Home / Headline / Kasus Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang, 3 Panitia Pra Diksar Menwa Jadi Tersangka

Kasus Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang, 3 Panitia Pra Diksar Menwa Jadi Tersangka

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli saat menggelar kasus penetapan dan penahanan tiga tersangka penganiayaan yang menewaskan Mahasiswa Unitas, Muhammad Akbar. (foto-humas polda sumsel)

Palembang, KoranSN

Polres Ogan Ilir (OI) menetapkan tiga tersangka kasus tewasnya Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Muhammad Akbar (19) saat korban mengikuti pra pendidikan dasar (Pra Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir.

Ketiga tersangka tersebut merupakan panitia dalam kegiatan Pra Diksar tersebut, mereka yakni; tersangka Riko Willyan Saputra, Khoirul Imami dan Ibnu Sina.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli saat menggelar ungkap kasus penetapan ketiga tersangka di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (3/11/2019) mengatakan, dari hasil penyelidikan kejadian yang menewaskan korban serta hasil dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan dikuatkan dengan bukti hasil visum jenazah korban yang dilakukan oleh dokter forensik Rumah Sakit Bayangkara Palembang, hasilnya polisi menetapkan tiga orang tersangka yang merupakan panitia dalam Pra Diksar tersebut.

“Adapun penyebab korban meninggal dunia, yakni karena adanya kekerasan benda tumpul di tubuh korban. Oleh karena itu saat ini kami menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya korban,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui jika ketiga tersangka tersebut secara bersama-sama telah melakukan tindak kekerasan kepada korban yang merupakan peserta Pra Diksar Menwa di Ogan Ilir.

“Penyelidikan kasus ini dilakukan Polres Ogan Ilir secara profesinal dan tegas, jadi siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban kami jadikan tersangka. Sejauh ini baru tiga tersangka ini yang ditetapkan oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Baca Juga :   6.900 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan
Riko Willyan Saputra, Khoirul Imami dan Ibnu Sina (baju tahanan), tiga tersangka penganiayaan Mahasiswa Unitas Palembang, Muhammad Akbar. (Foto-Humas Polda Sumsel)

Meskipun demikian lanjut Kapolda, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku lainnya dalam kasus tewasnya korban.

“Jadi kasus ini kami dalami, karena masih ada kemungkiman tersangka lainnya selain ketiga tersangka yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk ketiga tersangka yang telah ditetapkan dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP,” tutup Kapolda.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi menambahkan, dalam kasus ini korban yang merupakan mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang tewas usai dikeroyok dan dianiaya oleh ketiga tersangka.

“Kejadian tindak pidana ini terjadi bermula dengan dilaksanakanya kegiatan Pra Diksar Menwa, dimana korban kala itu mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta. Namun saat kegiatan dilaksanakan, terjadi tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban yang dilakukan ketiga tersangka secara bersama-sama, sehingga menyebabkan korban Muhammad Akbar meninggal dunia,” ungkapnya.

Lanjut Kabid Humas, untuk ketiga tersangka yang ditetapkan yakni Riko Willyan Saputra, Khoirul Imami dan Ibnu Sina, ketiganya kini sudah ditahan di Polres Ogan Ilir guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Penahanan ketiga tersangka resmi dilakukan Polres Ogan Ilir terhitung sejak Sabtu 2 November 2019. Jadi, ketiga tersangka tersebut saat ini sudah ditahan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Muhammad Akbar (19), Rabu (16/10/2019) tewas saat mengikuti Pra Diksar Menwa yang digelar di Desa Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir.
Usai tewas, jenazah korban yang tercatat sebagai warga Jalan Padat Karya Graha Citra Pesona Sekojo Ujung

Baca Juga :   Hadirkan Beragam Pilihan Gadget 4G Terbaik, Telkomsel Gelar Ramadhan Fair 2018

Sematang Borang Palembang, Kamis (17/10/2019) dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Nasution saat itu mengungkapkan, jika hasil dari pemeriksaan pihaknya menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban yang kuat dugaan menjadi penyebab korban meninggal dunia.

“Kalau di kepala dan badannya tidak ditemukan tanda kekerasaan. Namun kami mendapati tanda-tanda kekerasan bekas benturan benda tumpul, di salah satu bagian vital tubuh korban. Nah, inilah penyabab korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara Tito ayah korban Muhammad Akbar mengungkapkan, jika korban merupakan mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang. Dirinya juga mengaku tidak menyangka dan tidak memiliki firasat apapun terkait kejadian yang telah menimpa putranya tersebut.

“Anak saya ini sebelum berangkat ikut Pra Diksar Menwa sempat panit kepada saya. Bahkan ketika pamit, Almarhum sujud dan mencium tangan saya,” ujarnya berlinangan air mata kala itu.

Di lokasi yang sama, Wakil Rektor I Universitas Taman Siswa Palembang, Syahril membenarkan jika korban Muhammad Akbar merupakan mahasiswa di Universitas Taman Siswa Palembang Fakultas Hukum.

“Kegiatan Pra Diksar Menwa tersebut digelar di Ogan Ilir yang pesertanya juga ada dari universitas lainnya selain Universitas Taman Siswa Palembang. Jadi setiap tahun memang ada peserta Pra Diksar dari mahasiwa yang kami kirim untuk ikut dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, jika sebelum mengikuti Pra Diksar para peserta juga melampirkan pernyataan izin dari orang tua sesuai SOP.

“Sebenarnya Menwa ini sangat bagus untuk membentuk karakter mahasiswa agar mandiri dan sangat positif dalam bela negara. Namun dengan adanya kejadian ini, tentunya menjadi pelajaran kami untuk kedepanya memperbaiki SOP yanga ada,” ungkapnya saat itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.