Home / Headline / Kejari Usut Tersangka Baru dari Pejabat Pemkot Palembang

Kejari Usut Tersangka Baru dari Pejabat Pemkot Palembang

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Tersangka “M” saat diperiksa jaksa Kejari Palembang. (foto-istimewa)

Palembang, KoranSN

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Rabu (1/8/2018) mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengusut tersangka baru dari pejebat Pemkot Palembang terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016. Sebab hingga kini jaksa penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Menurutnya, bahkan dalam mengungkap dugaan kasus ini pihaknya juga telah memeriksa 22 saksi yang diantaranya tersangka “AR” yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang dan tersangka “M” selaku pihak rekanan dari perusahaan di Jakarta.

“Dugaan korupsi lift di Kantor BPKAD Palembang ini masih terus kami usut untuk ungkap tersangka barunya, dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dari pejabat Pemkot Palembang yang kedepan kami tetapkan, kita lihat saja nanti perkembangannya,” tegas Andi.

Masih dikatakannya, sejauh ini tersangka “AR” dan “M” belum dilakukan penahanan. Hal ini dikarenakan pihaknya masih melengkapi berkas perkara kedua tersangka dengan memeriksa saksi-saksi.

“Bahkan dalam memeriksa saksi tersebut, Selasa kemarin (31/7/2018) kami melakukan pemeriksan kepada tersangka ‘M’ selaku pihak rekanan dari perusahaan pengadaan lift tersebut. Saat pemeriksaan dilakukan, kami menyita uang Rp 200 juta yang merupakan uang dugaan kerugian negara dari tersangka ‘M’. Uang tersebut diserahkan langsung oleh ‘M’ didamping pengacaranya kepada jaksa penyidik. Selain itu, kami juga memeriksa sejumlah dokumen barang bukti darinya,” jelasnya.

Sedangkan untuk tersangka ‘AR’ lanjut Andi, saat ini belum ada uang dugaan kerugian negara yang disita pihaknya. Meskpiun demikian, ‘AR’ masih terus dilakukan pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara dalam dugaan korupsi lift tersebut.

“Tersangka “AR” tentunya terus kami lakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkaranya,” tandas Andi.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Palembang, M Hoyin Rizmu saat dimintai konfirmasi melalui hendphone dan pesan Whatsapp, Rabu siang (1/8/2018), seakan tidak mau memberikan tanggapan terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang dan ditetapkannya oknum PNS berinisial “AR” sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini oleh Kejari Palembang,

Meskpiun berulang kali ditelphone, Hoyin tak juga mengangkat telphone pribadinya. Bahkan pesan Whatsapp berisi meminta konfirmasi, hanya dibaca (tanda biru) tanpa ada balasan dari Hoyin.

Guna mendapatkan konfirmasi, akhirnya Suara Nusantara mengunjungi ruang kerja Hoyin. Namun tetap saja, Hoyin sulit untuk ditemui bahkan salah seorang pegawai di BPKAD Palembang ketika ditanya terkait keberadaan Kepala BPKAD Kota Palembang menerangkan jika Hoyin sedang tidak di kantor alias sedang berada di luar.

“Bapak tidak ada, sedang di luar,” ujar salah satu pegawai BPKAD Palembang.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Palembang telah menetapkan dua tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016. Kedua tersangka tersebut yakni “AR” dan “M”.

“Dimana untuk tersangka “AR” merupakan oknum PNS Pemkot Palembang yang ketika dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Anggaran BPKAD Palembang dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lift tersebut. Saat ini, “AR” menjabat di salah satu bagian di Setda Pemkot Palembang. Sedangkan untuk tersangka “M”, merupakan pihak rekanan dari perusahaan swasta di Jakarta,” ujar Kasi PidsusKejari Palembang, Andi Andri Utama.

Diungkapkan Andi, dalam dugaan kasus ini adapun pagu anggaran pengadaan lift di BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dengan anggaran tersebut, seharusnya lift yang digunakan adalah lift Mitsubishi dan Sanyo. Namun pada kenyataannya, lift yang dipergunakan di Kantor BPKAD diduga lift buatan Cina sehingga terjadi dugaan kerugian negara.

“Sedangkan untuk jumlah dugaan kerugian negara yang terjadi, kalau berdasarkan penghitungan yang dilakukan jaksa penyidik jumlahnya sekitar Rp 310 juta. Namun untuk kepastiannya kami masih menunggu penghitungan dari instansi yang berwajib,” jelasnya.

Masih dikatakan Andi, penetapan “AR” dan “M” sebagai tersangka dalam perkara ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penyidik Kejari Palembang yang juga dikuatkan dengan keterangan saksi ahli serta alat bukti.

“Jadi setelah didapati bukti yang cukup, barulah “AR” dan “M” kami tetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi ini,” tutup Andi.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Tim Elang Ringkus Pencuri Sepeda Motor di PALI

PALI, KoranSN Tim Elang Polsek Talang Ubi berhasil meringkus Suparno alias Nyunyuk (29), warga Desa ...

error: Content is protected !!