Kejati Sumsel Dapat Buka Lagi Penyelidikan Dugaan Fee Proyek Empat Lawang yang Distop

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Minggu (20/9/2020) menegaskan, meskipun penyelidikan dugaan kasus fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang saat ini sudah resmi distop, namun proses penyelidikan dapat dibuka lagi jika dikemudian hari ditemukan barang bukti.

Menurutnya, resminya distop penyelidikan dugaan kasus tersebut setelah belum lama ini Jaksa Penyidik melakukan gelar perkara di Kejati Sumsel.

“Dalam gelar perkara itulah dinyatakan penyelidikannya distop. Namun penyetopan ini bukan memberhentikan penyelidikan. Sebab, jika dikemudian hari ditemukan barang bukti maka penyelidikannya dapat kembali dibuka oleh Kejati Sumsel,” tegasnya.

Masih dikatakan Khaidirman, distopnya penyelidikan lantaran hasil dari pullbaket, puldata serta klarifikasi kepada sejumlah pihak diketahui jika Jaksa Penyidik Kejati Sumsel belum mendapatkan barang bukti adanya dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang tersebut.

“Oleh karena itu, dalam gelar perkara yang dilakukan proses penyelidikannya untuk saat ini distop dulu,” ujarnya.

Diungkapkannya, awal mula dilakukan penyelidikan dugaan kasusu ini setelah adanya laporan dari lembaga masyarakat terkait dugaan tersebut.

Baca Juga :   Polda Sumsel Tangkap Bandar 20 Kg Sabu di Palembang

“Tentunya laporan dari masyarakat kita terima dan kita tindaklanjuti dengan penyelidikan. Dimana dalam penyelidikan ini kita melakukan serangkaian kegiatan untuk mencari barang bukti. Adapun kegiatan tersebut, yakni pullbaket, puldata dan klarifikasi ke sejumlah pihak. Namun karena hasilnya tidak ditemukan barang bukti makanya kami menyetop proses penyelidikannya,” paparnya.

Lanjut Khaidirman, dikarenakan proses penyelidikannya kini telah resmi distop maka Kejati Sumsel tidak lagi melakukan kegiatan pullbaket, puldata dan klarifikasi terkait dugaan kasus tersebut.

“Penyetopan artinya semua kegiatan penyelidikan tidak dilakukan. Namun kami kembali tegaskan, kalau penyetopan ini bukan dihentikan. Karena tidak menutup kemungkinan Kejati Sumsel kembali membuka proses penyelidikan apabila nantinya ditemukan barang bukti,” tandasnya.

Sebelumnya Khaidirman menjelaskan, adapun pertimbangan distopnya proses penyelidikan dikarenakan perkara yang tidak ditemukan barang bukti menyangkut tentang Hak Asasi Manusia (HAM) seseorang.

“Karena menyangkut HAM, makanya perkara yang tidak didapati bukti dapat disetop oleh kejaksaan,” ujar Khaidirman.

Diungkapkan Khaidirman, jika dugaan pidana fee berbeda dengan perkara pidana korupsi yang ada bentuk fisiknya. Sebab dalam pengungkapan fee harus ada bukti kuat adanya pihak pemberi fee dan pihak yang menerima fee tersebut.

Baca Juga :   Deklarasi Kampanye Damai, 37 Paslon di Sumsel Sepakat Tolak Berita Hoax dan Politik Uang

“Jadi sejauh ini kami belum temukan barang buktinya, kecuali jika dugaan ini dulunya dilaporkan saat terjadinya pemberi fee dan penerima fee, sehingga bisa dilakukan penangkapan serta diamankan barang buktinya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin lalu (27/7/2020) jaksa Kejati Sumsel telah mengambil keterangan dari Kepala Dinas PUPR Empat Lawang terkait dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang.

“Kita mengundang Kepala Dinas PUPR Empat Lawang untuk diambil keterangannya, terkait dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang ini. Diambilnya keterangan tersebut bukan kapasitas sebagai saksi, sebab perkara ini kan masih penyelidikan. Jadi kita hanya mengundangnya untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan fee tersebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman ketika itu. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tarzan Tewas dengan Tiga Luka Tusukan di Dada dan Rusuk

Empat Lawang, KoranSN Keributan antar pemuda terjadi di Desa Martapura Sikap Dalam Empat Lawang, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.