Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Katua Hakim ke Medan, Sidang Vonis Kontraktor Proyek Tugu Batas Palembang Ditunda

Katua Hakim ke Medan, Sidang Vonis Kontraktor Proyek Tugu Batas Palembang Ditunda

Terdakwa Ahmat Thoha berjalan meninggalkan ruang sidang usai menjalani persidangan di PN Tipikor Klas 1A Palembang, Senin (25/11). (Foto-Ferdinand D/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Persidangan dugaan kasus korupsi proyek tugu batas Kota Palembang di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dengan agenda vonis untuk terdakwa Ahmat Thoha, yang merupakan kontraktor pada proyek tersebut, Senin (25/11/2019) ditunda.

Penundaan persidangan dikarenakan Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang tersebut, yakni Kamaludin SH MH tidak dapat hadir dikarenakan sedang dinas ke luar kota yaitu ke Medan.

Pantauan di lapangan, sidang tersebut sempat dibuka hanya sebentar oleh Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH. Dalam persidangan juga tampak terdakwa Ahmat Thoha duduk di kursi pesakitan.

Namun dikarenakan Ketua Majelis Hakim tidak dapat hadir maka Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH langsung menyatakan menunda persidangan hingga Senin 2 Desember 2019 mendatang.

“Dikarenakan Ketua Majelis Hakim sedang ada tugas di Medan, maka sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis terdakwa Ahmat Thoha kami tunda. Dengan ini sidang ditutup, dan kembali dibuka senin depan dengan agenda putusan untuk terdakwa Ahmat Thoha,” ungkap Hakim Anggota, Abu Hanifah SH MH sembari mengetuk palu menutup persidangan.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede melalui Kasubsi Penututan Hendy Tanjung yang juga Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam persidangan tersebut mengatakan, dengan ditundanya sidang tersebut maka pada sidang yang digelar Senin 2 Desember 2019 mendatang, Majelis Hakim akan membacakan vonis kepada keempat terdakwa.

Baca Juga :   Kantor Disdikpora Palembang Diduga Jadi Tempat Pesta Sabu

“Jadi senin depan, terdakwa Ahmat Thoha, Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi dan Asmol Hakim akan menjalani sidang vonis secara bersamaan,” ujarnya.

Dilanjutkan Hendy, meskipun persidangan tersebut dilakukan penundaan, namun pihaknya selaku JPU tetap optimis jika dalam persidangan nanti para terdakwa akan dijatuhkan hukuman oleh Majelis Hakim sesuai dengan tuntutan, yang sudah dibacakan pihaknya dalam sidang sebelumnya.

“Kami tetap optimis dengan tuntutan kami,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, JPU Kejari Palembang, Hendy Tanjung mengungkapkan, jika dalam persidangan yang digelar, Senin (25/11/2019) terdakwa Ahmat Thoha diagendakan menghadapi pembacaan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Masih dikatakannya, terkait agenda sidang putusan tersebut, pihaknya optimis dengan tuntutan Ahmat Thoha yang sebelumnya telah dibacakan dalam persidangan. Dimana saat itu terdakwa Ahmat Thoha ditutut pihaknya dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

“Hal tersebut karena kami selaku JPU menilai perbuatan terdakwa Ahmat Thoha telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sedangkan untuk sidang vonis tiga terdakwa lainnya yakni; Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi selaku kontraktor, dan Asmol Hakim selaku konsultan pengawas, sidangnya akan digelar pada Senin 2 Desember 2019 mendatang.

“Dalam dugaan kasus ini kan jumlah terdakwanya ada empat orang. Dari keempat terdakwa ini, untuk terdakwa Ahmat Thoha yang lebih dulu menjalani sidang vonis lantaran saat sidang pledoi, terdakwa dan kuasa hukumnya lebih dulu menjalani sidang tersebut. Sedangkan saat itu untuk terdakwa Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi dan Asmol Hakim, kuasa hukumnya belum siap dengan pledoinya hingga sidang dilanjutkan pada sidang berikutnya. Nah oleh karena itulah untuk sidang vonis ini terdakwa Ahmat Thoha yang lebih dulu disidangkan,” terangnya.

Baca Juga :   Arus Balik, Pemudik Berdesakan Antri Tiket Menuju Bangka Belitung (Foto)

Dilanjutkannya, meskipun pihaknya optimis jika dalam vonis nanti terdakwa Ahmat Thoha akan dijatuhkan hukuman yang sama dengan tuntutan pihaknya selaku JPU. Namun hal tersebut dapat berubah apabila Majelis Hakim memiliki pendapat lain.

“Jadi kalau Majelis Hakim memiliki pendapat lain tentunya putusan untuk terdakwa dapat berubah. Walaupun demikian, kami tetap optimis dengan tuntutan kami,” tandasnya.

Untuk diketahui, dugaan kasus ini terungkap hasil dari penyelidikan dan penyidikan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang hingga akhirnya, Rabu (17/6/2019) keempat tersangka yang kini sudah menjadi terdakwa dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.

Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya saat itu dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang.

Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/2019), Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang.

Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita dari keempat terdakwa, yakni sebesar Rp 505.923.660,08. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polda Gerebek Home Industri Mie Formalin di Ilir Barat I

Palembang, KoranSN Setelah lima tahu beroperasi, home industri pembuatan mie basah yang mengandung formalin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.