta).

“Jadi tersangka ‘UU’ diperiksa untuk menjadi saksi tersangka ‘K’. Selain itu, dalam pemeriksaan yang dilakukan di Gedung KPK Jakarta, penyidik juga memeriksa dua pihak swasta yakni, Ahmad Dacing dan Karmanto yang keduanya diperiksa untuk menjadi saksi Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian,” tandas Yuyuk.

Diketahui, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, ‘UU’ ditetapkan KPK sebagai tersangka setelah tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Minggu 4 September 2016. Dimana dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Baca Juga :   Lagi, KPK Periksa Saksi OTT Bupati Banyuasin

Dalam OTT yang dilakukan KPK di rumah dinas Bupati Banyuasin. KPK berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Selain ‘UU’ dan Bupati Yan Anton Ferdian ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perkara ini, KPK juga telah menetapkan empat tersangka lainnya, mereka yakni; ”STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta tersangka ‘K’ (pihak swasta).

Sebelumnya Yuyuk Andriati telah menegaskan, jika dalam perkara ini para tersangka dijerat pasal berbeda. Hal ini dikarenakan dalam dugaan kasus tersebut untuk tersangka Yan Anton Ferdian dan empat tersangka lainnya; ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ diduga sebagai pihak penerima uang suap. Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ diduga sebagai pihak pemberi uang suap.

“Dari itulah, dalam perkara ini tersangka Yan Anton Ferdian, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkas Yuyuk waktu itu. (ded)

Baca Juga :   Lima Kali KPK Periksa Yan Anton Sebagai Tersangka
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

KPK Tahan Dirut PT PAL Budiman Saleh

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.