Home / Lacak / Kejari Palembang Gandeng KPK Ungkap Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Kejari Palembang Gandeng KPK Ungkap Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Tersangka ‘AR’ didampingi kuasa hukumnya. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Palembang tahun 2016. Demikian diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama, Selasa (18/9/2018) usai melakukan tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ beserta barang bukti.

Menurut Andi, dari tahap penyelidikan, penyidikan hingga dilakukan tahap dua tersangka beserta barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan KPK.

“Jadi, untuk dugaan korupsi pengadaan lift BPKAD Palembang ini kami selalu koordinasi dengan KPK. Bukan hanya itu, dalam tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ ini, kami dari Kejari Palembang juga berkonsultasi dengan KPK,” katanya.

Masih dikatakan Andi, dalam tahap dua yang dilakukan pihaknya terhadap tersangka ‘AR’ yang merupakan PNS Pemkot Palembang dan tersangka ‘MA’ selaku pihak rekanan, keduanya tidak dilakukan penahanan oleh Kejari Palembang.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan selama ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak dilakukan penahanan selama proses penyidikan serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah, kedua tersangka tidak kami tahan,” jelasnya.

Baca Juga :   KUA Ujan Mas Kemalingan, Komputer Cetak Buku Nikah Raib

Lebih jauh dikatakan Andi, penyerahan tahap dua tersangka dilakukan setelah sebelumnya berkas perkara telah dilakukan penelitian oleh Jaksa Penuntut Umum, yang hasilnya berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap atau P21.

“Karena berkasnya lengkap makanya hari ini (kemarin) kami melakukan tahap dua kedua tersangka. Dengan dilakukan tahap dua ini nantinya Jaksa Penutut Umum akan melimpahkan berkas perkara ke pengadilan guna dilakukan persidangan kedua tersangka,” jelasnya.

Lanjut Andi, dalam dugaan kasus ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ disangkakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Tersangka ‘MA’ didampingi kuasa hukumnya.

“Sedangkan untuk tersangka baru saat ini kami masih menunggu hasil persidangan. Sebab dalam sidang nanti akan terungkap peran dari tersangka ‘AR’ dan ‘MA’, peran para saksi, termasuk peran Kepala BPKAD Palembang saat itu serta peran panitia lelang dan penyedia pekerjaan pengadaan lift tersebut. Apabila dari peran mereka ini ditemukan bukti kuat adanya keterlibatan pihak lainnya, maka pihak-pihak lain tersebut akan dilakukan penyidikan guna dimintai pertangungjawaban secara hukum.

Namun sejauh ini saya menilai jika dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka baru,” tutupnya.

Baca Juga :   Rumah Ibadah Kapel Santo Zakaria di OI Dirusak Orang Tak Dikenal

Sementara Djarot Indra Kurnia, kuasa hukum tersangka ‘AR’ yang merupakan PNS Pemkot Palembang mengatakan, selama ini ‘AR’ kooperatif dan mengikuti semua proses hukum yang berlaku.

“Jadi selama ini ‘AR’ kooperatif, dan dalam persidangan nanti tentunya kami akan melakukan upaya-upaya pembelaan terhadap klien kami,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini Kejari Palembang sudah menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka. Dimana saat dugaan kasus ini terjadi, tersangka ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sedangkan tersangka ‘MA’ merupakan pihak rekanan.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama sebelum menjelaskan, dalam dugaan kasus ini adapun pagu anggaran pengadaan lift di BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan dari saksi ahli, akhirnya pihaknya menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

“Untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya merupakan saksi dari pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya kami juga telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift di kantor BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan karena ketika dugaan kasus ini terjadi, ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sehingga tersangka jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” ungkapnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Motor Masuk Kolong Truk, Guru Patah Kaki

Lubuklinggau, KoranSN Pengendara motor yakni Yesi Lediana (35), PNS guru, warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo …