Kejati Sumsel Panggil Lagi Saksi Dugaan Kasus Korupsi PT PDPDE

Gedung Kejati Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Minggu (12/1/2020) mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali lagi memanggil saksi untuk diperiksa terkait dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Menurutnya, dalam pemeriksaan saksi-saksi tersebut nanti pihaknya akan lebih dulu mengagendakan pemanggilan terhadap para saksi yang akan dilakukan pemeriksaan.

“Jadi, kami akan kembali memeriksa saksi dalam dugaan kasus PDPDE ini. Sebelum dilakukan pemeriksaan kita akan agendakan dulu pemanggilannya,” ungkapnya.

Hendri belum dapat menyampaikan siapa saja saksi yang nantinya dilakukan pemeriksaan. Namun dikatakannya, jika saksi-saksi tersebut akan diperiksa dalam waktu dekat ini.

“Yang jelas ada beberapa saksi yang akan kita panggil dan kita periksa guna diambil keterangannya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, pemeriksaan saksi kembali dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk mengungkap dugaan pidana dalam perkara ini yang kini sudah naik dalam tahap penyidikan.

“Dugaan kasus ini kan sudah tahap penyidikan, jadi kami masih terus melakukan proses penyidikannya dengan memeriksa saksi-saksi,” terangnya.

Selain itu lanjut Hendri, dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE ini pihaknya juga masih menunggu hasil audit kerugian negara yang kini masih dihitung oleh BPK RI Perwakilan Sumsel.

“Untuk audit kerugian negaranya belum keluar, dan kita juga masih menunggu hasil auditnya dari BPK,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan dugaan kasus ini sudah cukup banyak saksi yang telah diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel. Para saksi tersebut, diantaranya saksi dari pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE serta saksi dari pihak swasta.

Baca Juga :   Kasus OTT Bupati Muara Enim, Jaksa KPK Berkeyakinan Juarsah dan Aries Terima Rp 3 M

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya telah mengungkapkan, adapun saksi dari Pemprov Sumsel yang sudah diperiksa oleh pihaknya, diantaranya ‘JA’ dan ‘NU’. Selain itu pihaknya pun telah memeriksa saksi dari mantan pejabat Pemrov Sumsel, yakni ‘MS’.

“Kalau untuk ‘AJ’ dan ‘NU’, pemeriksaan keduanya sebagai saksi dilakukan, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019). Para saksi ini diperiksa untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE. Hal ini dikarenakan, para saksi tersebut merupakan pihak pengawas di perusahaan PT PDPDE,” ungkapnya kala itu.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini pada Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT PDPDE, Yasser Arafat juga telah diperiksa oleh jaksa penyidik Kejati Sumsel sebagai saksi.

Selain itu dihari sebelumnya, yakni Selasa (10/12/2019) Kejati juga melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itulah jaksa penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu.

Bukan hanya itu, pada Senin (14/10/2019), Mudai Madang juga diperiksa oleh Kejati Sumsel sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan kedua kalinya lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi.

Dijelaskannya, jika dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

Baca Juga :   Anak Kepala Dinas di Musirawas Tewas Gantung Diri, Teman & Keluarga di Palembang Kaget

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan hingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Penyidik Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019).

Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh Jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Hendri Yanto kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BNNP Sita Setengah Kilogram Sabu dari Empat Tersangka 

Palangka Raya, KoranSN Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah mengamankan 500 gram atau setengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.