Home / Nasional / Kasus Suap Proyek Air Minum, KPK Sita Duit Rp 11,2 Miliar

Kasus Suap Proyek Air Minum, KPK Sita Duit Rp 11,2 Miliar

Ilustrasi. (foto-net)

Jakarta, KoranSN

KPK menyita total duit Rp 11,2 miliar, SGD 23.100 dan USD 138.500 terkait dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR. Uang itu disita sejak operasi tangkap tangan (OTT) hingga pengembalian dari 16 pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Sampai dengan saat ini, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga mengalir pada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing, yaitu Rp 11,2 miliar, SGD 23.100 dan USD 138.500,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Febri mengatakan, masih ada dugaan aliran dana lain ke sejumlah pejabat terkait SPAM. KPK mengimbau pihak yang menerima uang tersebut untuk mengembalikan ke KPK.

Baca Juga :   KPU Terapkan Sistem 2 Zonasi untuk Kampanye Rapat Umum

“KPK mengingatkan pada semua pihak yang pernah menerima aliran dana tersebut agar secara kooperatif mengembalikan pada KPK. Sikap kooperatif akan dihargai secara hukum,” katanya.

KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Budi Suharto, Dirut PT WKE; Lily Sundarsih, Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT TSP; dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP, yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Dugaan suap itu disebut KPK diterima dengan besaran yang bervariasi oleh empat orang pejabat pembuat komitmen (PPK) tiap proyek, yaitu Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satker SPAM Strategis/ PPK SPAM Lampung diduga menerima Rp 350 juta dan USD 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur.

Baca Juga :   Fayakhun Divonis 8 Tahun Penjara

Kemudian, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa diduga menerima Rp 1,42 miliar dan SGD 22.100 untuk SPAM Katulampa, lalu Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satker SPAM Darurat diduga menerima Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulteng, dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba-1 diduga menerima Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba-1.

Namun dalam proses penyidikan, KPK menemukan indikasi ada 20 proyek juga terkait suap. KPK pun telah menerima pengembalian Rp 4,7 miliar dari 16 orang PPK. (detikcom)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dodi Reza Alex Perjuangkan Sawit Indonesia di Pertemuan Deklarasi Unilever Amsterdam

Utrecht, KoranSN Realisasi dan capaian pembangunan komoditas pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Musi Banyuasin terus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.