Home / Lacak / Kasus Prada ‘DP’, Visum Korban yang Dimutilasi Tidak Hamil

Kasus Prada ‘DP’, Visum Korban yang Dimutilasi Tidak Hamil

Oknum anggota TNI, Prada Deri Pramana (DP) saat berhasil diamankan. (Foto-Humas Kodam)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Sabtu (15/6/2019) mengungkapkan, dari hasil visum korban Fera Oktaria (21) yang dibunuh dan dimutilasi oknum TNI Prada ‘DP’ diketahui jika korban tidak hamil.

Menurutnya, bahkan berdasarkan visum dari dokter forensik juga diketahui kalau korban tidak disetubuhi Prada ‘DP’, sebelum korban dibunuh dan tangannya dimutilasi.

“Jadi dari hasil visum korban tidak hamil, dan saat kejadian korban juga tidak disetubuhi oleh Prada ‘DP’,” kata Kabid Humas.

Diungkapkannya, dengan telah ditangkapnya Prada ‘DP’ oleh Pomdam II/Swj maka berkas perkara dan barang bukti dalam kasus pembunuhan dan mutilasi korban telah dilimpahkan Polda Sumsel kepada penyidik Pomdam II/Swj.

“Selain melimpahkan berkas perkara, kami juga menyerahkan barang bukti, hasil visum serta sidik jari Prada ‘DP’ yang ditemukan di TKP kepada Pomdam,” terangnya.

Diungkapkannya, penyerahan berkas perkara dan semua barang bukti tersebut karena Prada ‘DP’ merupakan oknum anggota TNI, sehingga proses penyidikan lebih lanjut merupakan wewenang dari Pomdam II/Swj.

“Sedangkan untuk pasal yang diterapkan juga menjadi wewenang penyidik Pomdam. Sebab yang bersangkutan ini kan oknum anggota TNI yang dalam aturannya akan disidangkan di pengadilan militer,” tandas Kabid Humas.

Diberitakan sebelumnya, setelah sempat menjadi buronan akhirnya Prada ‘DP’ terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria, Kamis (10/6/2019) berhasil ditangkap jajaran Pomdam II/ Swj saat sedang berada dan menetap di salah satu padepokan di Serang Banten.

Baca Juga :   200 Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

Kapendam II/Swj, Kolonel Inf Djohan Darmawan, Jumat (11/6/2019) mengatakan, dari hasil penyelidikan akhirnya petugas berhasil menangkap Prada ‘DP’ terduga pelaku pembunuh korban Fera di Serang Banten.

“Prada ‘DP’ ditangkap saat sedang berada dan menetap di salah satu padepokan di Serang Banten,” katanya saat menggelar rilis penangkapan Prada ‘DP’ di Mako Pomdam II/Swj.

Diungkapkannya, dari pengakuan Prada ‘DP’ yang bersangkutan kabur ke Serang Banten usai melakukan pembunuhan korban.

“Jadi, awalnya Prada ‘DP’ ini menjemput korban di tempat korban bekerja, yakni di salah satu minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian dengan menggunakan sepeda motor milik korban, keduanya menuju TKP penginapan yang ada di Muba,” terangnya.

Masih katanya, setiba di dalam kamar penginapan keduanya terlibat keributan karena dari keterangan Prada ‘DP’, ketika itu korban meminta dinikahi sebab mengaku hamil.

“Pengakuan Prada ‘DP’ dia kalap, karena korban katanya hamil dan minta dinikahi, lalu ribut dan akhirnya dia (DP) melakukan pembunuhan korban,” terangnya.

Usai korban meninggal dunia lanjut Kapendam, Prada ‘DP’ meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki.

“Untuk sepeda motor korban ditinggalkannya di penginapan tersebut, jadi dia jalan kaki menuju pasar yang ada di Muba. Setelah itu barulah dia naik bus menuju Serang Banten,” terangnya.

Sedangkan Komandan Pomdam II/Swj, Kolonel Cpm Donald Siagian, Jumat (11/6/2019) mengatakan, dari pengakuan Prada ‘DP’, pembunuhan korban dilakukan bermula dari korban yang mengaku hamil dua bulan lalu meminta dinikahi.

“Dia kalap dan blank sesaat ketika ribut dengan korban di dalam kamar penginapan. Kejadian bermula korban mengaku hamil 2 bulan dan minta dinikahi, disaat ribut Prada ‘DP’ membekap korban hingga korban tewas,” ungkapnya kala itu.

Baca Juga :   Curi Minyak Eskavator, 2 PK Perusahaan Diringkus

Dikatakannya, dari pengakuan Prada ‘DP’ usai korban tewas, ‘DP’ keluar dari kamar penginapan untuk merokok di samping gudang penginapan tersebut.

“Ketika itulah Prada ‘DP’ melihat gergaji hingga mengambilnya lalu digunakannya untuk memutilasi korban. Tapi saat itu dia (DP) mengaku masih sayang dengan korban, makanya dia hanya memutilasi tangan saja, lalu dia langsung pergi meninggalkan korban di lokasi,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan telah tertangkapnya Prada ‘DP’ maka pihaknya akan melakukan proses hukum dan menyidangkan ‘DP’ secara militer.

“Kalau untuk pasal pidana yang akan diterapkan kepada yang bersangkutan masih kami dalami. Kalau terbukti berencana bisa dikenakan Pasal 340 KHUP yang ancamannya pidana mati atau semur hidup. Namun sementara ini hasil pemeriksaan pembunuhan korban tidak direncanakan, sebab saat kejadian ‘DP’ kalap lalu melakukan pembunuhan korban, selain itu gergaji yang digunakan untuk memutilasi tangan korban juga ditemukan dari gudang yang ada di penginapan tersebut,” terangnya saat itu.

Untuk diketahui, Jenazah wanita, Jumat (10/5/2019) pukul 11.00 WIB ditemukan tewas dengan tangan dimutilasi di dalam kamar nomor 06 salah satu penginapan yang berada di Jalan PT Hindoli Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba.

Dari hasil pemeriksaan akhirnya, Sabtu (11/5/2019) identitas korban diketahui yakni Fera Oktaria (21), warga Lorong Indah Karya Tangga Takat Kecamatan SU 2 Palembang. Kemudian dari hasil penyelidikan kasus tersebut juga terungkap jika pelaku yang membunuh korban yakni oknum TNI Prada ‘DP’. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Bandar Narkoba di Lahat Diciduk

Lahat, KoranSN Seorang bandar Narkoba jenis sabu berhasil diciduk oleh jajaran Satres Narkoba Polres Lahat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.