KBP (Pur) Soesilo & AKBP Syaiful Terdakwa Suap Penerimaan Anggota Polda Sumsel Divonis 5 Tahun Penjara

Sidang vonis terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto MKes, dan AKBP Syaiful Yahya saat berlangsung. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Klas I A Palembang, Kamis (23/7/2020) menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus suap seleksi penerimaan anggota Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri di Polda Sumsel tahun 2016, dengan hukuman pidana masing-masih 5 tahun penjara.

Adapun kedua terdakwa tersebut, yakni; Kombes Pol (KBP) Purnawirawan (Purn) Drg Soesilo Pradoto MKes, dan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syaiful Yahya.

Ketua Majelis Hakim, Abu Hanifah SH MH didampingi Hakim Anggota Iskandar Harun SH MH dan Arizon Megajaya SH MH saat membacakan vonis kedua terdakwa dalam sidang yang digelar secara virtual atau video conference mengatakan, berdasarkan fakta-fakta persidangan, keterangan para saksi, dan barang bukti yang dihadirkan dalam sidang maka pihaknya menilai jika perbuatan kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Dengan ini mengadili terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto MKes, dan terdakwa AKBP Syaiful Yahya dengan hukuman pidana masing-masing 5 tahun penjara. Kedua terdakwa juga dibebankan denda Rp 200 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayarkan diganti dengan hukuman 5 bulan kurungan,” tegas Hakim.

Masih dikatakannya, putusan tersebut dijatuhkan pihaknya lantaran dalam perkara ini perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Hakim, dari fakta persidangan diketahui jika perkara ini bermula saat Polda Sumsel pada tahun 2016 membuka pendaftaran seleksi Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri. Dalam penerimaan anggota kepolisian tersebut, terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumsel ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) seleksi penerimaan anggota polisi.

Baca Juga :   Kasus OTT Bupati Muara Enim, Ahmad Yani Diduga Juga Terima Suap Berupa Tanah

Sedangan untuk terdakwa AKBP Syaiful Yahya yang kala itu menjabat Kasubbid Kespol Bid Dokkes Polda Sumsel, ditunjuk menjadi Sekretaris Tim Rikkes Panitia seleksi penerimaan anggota polisi.

“Kemudian saat seleksi penerimaan anggota polisi dilakukan, terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto memanggil terdakwa AKBP Syaiful Yahya ke ruangannya. Dalam pertemuan itu, terdakwa Kombes Pol (Purn) memerintahkan AKBP Syaiful Yahya untuk menjadi koordinator jika ada peserta seleksi yang minta diluluskan menjadi anggota polisi, dengan syarat setiap peserta menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta,” ungkapnya.

Bukan hanya itu lanjut Hakim, terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto juga mengumpulkan sejumlah Panitia Tim Pemeriksaan Kesehatan, dan menyampaikan kepada panitia untuk membantu peserta seleksi yang minta dibantu lulus, asalkan menyerahkan sejumlah uang.

“Atas arahan tersebut kemudian terdakwa AKBP Syaiful Yahya berkoordinasi dengan AKBP Edy Kurnia selaku Ketua Tim Seleksi Psikologis, AKBP Toaat selaku Ketua seleksi Jasami, dan AKBP Deni Darmapala selaku Ketua Tim Seleksi Akademik, serta Kompol Mansuri. Tak lama dari koordinasi tersebut, terdakwa AKBP Syaiful Yahya menemui sejumlah peserta yang minta dibantu diluluskan dalam seleksi penerimaan anggota kepolisian tersebut,” papar Hakim.

Lebih jauh dijelaskan Hakim, dalam pertemuan dengan sejumlah peserta yang minta dibantu diluluskan tersebutlah, terdakwa AKBP Syaiful Yahya menerima sejumlah uang suap terkait perkara ini.

“Adapun jumlah peserta yang menyerahkan uang tersebut, yakni sebanyak 25 orang peserta seleksi. Sedangkan untuk total uang suap yang diterima berjumlah Rp 6,5 miliar. Setelah itu, semua uang tersebut diserahkan terdakwa AKBP Syaiful Yahya kepada terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto,” jelas Hakim.

Diungkapkan Hakim, dari rangkaian kejadian tersebut maka pihaknya menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti telah menerima sesuatu atau janji untuk melakukan, atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban kedua terdakwa.

Baca Juga :   Johan Tak Gentar, Kuryana aziz Mulai Diserang

“Uang yang dipungut terdakwa ini merupakan uang suap, karena uang tersebut adalah bentuk imbalan agar peserta seleksi dibantu kelulusannya. Dengan telah divonisnya kedua terdakwa, maka barang bukti dalam kasus ini akan dipergunakan untuk perkara tersangka baru, yakni AKBP Edy Kurnia. Sementara untuk terdakwa Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto dan terdakwa AKBP Syaiful Yahya, keduanya masih memiliki waktu 7 hari untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding terkait vonis yang telah dijatuhkan,” pungkas Hakim sembari menutup persidangan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (Kejari Palembang) Dede Muhammad Yasin, yang juga menjadi Kasi Pidsus Kejati Palembang mengatakan, terkait vonis Majelis Hakim untuk kedua terdakwa pihaknya masih menyatakan pikir-pikir selama 7 hari kedepan.

“Kami pikir-pikir karena mau menyampaikan dulu kepada atasan. Apalagi dalam vonis tersebut, pasal yang diterapkan hakim berbeda dengan tuntutan kami. Dimana di persidangan Hakim menilai kedua terdakwa melanggar Pasal 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan dalam tuntutan kami, kedua terdakwa dituntut Pasal 5. Jadi, kami masih pikir-pikir selama 7 hari,” tandasnya.

Terpisah, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM mengatakan, terkait telah divonisnya kedua terdakwa tersebut tentunya Polri menghormati keputusan Majelis Hakim.

“Apapun keputusan Pengadilan, Polri akan menghormatinya. Kemudian untuk anggota yang masih polisi aktif, tentunya kita lakukan mekanisme yang diatur dalam Organisasi Polri,” tutup Kapolda Sumsel. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ahmad Tewas di Atas Tiang Listrik

Palembang, KoranSN Ahmad Sobri (70), warga Jalan Abi Kusno Cs Lorong Anggrek Kelurahan Kemang Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.