Kecanduan Sabu, Ibu Tega Jual Anak Kandung

Kapolresta Palembang saat menggelar ungkap kasus ibu menjual anak kandung. (Foto-Deni/Koransn)

Palembang, KoranSN

Fatimah alias Yanti (42), ibu rumah tangga di kawasan IB II Palembang tega menjual anak kandungnya sendiri berinisial ‘AAS’ yang masih berusia 2,5 bulan seharga Rp 20 juta kepada seorang warga Serang Provinsi Banten. Hal ini dilakukan tersangka lantaran kecanduan narkoba jenis sabu.

Sebab sebagian uang dari hasil penjualan bayi tersebut ada yang digunakan tersangka untuk membeli sabu, sedangkan sisanya digunakan tersangka membeli pakaian serta alat-alat perlengkapan kecantikan untuk digunakannya.

Motif penjualan bayi untuk beli narkoba ini terkuak saat Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono bersama Kabag Ops, Kompol Maruly Pardede yang turut didampingi Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, Kamis (18/1/2018) menggelar ungkap kasus perdagangan bayi yang dilakukan tersangka.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu HB mengatakan, dari hasil penyelidikan aparat Sat Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang terkuak, selain beralasan ekonomi adapun motif utama tersangka tega menjual bayi kandungnya lantaran kepepet biaya untuk membeli sabu.

Baca Juga :   Mahasiswa Polsri yang Tewas Sempat Sebut Dirinya Helen

“Dari pengakuannya, sebagian uang penjualan anaknya sebesar Rp 20 juta digunakan ibu enam anak ini untuk membeli sabu, yang ia konsumsi bersama teman-temannya,” ungkap Kapolresta Palembang.

Dijelaskan Wahyu, kasus perdagangan anak ini terungkap dari adanya laporan suami tersangka yakni; ‘JD’ yang melaporkan jika istrinya Fatimah dan anaknya ‘AAS’ menghilang dari rumah sudah 1 bulan lebih.

“Adanya laporan itu, petugas PPA kita langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi yang merupakan tetangga dari tersangka sendiri. Dari sana terkuak lokasi keberadaan tersangka, setelah itu petugas langsung menemui tersangka dan mencoba mengintrogasi tentang keberadaan bayinya,” jelasnya.

Lanjut Kapolresta, usai diamankan tersangka mengakui jika bayinya itu bukannya hilang melainkan dijual tersangka kepada seseorang berinisial ‘MJ’, warga Cikande Kota Serang Provinsi Banten seharga Rp 20 juta. Transaksi penjulan bayi mereka lakukan, Kamis 7 Desember 2017 lalu di Jalan Depaten Lama Keluarahan 27 Ilir Kecamatan IB II Palembang.

“Di sana petugas PPA kembali melakukan pengembangan dan berangkat ke Serang. Alhasil setelah dilakukan penyelidikan selama dua hari, hingga pembeli bayi berhasil diamankan bersama ‘AAS’,” terangnya.

Baca Juga :   Oknum Pelajar SMA Terlibat Sindikat Human Trafficking

Dari hasil pemeriksaan, diterangkan Wahyu, ‘MJ’ mengaku nekat membeli ‘AAS’ dari Fatimah lantaran ditawari oleh tersangka Fatimah.

“Karena tak mempunyai anak, ‘MJ’ pun lalu membelinya seharga Rp 20 juta. Kini balita tersebut sudah dikembalikan kepada ayahnya ‘JD’,” terangnya.

Atas ulahnya, Fatimah alias Yanti diancam Pasal 76 F Junto Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ancaman penjaranya diatas 7 tahun.

Sedangkan Fatimah, yang tangan kanannya bergambar tato bunga mawar ini, hanya bisa pasrah akan jeratan hukum yang akan menjeratnya.

“Aku pasrah be, aku menyesal. Tapi cak mano lagi ini sudah terjadi, memang sebagian duet penjualan aku beli ke sabu untuk aku pake samo kawan-kawan,” jelas ibu ini. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Menteri Sosial Konfirmasi OTT KPK Terhadap Pejabat Eselon III Kemensos

Jakarta, KoranSN Menteri Sosial, Juliari Batubara mengonfirmasikan penangkapan terhadap pejabat Kementerian Sosial eselon III oleh …