Home / Lacak / Kejari Periksa 22 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang

Kejari Periksa 22 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang

Tampak Kantor BPKAD Palembang. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Rabu (1/8/2018) mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa 22 saksi terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016.

Diungkapkannya, bahkan, Selasa kemarin (31/7/2018) jaksa penyidik juga telah memeriksa tersangka dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 berinisial “M”, yang merupakan pihak rekanan dari perusahaan di Jakarta.

“Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan karena dugaan kasus tersebut masih kami lakukan penyidikan. Bahkan dalam mengusut dugaan kasus ini tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dari pejabat Pemkot Palembang yang kedepan kami tetapkan, kita lihat saja nanti perkembangannya,” tegas Andi.

Masih dikatakannya, sementara untuk tersangka “AR” yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang yang ketika dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Anggaran BPKAD Palembang dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lift tersebut, juga kami lakukan pemeriksaan.

“Karena masih penyidikan makanya “M” dan “AR” tidak kami lakukan penahanan. Sebab, kami masih melengkapi barang bukti,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Palembang, M Hoyin Rizmu saat dimintai konfirmasi melalui hendphone dan pesan Whatsapp, Rabu siang (1/8/2018), seakan tidak mau memberikan tanggapan terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang dan ditetapkannya oknum PNS berinisial “AR” sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini oleh Kejari Palembang,

Baca Juga :   Oknum Pegawai Honorer di Ogan Ilir Tertangkap Bawa Ribuan Butir Ekstasi

Meskpiun berulang kali ditelphone, Hoyin tak juga mengangkat telphone pribadinya. Bahkan pesan Whatsapp berisi meminta konfirmasi, hanya dibaca (tanda biru) tanpa ada balasan dari Hoyin.

Guna mendapatkan konfirmasi, akhirnya Suara Nusantara mengunjungi ruang kerja Hoyin. Namun tetap saja, Hoyin sulit untuk ditemui bahkan salah seorang pegawai di BPKAD Palembang ketika ditanya terkait keberadaan Kepala BPKAD Kota Palembang menerangkan jika Hoyin sedang tidak di kantor alias sedang berada di luar.

“Bapak tidak ada, sedang di luar,” ujar salah satu pegawai BPKAD Palembang.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Palembang telah menetapkan dua tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016. Kedua tersangka tersebut yakni “AR” dan “M”.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, dalam dugaan kasus in tersangka “AR” merupakan oknum PNS Pemkot Palembang yang ketika dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Anggaran BPKAD Palembang dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lift tersebut.

“Saat ini, “AR” menjabat di salah satu bagian di Setda Pemkot Palembang. Sedangkan untuk tersangka “M”, merupakan pihak rekanan dari perusahaan swasta di Jakarta,” katanya.

Baca Juga :   Nyaris Tikam Polisi dengan Rencong, Pengedar Sabu Ditembak

Masih diungkapkan Andi, dalam dugaan kasus ini adapun pagu anggaran pengadaan lift di BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dengan anggaran tersebut, seharusnya lift yang digunakan adalah lift Mitsubishi dan Sanyo. Namun pada kenyataannya, lift yang dipergunakan di Kantor BPKAD diduga lift buatan Cina sehingga terjadi dugaan kerugian negara.

“Sedangkan untuk jumlah dugaan kerugian negara yang terjadi, kalau berdasarkan penghitungan yang dilakukan jaksa penyidik jumlahnya sekitar Rp 310 juta. Namun untuk kepastiannya kami masih menunggu penghitungan dari instansi yang berwajib,” jelasnya.

Masih dikatakan Andi, penetapan “AR” dan “M” sebagai tersangka dalam perkara ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penyidik Kejari Palembang yang juga dikuatkan dengan keterangan saksi ahli serta alat bukti.

“Jadi setelah didapati bukti yang cukup, barulah “AR” dan “M” kami tetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi ini,” tutup Andi.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Kepergok, Pencuri Gas Elpiji 3 Kg di Lubuklinggau Nyaris Diamuk Massa

Lubuklinggau, KoranSN Kepergok mencuri dua buah tabung gas elpiji ukuran 3 Kg, seorang anak laki-laki ...